
...50...
Mobil Fir berhenti di pekarangan kontrakan Raehan.
Raehan menghela nafas lega, akhir nya ia sampai di rumah.
Raehan segera turun dari mobil, yang di ikuti oleh Fir.
Untung jam masih menunjukkan pukul 8:30 jadi ia tidak perlu mendapat sidang keluarga karna pulang terlambat.
"Rae.. Aku masih penasaran kok kamu bisa di pinggir jalan sih?" Tanya Fir yang sejak tadi menyimpan kebingungan nya.
Raehan merotasi mata malas, ingatan nya kembali melayang saat bersama Dion.
"Aku di tinggal di pinggir jalan Fir..." Curhat Raehan sendu, menyender kan punggung nya pada mobil Fir.
Wajah Fir semakin bingung , mendengar jawaban Raehan.
Di tinggal kan ?
Memang nya gadis ini pergi bersama sesorang ?
Tanya nya dalam hati.
"Emang kamu pergi sama siapa ?" Tanya Fir lagi.
"Kak Dion" Jawab Raehan tanpa semangat.
Fir langsung mendengus kasar, mendengar sebuah nama yang terlontar dari mulut sahabat nya.
"Emang brengsek ya tuh cowok... Bisa - bisa nya ninggalin kamu di pinggir jalan... Kok bisa sekolah memilih laki- laki tidak bertanggung jawab seperti dia jadi ketua osis... Ngak habis pikir aku..." Oceh Fir menggebu- gebu.
"Aku juga ngak tahu Fir... Gara- gara aku ninggalin barang- barang nya sebentar dia langsung marah seperti serigala kelaparan... Hhh kau juga harus tahu tadi dia ngebut banget bawa mobil nya... Kayak nya mau ngeprank malaikat mau..." Ujar Raehan menyahuti ocehan Fir.
Ia juga masih kesal dengan perlakuan Dion. Tapi ia juga merasa aneh dengan sikap pria menyebal kan itu yang mendadak berubah.
Kadang bersikap begitu manis, hingga diri nya mengira jika Dion memiliki perasaan lebih pada nya. Tapi kadang Dion berubah menjadi sosok menyeram kan ketika marah.
Raehan menggeleng kan kepala nya cepat, membuang pikiran nya tentang Dion, mengalih kan memori nya pada pertemuan nya dengan Agara. Yang langsung membuat bibir nya melengkung kan senyum.
"Ck... ck... Emang ngak waras tuh si Dion, mending kamu ngak usah deket- deket lagi deh sama dia Rae... " Saran Fir dengen menyentuh bahu Raehan.
"Ngak bisa Fir.."
"Kenapa?"
"Aku terikat sama dia... Aku harus mengikuti setiap perintah nya selama sebulan.. " Sarkas Raehan cepat, mengingat perjanjian nya dengan Dion saat meminta nomer ponsel Agara.
Tapi nasib nya memang sial, ia terikat dengan Dion tapi nomer ponsel Agara yang di dapat kan dengan susah payah malah hilang karna insident Mika.
__ADS_1
Apa takdir tidak menginginkan diri nya untuk dekat dengan Agara?, hingga menggagal kan semua usaha nya.?
"Astaga apa yang aku pikir kan... Tidak... Tidak... Nasib ku saja yang kurang mujur... Perlahan aku yakin kak Aga akan melihat ku..." Batin Raehan menggeleng kan kepala nya, saat pikiran- pikiran negatif merasuki otak nya.
"Raehan...!!" Panggil Fir dengan nada cukup tinggi. Sambil menggoyang kan tubuh Raehan.
Sejak tadi ia sudah mengomel panjang lebar, menjelek- jelek kan Pria yang bernama Dion. Tapi miris nya orang yang di ajak nya bicara malah melamun.
"Iiya..." Timpal Raehan, tersadar dari lamunan nya.
"Aku udah capek ngomong dan kamu malah--"
"Udah malem Fir.. Aku masuk ngantuk By..." Potong Raehan cepat, lalu melesat masuk ke dalam rumah meninggal kan Fir yang menatap nya kesal, dengan lambaian tangan sebagai tanda perpisahan.
...----------------...
Dion mencengkram stir mobil erat, sesekali memukul kesal.
Pandangan nya terus mengedar ke arah jalanan. Tapi sosok yang di cari nya tidak terlihat sedikit pun.
Hal itu membuat hati nya kalang kabut dengan kekhawatiran.
"Aku meninggal kan nya di sini, di mana kamu Rae..." Gumam Dion bertanya pada diri nya sendiri, dengan rasa pasrah yang mulai menyelimuti diri nya.
Dion meraih ponsel nya, memencet beberapa angka lalu mendekat kan nya di telinga.
Tut...
Tut...
Tut...
"Aaagggrrr..." Geram Dion saat telpon nya tidak terhubung.
"Rae please ankat telpon nya... Aku hampir gila mencari mu.. Dion kenapa kau begitu bodoh meninggal kan nya...." Rutuk Dion menyesali perbuatan nya.
Mengumpat atas kekecewaan pada diri nya sendiri yang sudah bertindak bodoh dengan meninggal kan seorang gadis di tepi jalan.
Rasa nya ia ingin berteriak dan memukul diri nya sendiri saat ini, karna melakukan kesalahan yang berakibat fatal seperti ini.
Sosok gadis yang di cari nya, entah di mana dan tidak tahu bagaimana kondisi nya.
Jika terjadi sesuatu pada Raehan maka diri nya tidak akan memaaf kan diri nya sendiri, pikir Dion dengan kekhawatiran yang semakin membumbung tinggi.
Sementara di kontrakan Raehan...
Raehan merebah kan tubuh nya di atas ranjang. Mengusap- ngusap permukaan kasur yang terasa empuk dan lembut.
Untung saja, keluarga nya sedang asik menikmati menonton televisi, jadi dia tidak perlu di interview sebelum masuk kamar.
__ADS_1
Setidak nya ada keberuntungan yang mengikuti kesialan nya malam ini.
Drrrrttt...
Drrrrtt...
Drrrrtt...
Ponsel Raehan di atas nakas bergetar, membuat Raehan mendengus kasar, dan mengangkat tubuh nya paksa untuk duduk.
"Setidak nya biar kan aku istirahat...." Geram Raehan mendumel sendiri.
Tangan nya terulur meraih ponsel nya, Lagi- lagi ia mendengus kasar, saat melihat nama yang tertera adalah Dion.
Tanpa niat ingin menjawab panggilan, Raehan menarik cepat laci nakas, lalu memasukkan ponsel nya, dan menutup laci nakas kembali.
Ia tidak sudi mengangkat telpon dari pria yang sudah tega meninggal kan diri nya.
Raehan kembali membaring kan tubuh nya, sambil memeluk bantal guling kesayangannya.
Memejam kan ke dua kelopak mata nya yang sudah terasa begitu letih.
Memasuki dunia mimpi, di mana diri nya bisa melakukan apa yang ia tak bisa lakukan pada kehidupan nyata.
Membayang kan wajah tampan dengan bola mata merah yang indah.
Untuk menuntun nya masuk ke dunia mimpi, menghabis kan waktu bersama Agara.
...----------------...
...****************...
Seguini dulu oke... Habis lebaran thor bakalan up banyak kok..π
maklumin ya puasa nih...π
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ??