Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Gombalan


__ADS_3

...189โฃ...


"Kak Aga tahu kepanjangan dari Batagor?" Tanya Raehan membuka kebisuan di antara mereka.


"Tidak..." Jawab Agara sambil menikmati makanan nya.


"Bakso Tahu Goreng..."


Agara mencebik kan bibir nya mengerti.


Sementara tangan nya terus memasuk kan makanan yang bernama batagor itu ke dalam mulut nya, seakan dunia hanya milik diri nya dan batagor.


Bahkan Raehan yang duduk di samping nya merasa seperti kacang yang tumbuh di tengah ladang yang sepi.


"Hmmm Gimana enak ngak?" Tanya Raehan lagi.


Setidak nya dengan berbicara rasa kantuk nya bisa sedikit terusir, tapi seperti nya orang yang di ajak bicara malah asik dengan makanan nya.


"Enak... Aku rasa makanan ini masuk dalam makanan favorit ku... Ini makan lah...!" Seru Agara menyodor kan sepotong batagor ke arah bibir Raehan, yang tentu saja langsung di lahap oleh bibir pich itu.


"Hmmmm...." Dehem Raehan menikmati setiap kunyahan nya.


"Tapi kak Aga belum mencoba Nasgor buatan Momsy... Aku pasti kan kak Aga akan klepek- klepek sampe muter- muter tujuh putaran karna saking enak nya... Karna Momsy ku itu pernah jadi koki..." Ujar Raehan lagi dengan semangat.


Namun tiba- tiba bayangan momsy dengan wejangan anak gadis tidak boleh keluar dengan seorang pria malam- malam, terbayang di atas kepala Raehan, yang langsung segera di tepis oleh Raehan.


"Momsy malam ini Rae jadi anak nakal dulu ya.. Besok ngak lagi kok..." Cicit Raehan dalam hati yang sedikit merasa bersalah karna tidak mematuhi nasehat sang ibu.


Ayo lah hanya malam ini saja, ia tidak mungkin melepas kesempatan untuk jalan berdua dengan pria tampan bak pahatan yunani ini.


Ia tidak sebodoh itu.


"Aku pasti akan mencoba nya..." Balas Agara dengan singkat.


"Tapi kak Aga tahu kan kepanjangan Nasgor?"


"Nasi goreng..."


"Kalau kudis?"


"Itu nama penyakit bodoh..."


"Kudis itu kepanjangan nya.. Ku cintai Diri mu Seorang... "


Wajah Agara langsung merona, ketika mendengar gombalan absurd Raehan.


Gadis di samping nya benar- benar pandai menggombal.


Hanya dalam beberapa jam saja sudah dua gombalan menggetar kam jiwa yang di lontar kan gadis berambut pendek ini.


Bisa- bisa jika seperti ini terus ia bisa mencair di tempat. Pikir Agara dengan dada yang sudah bergemuruh ria.


Entah saking senang atau gugup, namun yang pasti ujung hati nya tercubit geli dengan gombalan Raehan.


Sementara Raehan tersenyum senang melihat wajah Agara yang memerah, meski tidak terlihat begitu jelas karna sinar temaram.


Tidak sia- sia diri nya pernah belajar gombal pada teman sekolah nya.


Bukti nya ilmu gombal yang di dapat kan benar- benar bermanfaat sekarang.


Bahkan Agara seperti nya termakan dengan gombalan mainstream yang bisa membuat hati melumer seperti coklat seketika.


"Kak Aga...!" Panggil Raehan.

__ADS_1


"Apa? kamu mau gombal lagi?"


Raehan menggeleng pelan.


"Ngak kok, aku cuma mau bilang si Iwan nyariin loh..."


Kening Agara langsung berkerut.


Siapa Iwan?


Dia tidak pernah mengenal seseorang yang bernama Iwan.


Lalu kenapa orang itu mencari nya?


Pikir Agara bertanya- tanya, dengan ekspresi bingung.


"I want Love You forever... (Aku ingin mencintai mu selama nya.)" Seru Raehan langsung saat melihat wajah bingung Agara yang langsung berubah menganga mendengar ucapan gombalan Raehan.


Astaga ternyata gadis mungil di depan nya, mengata kan hal itu untuk menggombali nya.


Benar- benar gadis unik.


"Bingung?" Kekeh Raehan melihat perubahan wajah tegang Agara yang langsung melemas.


