Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
cemburu


__ADS_3

...194 ❣...


Raehan melihat ke arah Fir yang sedang berbicara dengan gadis yang sudah membantu nya, Raehan segera mendekat ke arah sahabat nya saat gadis itu sudah pergi.


"Woaahhh ternyata ada kemajuan ya Fir. Aku tahu kamu menyukai gadis itu bukan...?" Ujar Raehan dengan nada menggoda Fir sambil menepuk bahu Fir yang hanya diam dengan wajah di tekuk ke dalam, karna kesal dan merasa tersinggung dengan semua perkataan pahit Jessi.


"Ck... " Fir berdecak kesal, lalu melangkah tanpa menggubris perkataan Raehan.


Saat ini ia benar- benar sangat kesal.


Bagaimana bisa ada seorang gadis yang begitu sinis dan judes seperti Jessi.


Bahkan yang keluar dari bibir nya sangat menyakiti hati nya yang lembut.


Raehan menaut kan ke dua alis nya, melihat Fir yang langsung pergi dengan wajah kesal.


Sebenar nya apa yang di bicara kan Fir dengan gadis berkaca mata itu.?


Pikir Raehan, yang langsung menggendik kan bahu nya. Karna ia sama sekali tidak tahu apa jawaban nya.


Ia akan menanya kan nya pada Fir, saat mood pria itu kembali membaik.


Jika tidak pasti ia akan terkena semprotan jika terus bertanya.


...----------------...


Acara seleksi ke dua di mulai. Di mana ke dua puluh satu orang peserta sudah berada di tengah- tengah aula yang di mana seluruh dewan guru berkumpul dengan semua anggota osis yang berjumlah sebanyak tiga puluh orang.


Kursi- kursi berjejer dengan rapi, di mana sebagian sudah di isi namun sebagian yang lagi masih kosong.


Raehan hanya menatap ke depan, di mana di tengah- tengah sudah berdiri podium yang akan di guna kan bagi para peserta seleksi untuk menyampai kan misi dan visi yang akan menentu kan calon ketua dan wakil ketua osis yang layak. Di mana empat pasangan paslon itu kembali akan mengikuti seleksi terakhir yaitu seleksi debat yang akan di selenggarakan tepat di aula utama yang akan di saksi kan oleh seluruh murid Milver High School.


Raehan benar- benar sedikit gugup, karna untuk pertama kali nya ia akan berdiri di atas podium, di mana podium itu sering di guna kan oleh orang- orang penting untuk menyampai kan sesuatu yang penting.


Raehan menghirup oksigen dalam- dalam, mengisi paru- paru nya agar kegugupan nya menghilang. Lalu menghembus kan nafas nya pelan, di mana ia mensugesti diri nya jika ia pasti bisa melewati tahap ini.


Tanpa Raehan sadari, ke dua bola mata merah sedang memperhatikan gelagat nya dari daun pintu.


Senyum kecil terulas dari wajah yang sedang memperhatikan gadis kecil yang sedang duduk sambil meremas rok nya, sangat teelihat jika saat ini gadis itu terlihat gugup.


Raehan membuka buku tulis nya, membaca ulang visi misi yang sudah ia buat, lalu menutup nya kembali.


"Aku yakin aku pasti bisa... Ini bukan masalah yang sulit... !" Lirih Raehan dengan membangun tekad dan semangat nya.


Hap...

__ADS_1


"Apa kekasih ku sangat gugup?" Bisik Agara yang kini sudah berada di atas Raehan, di mana ke dua tangan Agara menutup ke dua mata Raehan.


Raehan tersenyum lebar, lalu memegang ke dua tangan Agara dengan tangan nya, menarik tangan itu agar melepas kan ke dua mata nya.


"Kak Aga...!" Seru Raehan dengan menarik tangan Agara, agar pacar nya duduk di samping nya.


Blush...


Ke dua pipi Raehan langsung merona, saat melihat penampilan baru Agara.


Satu kata buat penampilan Agara tampan.


Bahkan Raehan tidak berkedip sama sekali karna saking terpesona dengan ketampanan Agara yang benar- benar terlihat sempurna hari ini.


Bahkan wajah muram dan dingin, yang selalu ia lihat, hari ini tidak tampak, berganti kan dengan wajah penuh sinar seperti bulan purnama.


Klep....


