
...223π...
Raehan dan Agara terlihat di sebuah stand makanan yang ada di pinggir jalan.
Kali ini mereka menjajal makanan nasi campur, di mana lauk terlihat menghiasi piring- piring mereka dengan nasi putih seputih susu.
Siapa lagi jika bukan Raehan, yang mengusul kan untuk makan di pinggir jalan.
Padahal Agara sudah menolak dan mengajak Raehan untuk pergi ke sebuah restoran.
Namun lagi- lagi gadis mungil itu menolak dan merenggek untuk menjajal makanan pinggir jalan.
Dan tentu saja, Agara tidak pernah bisa untuk menolak dan tidak menurut, bagi nya memenuhi keinginan Raehan adalah yang paling utama dan membuat Raehan bahagia adalah yang terpenting.
Lagi pula ia juga tidak keberatan untuk makan makanan seperti ini, karna ia tahu kekasih nya sangat pandai memanjakan lidah nya.
Itung- itung kulineran ala anak kontrakan lah ya.
"Kak Aga harus mencoba makanan satu ini.. Nama nya nasi campur..." Cicit Raehan dengan menunjuk kan dua jempol nya. Sementara air liur nya ingin jatuh karna melihat makanan yang begitu lezat dan menggiur kan.
Apa lagi melihat benda berwarna merah dengan bahan dasar cabe rawit yang di sebut sambel, semakin menggugah selera makan Raehan.
"Kenapa kamu tidak mau pergi ke restoran ? apa kamu tidak menyukai tempat dan makanan di sana?" Tanya Agara dengan menatap Raehan serius.
"Bukan tidak suka, hanya saja aku ingin makan nasi campur, untung kita lewat sini.. Lagi pula makanan di restaurant ngak kalah enak kok sama makanan di pinggir jalan... Kalau ada yang murah kenapa harus yang mahal.." Cengir Raehan, di mana jiwa hemat nya bangkit seketika.
Tak ingin membuang waktu dengan meladeni Agara, Raehan segera menyendok kan nasi putih dengan lauk daging ke dalam mulut nya.
Sungguh sensasi yang benar- benar lezat, bahkan ke dua mata nya merem- melek karna nikmat.
Agara hanya mendengus pasrah, mendengar jawaban Raehan. Lalu ikut memakan makanan nya.
Dan benar saja, lagi- lagi makanan pinggir jalan ini menggoyang lidah nya.
Sangat enak dan lezat.
"Kamu punya rencana kita akan kemana?" Tanya Agara setelah selesai makan, di mana tangan nya mengusap bibir nya dengan tissu.
Lalu tangan nya terulur untuk membersih kan bibir Raehan. Yang tentu saja membuat Raehan tersenyum - senyum meleleh.
"Ada... Kita ke taman bermain anak.." Jawab Raehan dengan memasuk kan potongan terakhir kerupuk ikan yang ada di tangan nya.
"Lebih baik kita ke mall saja... Kita bisa menonton bioskop.." Seru Agara yang sedikit tidak setuju dengan tempat tujuan yang di ingin kan Raehan.
Mereka berdua sedang berkencan, ya kali mau ke taman anak.
Pikir Agara.
"Tidak.. Aku tidak mau menonton.. Aku ingin ke taman bermain anak- anak..."Tegas Raehan.
__ADS_1
"Tapi untuk apa sayang? kita mau berkencan lagi pula kita belum punya anak untuk di ajak ke taman itu.." Tolak Agara dengan mendelik.
"Pokok nya aku tidak mau... Aku ingin ke taman bermain anak- anak..." Wajah Raehan langsung cemberut dengan bibir yang tertekuk ke dalam, persis seperti pantat bebek yang baru bertelur.
Agara menghela nafas nya, jika sudah begini ia mana bisa menolak.
Pasti jika memaksa, wajah jelek Raehan akan terus seperti itu sampai mereka pulang.
Tentu saja Agara tidak suka.
