Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Mencari bantuan


__ADS_3

...242πŸ’›...


Bruk...


Tubuh penculik itu ambruk seketika.


Raehan menghela nafas nya lega, di mana ia membuang balok yang ada di tangan nya.


Bugh...


"Aaaauuuu..." Pekik Raehan saat merasa kan ada seseorang yang memukul nya.


Tubuh Raehan ambruk seketika saat seorang pria berpakain hitam memukul tengkuk leher nya dari belakang.


"Sudah cukup bermain- main nya gadis nakal..." Gumam pria berpakain hitam itu, lalu mengangkat tubuh kecil Raehan masuk ke dalam gendongan nya.


"Hei.. Kau... Di mana pria remaja yang bersama nya?" Tanya pria berpakain hitam itu pada anak buah nya yang masih sadar namun tengah terkapar tidak berdaya.


"Dia hanya sendiri tuan.. Mungkin mereka berpencar saat melewati pertigaan di ujung jalan... Uhukk.. Uhuk..." Timpal sang anak buah sambil terbatuk- batuk.


Kepala nya masih terasa pening karna pukulan keras dari Raehan.


Namun ia bersyukur karna nasib nya tidak sama dengan kawan nya, yang langsung bocor karna saking keras nya di pukul oleh gadis kecil itu.


"Ck.. Baik lah bawa teman mu yang lemah itu..." Seru sang pria berpakaian hitam itu lalu melangkah pergi membawa tubuh Raehan.


Sementara penculik itu segera mengangkat tubuh kawan nya yang sudah tidak sadar kan diri, dan memapah tubuh itu berjalan mengikuti sang bos.


Sementara Kazuya terdiam seribu bahasa di tempat.


Rasa nya tubuh nya tertanam di gang sempit ini.


Awal nya diri nya lega saat melihat Raehan yang berani menang melawan ke dua penculik itu.


Namun tanpa sepengetahuan Raehan, satu orang lain nya datang dan tiba - tiba menyerang Raehan dari belakang membuat tubuh kecil Raehan langsung ambruk.


Kazuya menggeleng cepat, ia tidak boleh hanya diam di sini saja.


*Jika sesuatu terjadi pada ku, cari lah bantuan untuk ku...


Jika sesuatu terjadi pada ku, cari lah bantuan untuk ku...


Jika sesuatu terjadi pada ku cari lah bantuan untuk ku*...


Perkataan Raehan beberapa saat yang lalu kembali tergiang di telinga Kazuya.


Yah, sekarang yang terpenting adalah diri nya harus mencari bantuan untuk menyelamat kan Raehan.


Sebelum para penculik itu kabur jauh, ia harus segera sampai di jalan raya dan meminta pertolongan pada orang lain.


Ia tidak bisa tetap diam.


Kazuya memaksa kan tubuh nya untuk bangkit.


Rasa sakit dan perih menjalar seketika di kaki nya.


Namun rasa sakit nya ini tidak akan mampu untuk menghenti kan diri nya.


"Raehan membutuh kan ku... Aauuuu.. Ssshhhh... Aku harus bisa mengikuti para penculik itu dan segera keluar dari jalan sepi ini...." Gumam Kazuya dengan menyeret kaki nya yang berdarah sekuat tenaga.

__ADS_1


Di mana ke dua mata nya terlihat terpejam dan terbuka menahan sakit.


Tatapan Kazuya tidak pernah henti, menatap para penculik di depan nya yang berjalan tanpa melihat ke belakang.


Sementara di aspal jalanan, terlihat darah Kazuya menetes.


Para penculik Raehan segera memasuk kan Raehan ke dalam mobil hitam mereka.


Sedang kan Kazuya langsung berlari di balik pohon agar tidak terlihat keberadaan nya oleh penculik itu.


Mobil hitam yang membawa Raehan akhir nya melaju pergi meninggal tempat.


Sementara Kazuya langsung menghambur ke jalanan meminta beberapa mobil untuk berhenti dan membantu nya.


