Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Mika.


__ADS_3

...29...


"Di... San... Sana..." Ujar Miya terbata- bata dengan suara rendah hampir tidak terdengar.


Raehan menatap Miya sejenak, lalu melempar pandangan nya ke arah toilet yang tertutup rapat.


Deg...


Deg...


Deg...


"Astaga sekarang aku ikutan deg degan... Sebenar nya ada apa sih dalam toilet itu..." Batin Raehan dengan tubuh menegang.


Sial, sekarang diri nya ikut gemetaran. Suasana semakin mencekam di antara mereka. Persis seperti film horor.


Miya memegang erat pergelangan tangan Raehan, menarik nya pelahan, menuntun nya mendekat ke arah toilet.


"Hiks.... Hiks... Begini kah... Apa kekurangan ku Hiks... Hiks..." Suara tangis memilukan yang terdengar samar dari balik pintu toilet yang tertutup.


Mata Raehan membesar , ia semakin bingung. Untuk apa Miya menariknya ke sini hanya untuk mendengar seorang gadis menangis.


Apa teman nya ini berpikir suara tangis gadis itu adalah suara hantu?.


"Kau menarik ku hanya untuk mendengar gadis yang sedang menangis Mi...!" Ujar Raehan dengan suara kecil, yang langsung di bekap oleh tangan Miya lagi.


Miya menggeleng cepat, membantah dugaan Raehan.


"Dengar kan dengan baik- baik..." Timpal Miya tak kalah dengan berbisik pula.


Raehan semakin mendekat kan tubuh nya ke daun pintu. Menempel kan telinga nya. Untuk mendengar dengan jelas apa yang terjadi.


"Hiks... Hiks... Terimalah aku menjadi kekasih mu... Hiks... Hiks... Jika tidak hidup ku tidak penting sama sekali.... Hiks... Hiks... Kau menolak ku itu sama saja dengan meminta ku untuk pergi dari dunia ini... Hiks..."


Ke dua mata Raehan membola, dengan Mulut terbuka lebar.


Gugup dan takut menyatu dalam tubuh nya. Saat mendengar suara tangisan dari balik pintu.


Seorang gadis sedang mengalami patah hati karna cinta nya di tolak, dan ingin mengakhiri hidup nya di dalam toilet sekolah. Ini sungguh sangat menyeramkan.


Bisa- bisa sekolah elit ini berubah menjadi sekolah berhantu dengan arwah gadis ini yang bergentayangan.


Raehan menatap Miya dengan wajah yang juga memucat, tapi kesadaran nya masih ada di banding kan dengan teman di depan nya yang sudah ketakutan setengah mati.


Miya mengangguk cepat dengan menelan saliva nya paksa.


Siapa yang tidak sok atau ketakutan jika menghadapi kondisi seperti ini. Di mana seorang gadis akan melenyap kan diri nya di depan mata mereka sendiri.


Raehan menghela nafas nya panjang. Ini tidak boleh terjadi.


Gadis yang ada di dalam toilet tidak boleh melenyap kan diri nya , hanya karna cinta nya di tolak.


Belum lagi jika itu terjadi, maka nama sekolah ini akan tercemar akan kasus ini.


Ia tidak bisa membiarkan hal ini. Ia tidak bisa membiarkan seorang gadis melenyap kan diri nya. Dan juga ia tidak akan membiarkan nama sekolah ini menjadi tercemar.

__ADS_1


"Aku harus melakukan sesuatu..." Batin Raehan, memejam kan ke dua mata nya. Memutuskan apa yang akan di lakukan.


Raehan menarik nafas panjang, menelan saliva nya paksa. Menyingkirkan rasa takut yang sedang membelit nya.


Memberanikan diri untuk melakukan apa yang sedang ia pikir kan.


Dengan cepat, tangan Raehan terayun dengan tenaga penuh.


Memutar knok pintu dengan keras, hingga knok pintu rusak.


Raehan mendobrak daun pintu yang terkunci dari dalam.


Brak...


"Aaaaa......!!!" Teriak Miya histeris dengan menutup telinga nya dengan ke dua tangan nya.


Air mata ketakutan merembes dengan sempurna di pipi nya.