Agara menjentik kan jari nya di depan wajah Raehan yang masih menatap nya tanpa berkedip.


Agara menarik turun kan alis nya, seolah memberi isyarat ada apa dengan Raehan.


"Ada apa ?" Tanya Agara yang sudah tidak sabar mendengar penilaian sang kekasih.


Tentu saja ia yakin pacar nya akan mengata kan jika diri nya sangat tampan, atau mungkin akan langsung memeluk nya. Batin Agara dengan percaya diri.


"Kenapa hari ini penampilan kak Aga sangat berebeda?" Tanya Raehan dengan menggigit bibir bawah nya.


Bukan nya diri nya tidak suka dengan penampilan baru Agara, tapi ini terlalu sempurna ia tidak ingin pacar nya banyak di lirik oleh para gadis, bisa panas ke ubun- ubun darah nya.


Wajah Agara yang sudah menunggu dengan penuh harap, seperti tertarik hingga membuat wajah nya keriput karna kecewa.


Bukan nya pujian yang ia dapat kan, melain kan sebuah pertanyaan.


Hhhh... Ayo lah ia sudah berdiri di depan cermin selama dua jam, hanya untuk membuat penampilan nya terlihat sempurna , dan itu diri nya lakukan hanya untuk Raehan pacar nya.


"Hhhh seperti nya aku salah mengubah penampilan ku... Niat nya hanya untuk menyenang kan kekasih ku jika dia memiliki seorang kekasih yang tampan... Tapi apa yang ku dapat kan? pujian atau pelukan tidak sama sekali..." Dumel Agara dengan menghembus kan nafas nya kecewa.


Raehan memejam kan mata nya, karna merasa bersalah. Seharus nya ia tidak mempertanya kan hal itu, tapi mulut nya benar- benar sama sekali tidak bisa di kontrol.


"Bukan.. Begitu... Hanya saja penampilan kak Aga terlalu mencolok bagaimana jika para gadis terus menatap mu.. Mulai dari gadis yang jelek, standard, bahkan cantik pasti akan langsung menempel pada mu.. Lalu aku bagaimana dengan nasib ku..." Raehan menunjuk diri nya sendiri, dengan wajah mengembung sedikit kesal.


Mempunyai kekasih yang tampan butuh mental kuat, tapi untuk masalah cemburu jangan di tanya wanita manapun tidak akan bisa menahan hal itu.


Agara mencebik kan bibir nya, mendengar jawaban polos Raehan yang lansung mampu membuat rasa kecewa dalam diri nya lenyap, di ganti kan dengan rasa teristimewa kan.

__ADS_1


Manis sekali.


"Astaga ternyata kau cemburu?" Cicit Agara dengan tatapan jahil nya, yang mampu membuat Raehan merasa di telanjangi oleh tatapan jahil Agara.


"Tidak... Tidak.. Bukan begitu yang aku maksud..." Sangkal Raehan menutupi rasa malu yang benar- benar sedang mencambuk diri nya.


"Sudah kamu mengaku saja... Wajah saja jika kamu cemburu, pacar mu ini pria tampan... Ha..ha" Ledek Agara yang semakin membuat Raehan memberengut.


"Aku bilang tidak... Arti nya tidak... Aku cuma mengata kan hal itu agar kak Aga tidak di tempeli terus oleh para gadis.. Karna aku tahu kak Aga tidak menyukai hal itu..."


"Jika sekarang aku menyukai nya bagaimana? pasti akan sangat menyenag kan jika di kerubungi oleh gadis cantik dan juga seksi..."


"Jika kak Aga berani akan aku pasti kan kepala mu tidak akan punya rambut lagi..." Sergah Raehan dengan tatapan tidak suka.


Ia tidak suka mendengar perkataan Agara barusan. Hati nya tidak terima jika hal itu terima jika hal itu terjadi.


"Ha... Ha... Ha..." Tawa Agara pecah seketika mendengar ancaman tak berbobot Raehan.


Sungguh berada di dekat gadis itu membuat diri nya selalu tertawa lepas, dengan guyonan jenaka, gombalan, bahkan tingkah gadis dengan spesies langka tersebut.


"Apa kau sudah siap rubah betina ?" Sarkas suara dingin menghancur kan obrolan sepasang kekasih itu.


...----------------...


...****************...


Kalau kek gini.. aku juga bakal nempel kali Rae..


Udah agara buat othor aja😍😍


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2