Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Tidak terima..


__ADS_3

...28...


"Aaaa.....!!!"


Brak...


Prak...


Bugh...


Teriak Dion setelah Raehan pergi, ia menggebrak meja keras, lalu menjatuhkan perabot yang ada di sekitar nya.


Hati nya sakit... Saat gadis mungil itu menyebut nama laki- laki lain.


Dia tidak menerima hal itu. Ada apa dengan diri nya?.


Dion mengusap kening nya, mengontrol emosi nya yang terlepas.


Entah rasa aneh apa yang di torehkan gadis mungil itu pada nya.


Hingga membuat mood nya di permainkan seperti ini.


"Wah... Wah... Ada apa ini Ion.. Kamu habis ngamuk apa gimana??" Sosor Niel yang masuk ke dalam ruangan Dion yang sudah seperti kapal pecah.


Meja tidak berada di posisi nya, belum lagi beberapa benda berserakan di lantai bahkan ada yang pecah.


Bukan nya baru saja sahabat nya ini bertemu dengan gadis nya?


Bukan kah seharus nya saat ini ia sedang menari sambil bernyanyi?.


Lalu apa ini? Pikir Niel dengan raut wajah bingung.


"Apa yang sedang terjadi pada ku Niel... Rasa nya ini sangat tidak nyaman untuk ku...!" Pekik Dion emosi, sambil memukul dada bagian kiri nya keras.


Niel segera mencengkram tangan Dion erat. Menghentikan pukulan yang di lakukan Dion. Bisa- bisa sahabat nya ini melukai diri nya sendiri.


Mematahkan tulak rusuk nya sendiri.


"Astaga Dia polos atau naif sih??? Efek jomblo menahun ini..." Kesal Niel dalam hati, melihat tingkah bodoh Dion di mata nya.


Ia sungguh tidak mengerti dengan sahabat nya. Apa dia benar- benar tidak pernah jatuh cinta, hingga tidak bisa mengenali rasa itu. Dan mengakui jika ia jatuh dalam cinta nya Raehan si gadis pendek itu, pikir Niel.


"Kamu mencintai Raehan..." Tegas Niel menatap keagresifan Dion.


"Jatuh Cinta???"


"Aku jatuh Cinta??"


"Dengan Gadis pendek itu???"


kalimat Niel tergiang- ngiang dalam pikiran Dion. Seperti sebuah mantra yang semakin membuat kepala nya berat.


"Tidak mungkin...!!!" Bantah Dion dalam hati.


Ia menggelengkan kepala nya cepat, menepis pemikiran aneh itu dalam pikiran nya.

__ADS_1


Menepis gambaran wajah manis Raehan yang bisa membuat hati nya berdesir hangat.


"Jangan Sok tahu Niel... Kamu kan tahu tipe cewek yang aku suka seperti apa...!!" Bentak Dion berdiri dari duduk nya.


Ia menggigit bibir bawah nya ringan, dengan pikiran yang masih berperang menentukan rasa apa yang sedang ia rasakan.


Ada gejolak api lembut yang sedang membakar hati nya, saat mendengar ucapan Niel yang mengatakan ia jatuh cinta pada Raehan.


Tapi, akal nya menolak keras apa yang di katakan hati nya. Bagaimana bisa seorang ketua osis idola seluruh sekolah menyukai gadis dengan seribu kekurangan itu.


"Berapa lama lagi kamu akan membantah jika kamu memang menyukai Raehan Ion..." Ujar Niel dengan menggeleng- gelengkan kepala nya.


Sungguh sahabat nya yang satu ini sangat keras kepala, tapi juga sangat polos. Seperti nya ia memang lebih handal jika menyangkut masalah cinta.


Niel tersenyum tipis, memikirkan hal itu.


"Apa kamu tuli, aku tidak menyukai gadis seperti dia...!!" Bentak Dion kasar, menatap Niel dengan tatapan siap melahap nya habis.


"Lalu,, kenapa kamu marah saat Raehan menyebut nama pria lain... Jelaskan pada ku jika itu bukan rasa cemburu yang kau rasakan ..."


"Kau sudah mendengar apa yang Dion katakan Niel... Jika dia tidak menyukai Raehan... Apa kamu mengerti!!!" Teriak Anet yang tiba- tiba masuk. Dan langsung ikut dalam obrolan ke dua sahabat itu.