"Stop...! Aku mohon... Berhenti bantu teman ku yang sedang di culik..." Teriak Kazuya dengan histeris sembari tangan nya melambai- lambai ke arah jalanan.


Namun seperti nya semua orang tuli dengan permintaan nya.


Tidak ada yang mau berhenti untuk membantu nya.


Jika seperti ini maka mobil hitam yang menculik Raehan akan semakin jauh, dan kemungkinan diri nya tidak akan bisa mengejar mobil itu.


Tanpa memperduli kan diri nya Kazuya langsung terjun ke tengah jalanan.


Hingga sebuah mobil putih mengerem mendadak di depan nya.


Ciiitttttt....


Kazuya menutup mata nya, berharap jika mobil itu tidak menabrak tubuh lemah nya.


Dion menginjak pedal rem dalam, sehingga tubuh nya sedikit terhempas karna perbuatan seseorang yang berdiri tanpa takut di tengah jalan.


"Orang ini gila apa gimana main berdiri di tengah jalan segala...!" Dumel Dion sebal. Ia harus segera datang ke sekolah, karna hari ini adalah hari terakhir seleksi.


Kazuya yang melihat mobil putih di depan nya berhenti, langsung menyeret langkah nya yang tertatih- tatih mendekat ke arah kaca mobil.


Tok..


Tok...


Tok..


Kazuya mengetuk kaca mobil dengan cepat, waktu yang ia miliki semakin mepet. Ia berharap jika mobil hitam itu belum jauh.


Dion yang melihat penampilan kumal pria seumuran nya dengan wajah yang di perban dan terlihat sangat kalut dan frsutasi merasa sedikit kasihan.


Ia pun menurun kan kaca mobil nya.


Dion mengerjit pada Kazuya, seolah bertanya ada apa?


"Aku mohon bantu aku.. Teman ku Raehan di culik oleh seseorang....!" Pekik Kazuya dengan suara gemetar di mana ia juga menahan rasa sakit di tubuh nya.


Deg...


Jantung Dion terasa di himpit oleh batu besar , saat mendengar satu nama yang di sebut oleh pria kumal itu.


Tidak mungkin kan jika yang di maksud adalah Raehan yang ia kenal?


"Raehan?" Lirih Dion sedikit syok.

__ADS_1


"Iya Raehan gadis berbandana.. Dia juga memakai seragam yang sama dengan mu.. Aku yakin kamu pasti mengenal nya... Aku mohon bantu aku..." Pinta Kazuya kini dengan mengatup kan ke dua tangan nya di depan dada.


Raehan.!


Seragam yang sama dengan nya !


Itu arti nya Raehan yang di kenal nya adalah Raehan yang sama dengan yang di bicara kan oleh pria kumal itu.


Dengan kepanikan dan kekhawtiran yang bercampur menjadi satu. Dion menatap Kazuya dan meminta pria itu untuk segera masuk ke dalam mobil nya.


"Baik lah... Cepat masuk ke mobil ku...!"


Dengan langkah yang tertatih- tatih Kazuya memutar ke samping mobil.


Tok..


Tok..


Tok..


Dion yang sudah panik bukan kepalang, menoleh ke samping di mana Kazuya lagi- lagi mengetok jendela mobil.


Dion mendesah.


"Apa lagi sih.." Lirih Dion kesal melihat Kazuya yang lamban.


Dion menurun kan jendela mobil hingga ia bisa dengan jelas melihat wajah Kazuya.


"Ada apa? cepat masuk...!" Sentak Dion dengan cukup ketus.


"Maaf tapi aku tidak bisa membuka pintu mobil..." Timpal Kazuya.


"Oh tuhan..." Gumam Dion yang tak habis pikir, jika ternyata masih ada orang yang tidak bisa membuka pintu mobil.


Dengan cepat, Dion membuka pintu mobil nya, membuat Kazuya segera masuk ke dalam mobil.


Tidak ada waktu untuk memikir kan tentang Kazuya yang kampungan yang tidak bisa membuka pintu mobil.


Yang terpenting sekarang adalah ia harus menemukan Raehan dan menyelamat kan Raehan.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2