Saat melihat gadis di dalam toilet itu memotong urat nadi nya sendiri dengan pisau kecil. Di saat pintu terbuka.


Tubuh gadis itu limbung dan jatuh tepat di depan sepatu Raehan.


Bersamaan dengan rembesan darah yang mengalir dengan deras dari pergelangan tangan yang di potong.


Raehan mematung kikuk. Ia mencoba menetralisir setiap kejadian yang ia lihat.


Sungguh kejadian yang tidak pernah ia bayangkan atau pun mimpikan sebelum nya.


Raehan menundukkan wajah nya. seragam nya yang berwarna putih, kini ternoda oleh bercak- bercak darah yang menyembur dari tangan gadis yang sudah tak sadarkan diri di bawah kaki nya.


Dengan nafas tersenggal- senggal. Raehan mengulurkan tangan nya yang terlihat gemetar. Menyentuh bahu gadis itu.


Ia sangat takut saat ini.


"Aku tidak bisa membiarkan nya tiada dengan cara sampah seperti ini... Hhh..." Gumam Raehan gemetaran.


Ia langsung menarik tubuh gadis itu keluar dari toilet. Menyeret tubuh itu untuk segera di antar ke klinik.


Sebelum nya, Raehan menyobek rok nya, dan membalut luka yang ada di tangan gadis itu. Untuk mengurangi pendarahan.


Raehan menatap Miya yang meringkuk ketakutan. Ia ingin menarik teman nya itu dalam pelukan nya. Menenangkan nya dan mengatakan jika semua nya akan baik- baik saja.


Tapi, sekarang yang lebih penting adalah menyelamat kan nyawa gadis ini.


Raehan menyeret tubuh gadis itu dengan susah payah keluar dari toilet.


Ia berharap semua nya akan baik- baik saja.


...----------------...


"Cepat bawa tandu..."


"Darah nya terus mengalir..."


"Mika... Bangun... Astaga apa yang terjadi pada mu...??"

__ADS_1


Keriuhan langsung terdengar, saat tubuh gadis yang bernama Mika itu keluar dari toilet.


Para siswa dan siswi langsung mengerumuni tubuh Mika, begitu Raehan berhasil mengeluarkan nya dari dalam toilet.


Para PMR, dan juga perawat sekolah bergegas untuk membawa tubuh Mika yang sudah tak sadar kan diri ke klinik sekolah.


Ini adalah sekolah Elit, bahkan ia memiliki klinik kesehatan yang setara dengan rumah sakit.


Raehan mematung di tempat, mencerna setiap kejadian yang baru saja di alami nya. Membiarkan tubuh nya di tabrak, di senggol, atau di dorong oleh siswa yang lain. Yang ingin melihat Mika.


Dada nya masih bergemuruh cepat, dengan siratan ketakutan yang terpancar jelas di ke dua mata nya.


Ia sudah berusaha tegar, melawan rasa takut nya. Tapi tetap saja ia tidak bisa. Ia hanya gadis biasa yang akan takut jika melihat insident mengerikan seperti ini.


Sebuah tangan kekar dengan cepat, menarik tubuh nya. Hingga menjauh dari kerumunan.


...----------------...


Suasana sekolah hari itu benar- benar gaduh dan kacau.


Para dewan guru bahkan turun tangan untuk menangani masalah itu.


Tak tertinggal pula Dion , sang ketua osis sejak tadi berlarian keluar masuk klinik.


Di sini lah peran nya sebagai ketua osis di gunakan.


Ia harus menetralisir kekacauan ini. Sebelum masalah ini sampai keluar dari sekolah.


Ia tidak habis pikir, bisa- bisa gadis itu melenyap kan diri di dalam toilet sekolah.


Dia kan bisa mencari tempat lain untuk melakukan hal itu.


Menambah pekerjaan dan beban nya saja, Pikir Dion kesal.


"Anet... Blokir semua pemberitaan di sekolah ini... Jangan sampai siswa lain menyebarkan nya di media sosial... Blokir semua akun mereka....!!!" Titah Dion dengan tergesa- gesa yang langsung di laksanakan oleh Anet.


Ini lah pekerjaan nya di bidang HuSos, menyaring setiap berita yang keluar masuk ke dalam sekolah.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭?


__ADS_2