Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Sedikit ketakutan Mr. Vinsion


__ADS_3

...252πŸ’›...


"Kak Aga jika kak Aga memang mencintai ku... Berjanji lah kak Aga tidak akan menyetujui pertunangan ini.. Jika kak Aga sampai melakukan itu maka aku akan sangat marah dan terluka..." Ucap Raehan dengan memaksa kepala nya yang tertarik untuk melihat ke layar ponsel di depan nya.


Di mana ada wajah tampan Agara yang menangis.


"Kak Aga berjanji lah..!" Tegas Raehan dengan meninggi kan suara nya.


Agara mengangguk pelan namun ia tidak tahu pilihan mana yang ia akan ambil.


Raehan tersenyum, ia yakin Agara tidak akan mengecewa kan kepercayaan nya.


Di mana tekad untuk segera keluar dari tempat ini semakin membara di dalam hati Raehan.


Slashhh...


Tablet yang ada di hadapan Agara, di rampas oleh Mr. Vinsion.


Ia tidak akan membiar kan gadis kecil itu mencuci kepala Agara.


"Gadis curuk... Berani sekali dia mengancam dan mencoba mencuci pikiran Agara... Tapi tidak kali ini aku yang akan menang..." Batin Mr. Vinsion di mana sekarang ia menatap wajah Raehan yang menatap nya sombong.


"Hei bocah tengik kamu jangan merasa sok jago kamu.. Dasar ******... Kamu boleh meminta Agara berjanji pada mu.. Tapi kamu lihat Agara akan tetap bertunangan... Aku menjamin kamu akan melihat Agara bersanding dengan Lessia.. Janji mu tidak akan berguna... Mengerti..." Sarkas Mr. Vinsion yang juga tak kalah mengancam Raehan.


Raehan mencebik kan bibir nya.


"Tunggu kehancuran mu Mr. Vinsion..."


Mr. Vinsion mengeram semakin marah. Rasa nya ia ingin melenyap kan gadis kurang ajar yang sudah berani mengancam dan menantang diri nya.


Sampai kapan pun tidak akan ada yang bisa mengalah kan diri nya.


Apa lagi hanya seorang gadis kecil yang bahkan tidak lebih kuat dari diri nya.


"Lanjut kan rencana nya...!" Titah Mr. Vinsion di mana ia meletak kan tablet tersebut di hadapan Agara.


Ia juga ingin melihat sampai mana Raehan akan bertahan.


Begitu pula dengan Agara, ia ingin lihat apa kah Agara akan menepati janji nya pada Raehan atau Agara akan menyetujui penawaran nya.


Meski di hati Mr. Vinsion ada getaran rasa takut karna ancaman Raehan.


Tapi hal ini semakin menarik untuk diri nya saksikan.


.


Di gedung penculikan.


Penculik itu meletak kan ponsel nya pada tempat yang strategis dengan volume yang besar.


Di mana Raehan bisa melibat wajah menderita Agara dan mendengar kan percakapan yang terjadi antara Mr. Vinsion.


"Buka...!" Ujar penculik yang berada di hadapan Raehan pada rekan nya yang berada di belakang Raehan.


Dengan cepat penculik tersebut membuka tali pada pergelangan tangan Raehan, serta tali yang ada di kaki.

__ADS_1


Raehan tersenyum miring.


"Siksaan apa lagi yang ingin kamu lakukan bajingan...?" Batin Raehan memasang wajah angkuh nya.


Sementara Dion yang menyaksi kan semua hal itu semakin meronta- ronta.


Tapi lagi- lagi ia gagal, tali yang mengikat pergelangan tangan nya sangat kuat, bahkan darah mulai keluar dari pergelangan tangan nya karna Dion yang terus menggesek kan tangan nya pada tali tersebut.


"Gadis gila bukan nya menyerah dia malah menantang.. Terbuat dari apa sebenar nya isi kepala nya itu...?" Pekik Dion yang benar- benar tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan Raehan.


"Emmm... Emmmm..." Hanya suara sialan itu yang mampu keluar dari mulut Dion.


