Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Happy 2


__ADS_3

...351...


Seperti yang sudah direncanakan tadi sore. Kini semua orang tengah berkumpul di taman belakang rumah Dion. Ada beberapa meja dan kursi yang lansung di beli dan diletakkan di sana untuk duduk malam ini. Namanya juga orang kaya, kalau menginginkan sesuatu tinggal dibeli dan dipesan maka barang tersebut akan segera datang.


Suara tawa renyah dan begitu bahagia terus terdengar di iringi dengan bau stik daging sapi yang sedang dipanggang di atas pemanggangan. Fir, Dion, dan juga Agara tengah asik bercanda sambil membalik stik daging sapi. Dalam beberapa jam, mereka bertiga terlihat begitu sangat akrab. Tidak ada lagi aura permusuhan dan juga kebencian di antara mereka.


Raehan sejak tadi hanya duduk manis dengan kaki kiri yang disilangkan pada kaki kanan. Tatapannya sejak tadi berfokus pada tiga pria yang sedang asik bercengkrama. Bahkan, saking serunya mereka bercanda ia sampai terlupakan. Akan tetapi, ia merasa sangat senang karena akhirnya Fir, Dion, dan Agara bisa berteman.


Sementara itu, Miya tengah asik membuntuti kemanapun Kazuya pergi. Dia sudah seperti anak ayam yang terus mengikuti induknya kemanapun sang induk pergi.


"Kazuya, aku mau minum," pinta Miya dengan manja. Saat ini Kazuya sedang menata gelas minuman pada meja panjang yang sengaja di letakkan di samping pemanggangan.


"Ini." Kazuya menyerahkan minuman dengan rasa Red Valvet pada Miya.


"Aku tidak mau yang rasa ini, maunya yang itu." Tunjuk Miya pada minuman dengan rasa Blueberry. Sesuai keinginan Miya, Kazuya mengambilkan minuman tersebut dan memberikanya pada Miya.


"Ini."


"Tapi, aku mau kamu yang meminumnya terlebih dahulu," pinta Miya lagi.


Kazuya menghela nafasnya dalam. Sejak tadi, Miya terus saja menganggu dirinya. Ia sungguh sangat sebal dengan gadis yang terus menyuruhnya ini dan itu tanpa henti. Ia juga manusia normal yang bisa merasa kesal dan sebal.


"Tidak, aku tidak ingin minum. Kamu minum saja sendiri," tolak Kazuya dengan halus.


"Hmmm, ayolah Kazuya sedikit saja," renggek Miya dengan memasang wajah memelas.


"Baiklah," putus Kazuya pasrah. Percuma ia menolak permintaan Miya, yang ada gadis itu semakin merenggek terus menerus seperti burung Beo yang hampir membuat kepalanya terasa pecah. Dengan terpaksa, Kazuya meneguk sedikit minuman tersebut. Lalu, memberikan minuman tersebut pada Miya. Tanpa aba-aba, Miya meminum minuman tersebut dalam satu kali tegukan tepat pada bekas mulut Kazuya.


"Rasanya semakin manis meminum minuman ini dari bekas bibirmu," goda Miya melancarkan serangan rayuannya, yang tentu saja berhasil membuat pipi Kazuya menjadi merona.


Sungguh dalam sehari ini, Kazuya sudah berkali-kali menerima rayuan dari Miya walaupun ia tidak merepson gadis itu. Namun, Miya tetap saja terus mendekati dirinya.

__ADS_1


"Kamu tahu Kazuya, kita baru saja berciuman," ucap Miya dengan merendahkan suaranya saat mengucapkan kata terakhir pada kalimatnya.


"Hah?" Kazuya terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Miya barusan. Pasalnya, ia dan Miya tidak pernah berciuman seperti yang dikatakan gadis itu.


"Iya, apa perlu aku mengulanginya lagi?" tanya Miya dengan gaya malu-malu.


"Tapi kita tidak pernah melakukan hal itu, Mi. Kita tidak pernah berciuman."


"Kita baru saja melakukannya."


"Jangan ngarang kamu." Kazuya meninggikan suaranya karena tidak suka dengan perkataan Miya.


"Ngarang gimana, orang tadi kita minum dalam satu gelas yang sama. Itu artinya, kita udah ciuman."


