
...255π...
Tubuh penculik itu terlempar dengan keras karna ulah Dion.
Ke dua rekan penculik tersebut terlihat gelagapan saat melihat tawanan mereka berhasil lepas.
"Kau bantu Raehan keluar dari toran.. Biar aku yang urus mereka...!" Titah Dion dengan lantang di mana kini ke dua mata nya memerah penuh amarah yang siap untuk di lampias kan.
Salah satu penculik itu langsung menyerang Dion.
Melayang kan beberapa pukulan hingga terjadi lah perkalahian yang cukup sengit antara penculik tersebut dengan Dion.
Ke dua nya saling menghindar dan menyerang satu sama lain nya. Bahkan beberapa pukulan saling mengenai sasaran.
Kazuya segera menaiki tangga, di mana ia menunduk kan tubuh nya melihat ke dalam toran.
Terlihat Raehan yang berusaha menjangkau bibir toran dengan tangan nya, namun karna tangan nya yang tidak terlalu panjang membuat ia kesusahan untuk meraih bibir toran.
Namun Raehan bersyukur saat melihat wajah Kazuya.
Akhir nya ia akan keluar dari tabung bedebah ini.
Namun wajah senang Raehan langsung panik saat melihat satu penculik yang hendak memukul Kazuya dari belakang.
"Kazuya di belakang mu...!" Teriak Raehan memperingat kan Kazuya.
Dengan spontan Kazuya menangklis serangan penculik yang hendak melayang kan satu pukulan ke tengkuk nya.
Namun berkat Raehan ia tahu jika penculik sialan ini ternyata ingin menyerang nya dari belakang.
"Dasar bedebah.. Kau selalu menyerang dari belakang..." Umpat Kazuya dengan menendang tulang kering penculik tersebut.
Dugh...
Brak....
"Aaaaauuuuhhhhh..." Pekik penculik itu dengan tubuh yang terjatuh dari atas tangga. Di mana punggung nya terasa memar karna terkena lantai yang keras.
"Rae... Ulur kan tangan mu cepat...!" Seru Kazuya dengan mengulur kan tangan nya pada Raehan.
Raehan mengangguk, dan segera menggenggam tangan Kazuya dengan erat.
Terpaan udara yang menghembus tubuh nya yang basah kuyup membuat bibir Raehan bergetar karna kedinginan.
Kazuya dengan sekuat tenaga mengangkat tubuh Raehan.
"Genggam tangan ku dengan kuat... Eekkkhhhh...." Ucap Kazuya dengan suara tertahan seperti ia sedang menahan kentut.
Raehan segera memeluk tubuh Kazuya saat tubuh nya berhasil di angkat dan kaki nya akhir nya bisa berpijak di atas tangga.
Raehan menghela nafas nya, meraup oksigen sebanyak mungkin untuk di alir kan ke paru- paru nya.
Berada di dalam toran air hanya beberapa menit saja membuat dada nya terasa sesak karna kehabisan nafas.
Namun untung saja, ia berhasil membuka penutup toran dan seperti nya Kazuya berhasil melepas kan diri dari ikatan penculik itu dan bisa menolong diri nya.
Ia benar- benar merasa berhutang budi pada Kazuya.
__ADS_1
Bam...
Bruuuukkk...
Suara benturan keras menyadar kan Raehan, di mana ia melihat di sudut ruangan.
Dion tengah melawan dua penculik sekaligus di mana tubuh nya terlempar ke tembok hingga reruntuhan bangunan yang lapuk menimpa tubuh Dion.
"Kak Dion...!" Lirih Raehan dengan panik. Lalu bergegas bangkit dan turun dari tangga.
Melihat Raehan berlari pergi menuju ke arah Dion yang sedang berkelahi, membuat Kazuya hendak mencegah Raehan.
Apa lagi Raehan terlihat pucat dengan bibir yang membiru , namun belum sempat Kazuya mengeluar kan suara nya.
Penculik yang baru saja ia buat terjatuh dari tangga menarik tangan nya, hingga tubuh nya yang rapuh terhuyung menuruni tangga.