Ada rasa tidak terima, saat pendengaran nya mendengar jika Dion menyukai Raehan. Ia tidak bisa menerima hal itu.


"Hmmmm... Baiklah terserah kalian... Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat... Dan kau Anet,, kamu pasti mengerti dengan apa yang aku bicarakan ...."


Niel mendehem pasrah, saat dua orang musuh melawan satu pahlawan.


Ia tidak ingin mencari keributan, hanya karna sebuah permasalahan hati yang sepele.


Apa lagi ia tahu, jika gadis cantik yang baru masuk ke dalam ruangan ini serta membentak nya dengan membabi buta, juga menyukai sahabat nya.


Niel mendekat ke arah Dion, mendekat kan wajah hya tepat di telinga sahabat nya.


Membisik kan sesuatu di sana.


"Sadari lah perasaan mu... Sebelum Raehan di miliki oleh pria lain... Aku pastikan saat hal itu terjadi, kamu akan meringkuk menangis di pojokan..."


Niel tersenyum kecut, lalu melangkah pergi keluar dari ruangan Dion.


Nafas Dion seakan memburu, darah nya seakan mendidih. Tubuh nya terasa terbakar, dan jantung nya memompa dengan sangat keras.


Tatapan mata Dion memerah dengan urat- urat leher yang terlihat jelas.


Wajah nya memerah padam, dengan rahang yang mengeras sempurna.


Tangan nya mengepal kuat, membuat buku- buku tangan nya memutih.


"Sadari lah perasaan mu... Sebelum Raehan di miliki oleh pria lain... Aku pastikan saat hal itu terjadi, kamu akan meringkuk menangis di pojokan..."


Kata- kata Niel berhasil membanting emosi nya, membuat tubuh nya terasa di penuhi api amarah.


"Aaaaaahhhhh.....!!!" Teriak Dion histeris. Membuat Anet terlonjak kaget dengan teriakan Dion.


Glek...

__ADS_1


Anet menelan saliva nya paksa, nyali nya menciut melihat kemarahan Dion.


Entah apa yang di bisik kan Niel hingga membuat emosi pria di depan nya lepas kembali.


Dengan tangan bergetar, Anet memberanikan diri menyentuh bahu Dion yang terlihat turun naik dengan cepat.


"Apa kamu baik- baik saja???" Tanya Anet takut.


"KELUAR.....!!!" Bentak Dion, hingga suara nya memantul di dalam ruangan.


Lagi- lagi Anet tersentak kaget, wajah nya semakin memucat.


Kemarahan Dion benar- benar menyeramkan, pekik Anet dalam hati.


Dengan hampir berlari, Anet keluar dari ruangan Dion.


...----------------...


Raehan berjalan dengan berjingkrak - jingkrak. Memainkan kertas yang baru di berikan Dion.


Ahhh,, sungguh senang hati nya. Mendapatkan nomer ponsel laki- laki idaman nya.


Entah ia mimpi apa kemarin malam, jalan menuju hati Agara seakan terbuka lebar bagi nya.


"Meski sekarang kak Aga, belum menyukai ku... Tapi dengan sekeras mungkin aku akan membuat nya jatuh cinta pada ku..." Batin Raehan dengan semangat menggebu- gebu.


Dugh...


Tubuh Raehan terhuyung ke depan, ia segera menyetabilkan tubuh nya. Untung ia tidak jatuh, jika tidak bisa- bisa lutut nya memar, karna mencium lantai keras.


"Ck... Ahhh... Gagal..." Celetuk suara bariton yang terdengar manis, membuat Raehan langsung menatap ke arah pria yang berambut sedikit merah yang berjarak satu meter dari nya.


"Kau... Kau sengaja membuat ku tersandung dengan kaki mu??.." Ujar Raehan dengan ekspresi sangar nya.


Tidak tertinggal jari telunjuk nya yang sudah berada tepat di depan wajah Felix. Menunjuk- nunjuk wajah pria biang rusuh itu.


"Lalu kenapa?? Kamu marah?? Apa yang bisa kamu lakukan pada ku??" Tantang Felix dengan senyum mengejek.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭?


__ADS_2