Kazuya memutar bola matanya jengah. Untuk sejenak tadi jantungnya berhenti berdetak karena ulah jahil Miya. Bagaimana bisa orang minum menggunakan gelas yang sama di sebut dengan berciuman. Ia rasa otak gadis di sampingnya sedang bermasalah.


Tidak ingin terus digombali, Kazuya memilih bergabung dengan Fir, Dion, dan Kazuya daripada terus mendengar ucapan-ucapan manja dari Miya yang membuat ia bosan dan jengah.


Agara menatap ke arah Raehan yang hanya duduk manis seorang diri. Dion yang berada di sampingnya menepuk bahunya hingga ia sedikit terkejut.


Agara dengan semangat dan juga senyum mengembang di pipi segera mendekati Raehan dengan sepiring stik daging sapi yang diberikan oleh Dion.


"Taraaaa, stik untuk kekasihku yang paling cantik dan imut sudah jadi!" seru Agara dengan menunjukkan stik tersebut di depan Raehan, yang di respon dengan tawa senang dari gadis itu.


Agara duduk di samping Raehan, dan mulai memotongkan stik untuk gadis itu. Lalu, menyuapkannya pada Raehan, yang tentu saja lansung di lahap.


"Bagaimana, Enak?" tanya Agara menatap wajah Raehan yang terlihat mempesona.


"Enak," jawab Raehan dengan terus mengunyah stik tersebut yang terasa menggoyang lidahnya.


"Kamu tahu aku membuatnya dengan penuh cinta."

__ADS_1


"Cih, dasar gombal."


"Aku serius, semua tentangmu berkaitan dengan hatiku. Kamu yang membuat cinta dihatiku tumbuh dan kamu harus bertanggung jawab."


"Aku selalu bertanggung jawab. Buktinya sekarang aku masih mencintaimu setelah kamu bertunangan dengan Lessia."


"Astaga, kamu terus mengungkit hal itu, Honey." Agara mencubit gemas pipi Raehan yang mengembung karena sedang mengunyah stik.


"Dalam kamus perempuan, satu masalah yang kamu perbuat akan selalu diingat sampai kapan pun. Jadi, jangan coba-coba membuat masalah dengan perempuan. Khususnya perempuan lain," kekeh Raehan mendengar pendapatnya sendiri. Sebenarnya ia sengaja mengatakan hal itu untuk menggoda Agara. Namun, sepertinya Agara menganggap hal itu adalah hal yang serius.


Agara meraih tangan Raehan dan menggengamnya dengan erat. Lalu, menatap lekat kedua mata Raehan. Aksi tatap-tatapan pun tidak bisa dihindari. Keduanya seakan tenggelam dalam kedua mata masing-masing.


Mata coklat indah Raehan, seakan menarik Agara masuk dan tenggelam dalam bola mata indah itu. Begitu pula dengan Raehan yang sangat terpukau dengan mata merah Agara yang selalu memikat.


"Aku hanya manusia biasa, Rae. Aku tidak luput dari melakukan kesalahan tapi aku janji padamu, Sayang. Aku akan berusaha menimalisir untuk berbuat kesalahan. Aku akan berusaha untuk tidak menyakitimu lagi. Kamu adalah hal yang paling indah untukku dan aku akan selalu menjagamu." Agara mengecup dalam tangan Raehan dengan sepenuh hati. Ia benar-benar sangat mencintai Raehan. Dalam hidupnya, hanya Raehan yang menjadi ratu di hatinya.


Raehan yang mendengar perkataan Agara yang sungguh-sungguh terasa terenyuh. Agara mencintainya dengan begitu tulus. Tidak ada kekurangan sedikitpun dalam cinta Agara. Kedua matanya terasa berair. Raehan mendongakkan kepalanya memandang langit malam agar air mata yang sedang tergenang di pulupuk matanya tidak jatuh.


Dari arah lain, Dion hanya bisa menatap kemesraan antara Raehan dan Agara. Di mata hatinya terasa ditikam dengan pisau tajam. Akan tetapi, ia berusaha menutupi hal itu dengan memasang senyum di wajahnya. Memendam rasa perih dan cemburu yang membakar hatinya.


...----------------...


...****************...


Jangan lupa


vote


like


koment

__ADS_1


gift


tips


__ADS_2