Penculik itu menggeram marah, Karna Kazuya sudah berani membuat diri nya jatuh.
Dengan brutal penculik itu melayang kan bogem mentah tepat di wajah Kazuya.
Klopp...
Namun dengan sigap Kazuya menangklis bogeman mentah penculik itu dengan menahan nya dengan telapak tangan nya.
Bughh....
Namun tanpa Kazuya terka satu tangan bebas penculik itu berhasil memukul perut nya.
Hingga tubuh kurus nya terhuyung ke belakang.
Raehan menatap penuh amarah dua orang yang sedang memukul Dion dengan brutal.
Raehan memungut sebuah balok, di mana tangan nya menggengam balok itu dengan kuat.
Terlihat jelas tatapan amarah yang begitu besar di ke dua mata Raehan.
Dion menangklis satu pukulan yang mengarah ke arah jantung nya.
Namun di waktu yang bersamaan penculik lain nya melayang kan tendangan tepat di wajah nya.
Dughhhh....
"Sakit....!!" Jerit penculik yang hendak menendang Dion.
Dion yang sudah siaga untuk menerima tendangan yang pasti nya sangat menyakit kan itu. Ternyata tidak merasa kan apa pun. Malah penculik itu tiba- tiba menjerit kesakitan.
Dion melirik ke arah samping nya di mana gadis mungil yang di cintai nya berdiri membawa sebuah balok.
Dion merasa senang Raehan selamat, dan hati nya tersentuh karna Raehan telah menyelamat kan nya.
Tanpa menunggu lama, Dion memberi kan satu pukulan pada wajah penculik di hadapan nya.
Sementara Raehan berjalan mendekat ke arah penculik yang masih meringgis memegangi kaki nya yang terasa patah.
"Keparat.. ******.. Berani sekali kamu memukul ku...!" Sentak penculik itu dengan melayang kan tinju nya pada Raehan. Ia tidak peduli jika Raehan adalah seorang gadis. Amarah sudah memuncak di mana amarah menyelimuti setiap orang yang ada di dalam bangunan kosong itu.
Namun sebelum tinju maut penculik itu mengenai wajah Raehan.
__ADS_1
Raehan dengan cepat mengayun kan balok yang di bawa nya dengan sangat keras tepat di siku tangan penculik itu.
Bamm...
Krak...
"Aaaa....!"
Suara patahan tulang terdengar saat balok itu mengenai siku tangan penculik itu. Di mana lolongan teriakan kesakitan keluar dari mulut penculik itu.
Tanpa memberi kesempatan Raehan menendang bagian perut penculik itu dengan keras, hingga tubuh penculik itu terhempas ke lantai.
Brukk...
Raehan berjalan mendekat ke arah penculik yang sudah ia patah kan kaki dan tangan nya.
Tapi rasa nya rasa puas belum di rasa kan Raehan.
Ia masih mengingat dengan jelas ucapan dan tawa jahat ketiga penculik itu.
Penculik yang melihat tatapan tajam menyeram kan Raehan berusaha merinsut kan tubuh nya menjauh.
Ternyata gadis yang di kira lemah dan kecil ternyata lebih mengeri kan dari iblis atau pun monster.
Kilatan mata membunuh itu membuat seluruh tubuh nya bergetar.
"Tidak.... Tidak.." Lirih nya di mana rasa sakit mengerayani kaki dan tangan nya yang rasa nya berhasil di patah kan oleh Raehan.
Raehan berjongkok di hadapan penculik itu. Di mana tangan Raehan langsung membuka topeng yang di kenakan penculik itu. Hingga tampak lah wajah ketakutan dan bergetar penculik itu.
"Aku sudah mengata kan bukan.. Jika sampai aku bebas maka aku akan membalas rasa sakit tamparan mu itu berkali - kali lipat..."
"Aaaaaaaa......!!!" Teriak Penculik itu saat Raehan menggores kulit wajah nya mengguna kan paku tajam.
"Ini belum seberapa dengan rasa sakit hati ku..." Ucap Raehan dengan tatapan yang semakin nyalang.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
.