
...244π...
Mobil penculik itu berbelok ke arah jalanan sepi dan kecil, lalu terus masuk ke area yang terlihat seperti hutan hingga berhenti di depan sebuah bangunan besar yang lebih mirip gudang kosong.
Mobil Dion juga berhenti tepat di belakang mobil penculik itu.
Ke dua netra Dion langsung menangkap penculik yang keluar dari dalam mobil dengan menggendong tubuh Raehan.
Terlihat wajah Dion memerah sempurna dengan rahang yang mengeras.
"Brengsek.. Berani sekali kalian menculik Raehan..." Marah Dion dalam hati yang langsung melompat keluar dari mobil.
Ke dua tangan Dion terkepal erat, bahkan buku- buku tangan nya sampai memutih dengan sempurna.
Kemarahan Dion semakin meledak- ledak saat melihat seragam Raehan yang berdarah.
Membuat Dion ingin rasa nya menghabisi ke dua pria di hadapan nya itu.
Dion berlari mendekat, dan menendang punggung penculik yang tengah membopong kawan nya.
Bugh..
Bruk...
Tubuh penculik itu langsung ambruk ke tanah.
Sementara penculik yang tengah membopong tubuh Raehan berbalik dan terlihat kaget melihat kemunculan Dion.
Ia yakin jika pria remaja itu kemari untuk menyelamat kan gadis yang sedang ada di dalam gendongan nya.
"Sial...!" Umpat pria itu yang langsung melenggang pergi masuk ke dalam bangunan sambil membawa tubuh Raehan yang belum sadar kan diri.
Penculik yang sempat terkapar karna tendangan pria remaja yang tiba - tiba muncul itu pun bangkit.
Dengan gerakan cepat, penculik itu menyerang Dion dengan melayang kan pukulan- pukulan mentah nya pada Dion.
Hingga ke dua nya kini berkelahi dengan cukup sengit.
Dion terus menangklis setiap gerakan penculik itu. Namun karna kurang cepat satu pukulan mendarat di perut nya.
Bugh....
"Aahhhh....." Ringgis Dion yang semakin marah saat tubuh nya berhasil di pukul.
Dion melayang kan tendangan nya dengan melompat dan memelintir tubuh nya di udara, di mana tendangan nya mendarat tepat di kepala penculik itu.
Dugh..
Bruk...
Tubuh penculik itu ambruk terkapar tak bergerak lagi. Sementara tubuh Dion mendarat dengan sempurna di tanah.
Deru nafas Dion terlihat memburu. Menghajar penculik itu benar- benar cukup membuang tenaga nya.
Namun tidak, ia harus segera membebas kan Raehan sebelum penculik itu melukai Raehan.
Dion segera bangkit dan melangkah kan kaki nya hendak masuk ke dalam bangunan di depan nya.
Namun langkah nya langsung terhenti saat sepuluh orang pria berbaju hitam keluar dari bangunan di depan nya.
__ADS_1
"Sial.. Ternyata mereka banyak juga..." Umpat Dion yang melihat pria- pria yang memakai pakaian serba hitam itu mengelilingi diri nya.
Menghalangi diri nya untuk masuk ke dalam bangunan tersebut.
Dion memasang ancang- ancang waspada. Di mana sepuluh musuh nya sedang mengepung diri nya di setiap penjuru arah angin.
Salah satu pria berpakaian hitam tersebut menyerang Dion dengan brutal.
Hingga terjadi lah perkelahian tak sepadan. Di mana satu remaja melawan sepuluh orang dewasa.
Dion terus menangklis pukulan dan serangan yang di tuju kan pada nya.
Berharap dan bertekad ia harus menang walau pun kemenangan itu terlihat sangat kecil.
Dion terus terpukul mundur, tentu saja tenaga nya tidak akan cukup melawan sepuluh orang yang menyerang secara bersamaan.
Bugh...
Dugh... Brak...
Tubuh Dion terpelanting membentur tabung drum yang ada di belakang nya.