Klik...


Suara saklar lampu terdengar di tekan , di mana sorot lampu langsung menyinari satu titik.


Sebuah kain besar sedang menutupi sesuatu yang besar di hadapan Raehan.


Entah benda apa yang ada di balik tirai itu.


"Putar ke dua teman nya.. Supaya ke dua teman nya melihat penyiksaan gadis tengik ini...!" Ujar penculik itu lagi pada dua rekan nya yang langsung mengangguk.


Ke dua penculik itu mendekat pada Dion dan Kazuya.


Di mana penculik tersebut memutar tubuh Dion dan Kazuya hingga menghadap pada Raehan yang sudah berdiri di samping kain besar.


"Emmm... Emmm...!" Teriak Dion yang semakin panik di mana ia mencoba mengata kan untuk tidak menyakiti Raehan.


"Ha.. Ha.. Diam lah jangan khawatir.. Teman mu yang sombong itu akan menemui malaikat maut..." Bisik Penculik itu tepat di telinga Dion.


Ingin rasa nya ia mematah kan leher penculik itu.


Dion menatap nanar pada ponsel yang di letak kan tak jauh di depan nya.


Di mana kamera tersebut menghadap pada tempat eksekusi Raehan.


Tapi satu kenyataan yang Dion temukan pada kejadian ini.


Jika ternyata Raehan sangat mencintai Agara , bahkan gadis mungil itu tidak takut di siksa atau pun di bunuh.


Raehan tetap mempertahan kan cinta nya untuk Agara.


Tapi ia juga tidak bisa tinggal diam, ia harus berusaha dan mencari cara untuk melepas kan diri. Agar tidak ada yang perlu berkorban di sini.


Karna ini hanya permainan kotor ayah Agara.


Setelah memutar kursi Kazuya dan Dion, ke dua penculik itu mendekat ke arah penculik yang tengah membekuk Raehan.


"Buka kain nya..!." Perintah penculik yang tengah menahan tubuh Raehan yang masih meronta untuk melepas kan diri.


Namun seperti nya keberuntungan tidak memihak pada Raehan, ia tidak menemukan celah untuk menyerang penculik yang tengah menahan tubuh nya.


Tubuh yang kecil menjadi faktor utama yang membuat Raehan sedikit kesulitan.


Slash...

__ADS_1


Tirai di hadapan mereka semua terbuka dan terjatuh.


Di mana sebuah toran air yang penuh dengan ukuran kedalaman tiga meter langsung menyapa netra semua nya.


Semua tatapan membeku pada toran air itu. Dion maupun Agara memikir kan hal yang sama.


Tapi mereka sama- sama tidak berdaya.


Sementara Raehan yang sempat sedikit terkejut segera menghilang kan ekspresi terkejut nya.


Seperti nya ia akan mati di dalam toran air ini.


Sementara Agara sudah melemas di tempat, di mana ke dua tangan nya masih di cekal oleh anak buah Mr. Vinsion.


"Lepas kan dia brengsek...!" Pekik Agara dengan urat- urat nya yang tercetak jelas.


Rasa takut melihat apa yang akan di lakukan ayah laknat nya benar- benar membuat Agara frustasi dan hampir gila.


Ia tidak ingin kehilangan Raehan.


"Jika kamu ingin aku melepas kan Raehan.. Maka setuju lah untuk bertuangan..." Jawab Mr. Vinsion santai di mana ia sedang membuka ponsel nya untuk melihat kenaikan saham nya.


Agara menggeleng kan kepala nya, ia tidak mungkin menyetujui pertunangan itu. Apa lagi Raehan sudah meminta nya untuk berjanji.


Tapi bagaimana dengan nyawa Raehan?


Ia tidak bisa melihat Raehan mati di depan mata nya sendiri.


Diri nya benar- benar dilema.


"Ck.. Seperti nya kamu belum juga mau menyerah rupa nya... Lakukan...!!!" Teriak Mr. Vinsion seolah memberi perintah pada anak buah nya yang sedang berada di tempat sandra.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???

__ADS_1


.


__ADS_2