"Dasar tukang gombal...!!!" Seloroh Agara dengan menyugar rambut merah nya.


"Tapi kak Aga suka kan?" Goda Raehan yang semakin senang melihat wajah memerah Agara.


"Seperti nya jam tangan mu terbalik..." Ucap Agara dengan menunjuk tangan Raehan dengan ekor mata nya.


"Jam..?" Raehan menatap tangan nya bingung, sambil melihat pergelangan tangan nya yang kosong tidak memakai jam tangan.


Apa mata Agara sudah picek?


Tangan nya tidak memakai jam tangan di kira pakai?.


"Jam.. Jadi kan Aku Milik mu..." Seru Agara yang langsung membuat Raehan melongo.


Agara terkekeh geli melihat wajah melongo Raehan.


Yang sudah bingung setengah mati , namun ternyata diri nya hanya menggombal.


Ia tidak mau kalah dengan Raehan. Ia juga bisa menggombali seorang gadis dan gadis itu adalah Raehan.


"Ha... Ha....!" Tawa Raehan pecah seketika yang di sambut oleh tawa renyah Agara.


"Ha... Ha...!"


"Ternyata kak Aga bisa gombal juga yah..."


"Iya lah... Mana mungkin aku kalah sama kamu... Oh ya.. Kalau kamu tahu kan Bimoli?"


"Tahu lah... Itu kan nama minyak goreng..."


"Be mine only itu kamu..."


Agara meraih tangan Raehan, yang lagi- lagi di buat melongo karna gombalan maut nya.


Menggengam tangan Raehan lalu menumpuk nya di tangan nya.


Deg...


Deg...

__ADS_1


Deg...


Tiba- tiba jantung Raehan mulai berdebar tak karuan.


Dengan gemuruh api asmara yang membuat dada nya terasa sesak.


Tatapan mata Agara kini menatap lurus pada bola mata coklat Raehan.


Suasana di antara mereka kini berubah menjadi serius, dengan atmosfer yang semakin berat.


Agara meraup oksigen yang ada di udara dengan rakus sebelum bibir nya bergerak.


"Kamu tahu aku mengajak mu ke sini untuk apa?"


"Untuk menemani mu makan batagor..." Jawab Raehan polos.


"Dasar gadis sial..." Umpat Agara sebelum melanjut kan kalimat nya, karna mendengar jawaban polos dari bibir Raehan..


Gadis ini benar- benar tidak peka sama sekali, pekik Agara.


"Terimakasih untuk malam ini, kamu benar- benar membukti kan jika aku penting untuk mu... Apa yang aku kata kan tadi bukan sekedar gombalan , aku benar- benar mengata kan nya dari hati ku... Aku tahu kamu bingung dengan perasaan ku kan? Aku mendengar semua yang kamu kata kan di dapur tadi..."


Raehan kembali melebar kan ke dua mata nya.


Astaga ia tidak mengira jika Agara ternyata mendengar ucapan bodoh yang keluar dari bibir nya, karna ulah Felix yang terus saja menghantui nya.


Runtuh sudah harga diri nya. Desis Raehan membatin.


"Aha... ha... Itu kak Aga salah denger... Aku cuma ngomong asal sama peralatan dapur..." Cicit Raehan menyangkal pernyataan Agara.


"Ssssttttt...." Agara meletak kan satu jari telunjuk nya di bibir Raehan.


Menahan bibir pich itu untuk diam dan tidak bicara.


Malam ini ia ingin bicara , bicara dengan serius memperjelas semua hal yang membuat gadis nya kebingungan setengah mati.


"Kali ini jangan menyangkal, saat ini hanya aku yang boleh bicara, kamu hanya perlu mendengar... "


Agara merapat kan tubuh nya pada Raehan, menatap Raehan dengan lekat dan sendu.


"Aku mencintai mu... Aku mencintai mu... Aku ingin menjadi milik mu... Aku ingin bersama mu selalu... Kau mendengar nya kan? Aku sangat mencintai mu dan cinta ini semakin bertambah besar hingga detik ini... Kamu gadis pertama yang berhasil menyentuh titik sensitif dalam diri ku, dan kamu berhak memiliki hati ku seutuh nya..." Agara menarik tangan Raehan dan meletak kan tangan Raehan di dada kiri nya.


Raehan bisa merasakan debaran jantung Agara yang berdetak dua kali lebih cepat , sama seperti debaran jantung nya saat ini.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2