Membuat tabung drum kosong itu rinsek alias penyok karna benturan tubuh Dion.
Kazuya yang melihat perkelahian yang terus memojok kan Dion semakin khawatir.
Ia ingin keluar membantu, tapi ia tidak bisa keluar dari mobil karna ia tidak bisa membuka benda besi yang bernama mobil ini.
"Aduh benda ini udah kek penjara... Gimana aku bisa keluar dan membantu nya.. Astaga mau pencet yang mana ini?" Dumel Kazuya yang benar- benar tidak mengerti bagaimana cara kerja benda ini.
Kazuya menggedor- gedor pintu mobil berharap benda ini terbuka , dan ia bisa keluar.
Hingga tanpa sengaja tangan Kazuya memencet sebuat tombol , membuat pintu mobil akhir nya terbuka.
Dengan cepat Kazuya keluar dari mobil, namun nasib nya memang sangat buruk.
Leher nya serta tangan nya langsung di bekuk oleh para penculik.
"Heii lepas kan aku... lepas kan..!" Teriak Kazuya yang memberontak. Namun semakin ia memberontak tangan nya yang di pelintir ke belakang semakin di tekuk dengan keras.
Sementara Dion juga berada di kondisi yang sama.
Dengan cepat Dion berhasil di lumpuh kan meski dia sudah berhasil menumbang kan tiga musuh dan melukai dua musuh.
Sementara wajah Dion sudah babak belur.
Ke dua remaja itu langsung di geret masuk ke dalam bangunan yang sudah tak berpenghuni tersebut.
...----------------...
Lessia terlihat begitu sumringah di mana kini ia sedang duduk di meja rias.
Seorang perias tengah mengoles kan bubuk ajaib nya di pipi indah Lessia.
Lessia menatap pantulan diri nya yang ada di cermin.
Di mana kini ia sedang memakai gaun dengan taburan berlian di setiap sisi nya. Yang akam mengkilap terkena sinar cahaya lampu.
Benar- benar sangat indah.
__ADS_1
Yah, hari ini adalah hari pertunangan nya dengan Agara.
Ia ingin tampil cantik dan paling cantik sehingga semua orang akan memuja kecantikan nya.
Hari ini juga, Lessia sangat merasa senang karna hari ini Raehan akan melihat pesta megah yang akan di laksana kan. Di mana Agara akan resmi menjadi milik nya.
Ia sudah bisa membayang kan wajah Raehan yang akan menangis dengan sangat histeris ketika Agara nanti akan memasang kan benda bundar bernama cincin ke jemari indah nya.
Ia sudah sangat tidak sabar untuk melihat Raehan hancur.
"Tolong rias aku secantik mungkin... Aku ingin menjadi pusat perhatian..." Seru Lessia.
Sang penata rias mengangguk mengerti.
Lessia sengaja tidak masuk sekolah , lagi pula ia juga tidak lulus seleksi osis. Jadi ia tidak memiliki kegiatan apa pun.
Lagi pula ia sudah mengundang semua siswa mau pun siswi bahkan semua dewan guru untung datang ke acara pesta pertunangan nya.
Hari ini sekolah tidak akan melakukan aktivitas ngajar- mengajar karna Lessia meminta semua nya untuk hadir di acara nya.
Tentu saja semua nya mau, siapa yang akan menolak undangan dari anak seorang mentri kota ini.
Lessia meraih ponsel nya, melihat detik waktu yang terus bergulir.
Menunggu adalah sesuatu yang sangat membosan kan.
Lessia memain kan benda ajaib itu dan menekan nomer Mr. Vinsion.
Ia ingin memasti kan jika Mr. Vinsion sudah berhasil membujuk Agara.
Ia tidak ingin acara pertunangan nya hari ini batal karna ia tahu Agara menolak keras pertunangan ini.
Ia juga tidak ingin di permalukan. Bisa- bisa harga diri dan reputasi nya hancur seketika.
"Hallo Lessia...!" Suara sapaan Mr. Vinsion dari ujung telpon.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
__ADS_1
.