"Baik lah.. Kita akan pergi ke sana..." Seru Agara dengan senyum yang di paksakan.
"Ngak ihlas ya?"
"Ngak kok apa sih yang ngak buat kamu..." Agara mencubit pipi gembul sang kekasih dengan gemas.
Sekali pun ke bawah kolong jembatan, asal bersama Raehan ia akan selalu bahagia.
"Astaga aku bucin banget sama ni cewek..." Ringgis Agara membatin.
Sesuai dengan keinginan Raehan, Agara melajukan mobil nya menuju taman bermain anak- anak.
Di mana satu tangan nya terus menggengam tangan Raehan, yang malah asik bersorak ria melihat pemandangan di tepi jalan.
Hingga Akhir nya mereka berhenti di sebuah taman bermain anak- anak, di mana taman itu terlihat cukup sepi. Namun ada beberapa orang tua yang menemani anak- anak mereka untuk bermain.
Agara memarkir kan mobil nya, lalu segera turun dan berjalan memutar untuk membukakan pintu untuk Raehan.
Raehan tersenyum lebar, melihat pemandangan di depan nya.
Ia menghirup udara dalam- dalam, meraup oksigen sebanyak mungkin untuk ia salur kan ke dalam paru- paru nya.
Ia sengaja mengajak Agara ke tempat ini, karna ia ingin Agara merasa kan masa kecil nya.
Meski ini terdengar konyol, namun Raehan ingin Agara mendapat kan moment bahagia meski sudah sangat terlambat.
Tapi setidak nya Agara bisa merasa kan indah nya bermain di taman bermain anak- anak ini.
Raehan tidak tahu jika dulu Agara pernah ke taman ini atau tidak.
Agara memasang wajah datar nya, di mana pandangan nya menelisik tempat di mana kini ia berpijak.
"Kak Aga dulu pernah ke sini ngak ?" Tanya Raehan dengan mengamit manja lengan Agara.
"Tidak... Aku tidak pernah ke sini.." Jawab Agara datar, di mana ingatan nya tentang masa kecil nya yang suram kembali terbayang.
Jangan kan tempat seperti ini, bahkan ke dua orang tua nya tidak pernah menemani diri nya di tempat tidur, seperti anak- anak lain nya yang paling tidak di bacakan dongeng saat akan tidur.
Agara menatap lekat ke arah seorang anak laki- laki yang sedang bermain jungkat- jungkit bersama ibu nya.
__ADS_1
Anak itu terlihat begitu riang dan bahagia.
Raehan yang memperhati kan arah tatapan Agara, tiba- tiba menjadi sedikit sedih.
Raehan tahu pasti Agara merasa sedih, melihat pemandangan harmonis di hadapan nya.
"Sayang...!" Raehan menggoyang kan lengan Agara, membuat Agara menunduk kan pandangan nya pada Raehan.
"Ayo kita main perosotan.. Aku yakin kak Aga tidak pernah main perosotan kan..." Ucap Raehan dengan ceria bahkan menarik tubuh Agara mendekat ke arah wahana perosotan.
Melihat Raehan yang ceria, membuat Agara menepis rasa sedih dan marah dalam hati nya.
Ia tidak ingin moment nya bersama Raehan terbuang sia- sia.
"Kau saja yang main... Perosotan sekecil itu mana mungkin muat untuk ku.." Tolak Agara saat Raehan mendorong tubuh nya untuk bermain.
Raehan mendengus kesal.
"Ayo lah kita bermain.. Aku mohon permainan ini sangat seru.. Kita juga akan mencoba yang lain.. Jungkat- jungkit, lalu komedi putar dan yang lain nya juga..." Renggek Raehan memaksa seperti anak kecil.
"Baik lah aku mau bermain jika kau menc--"
Cup..
Cup..
Raehan langsung berjinjit mengecup ke dua pipi Agara dengan cepat, lalu tersenyum nakal pada Agara.
"Baik lah ayo kita bermain..." Seru Agara dengan antusias setelah mendapat kan apa yang ia ingin kan.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???