Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Pindah


__ADS_3

...286💛...


Niel menghentikan mobilnya di depan kontrakan dengan lingkungan yang begitu kumuh. Ia menatap ke arah Kazuya dengan kening berkerut.


"Apa kamu tinggal di sana?" tanya Niel menunjuk kontrakan yang tidak layak huni dengan sorot matanya.


"Iya," jawab Kazuya dengan singkat, lalu turun dari mobil. Begitu pula dengan Niel yang juga menyusul Kazuya.


Ke duanya berjalan menuju kontrakan kumuh Kazuya, bahkan Niel sempat bergidik ngeri dan juga jijik dengan tempat yang sama sekali tidak pantas untuk di katakan sebagai rumah atau pun kontrakan.


Klek !!


Pintu kontrakan tersebut yang hampir lepas dari engselnya tiba-tiba terbuka dan menampilkan sesosok gadis yang begitu cantik dan modis.


Niel sedikit terkejut dan terpesona melihat Jiya yang baru saja keluar dari kontrakan tersebut dengan menggeret koper besar di tangannya.


"Waow, bidadari keluar dari kontrakan kumuh ini. Benar-benar di luar nalar," batin Niel yang masih terpana dengan kecantikan Jiya.


Jiya menatap Niel dari ujung rambut hingga ujung kaki, satu hal yang bisa ia simpulkan, pria kaya.


Melihat cara Jiya menatap temannya, membuat Kazuya kesal.


"Jiya, kamu sudah selesai dengan urusanmu bukan? Jadi sekarang pergilah!!" usir Kazuya dengan nada tak bersahabat.


"Hehh apa kamu sudah menemukan mangsa yang akan kamu kuras hartanya Kazuya? Mangsanya memang cukup bagus," balas Jiya dengan mengerlingkan sebelah matanya genit pada Niel.


Niel tersenyum kecut, sepertinya apa yang ia pikirkan tentang gadis di hadapannya sedikit keliru. Memang cantik tapi sepertinya mata gadis itu sedang rusak.


"Aku tidak sepertimu Jiya. Jika saja waktu bisa di putar kembali, aku tidak akan pernah memungutmu dari jalanan."


"Bukannya aku sudah membayar jasamu? Kamu memang laki-laki tidak tahu diri. Jika kita sama jangan sok merasa suci dan benar. Ahh terserah, meladenimu sama sekali tidak penting. Hanya membuang waktu dan uangku. Cih, menjijikkan," hina Jiya dengan angkuhnya, lali menggeret kopernya pergi dari hadapan Kazuya.


Namun, Jiya berhenti sebentar saat akan melewati Niel. Lalu mengeluarkan kartu nama dari balik kain penutup dadanya.

__ADS_1


"Tampan, jika kamu butuh patner atau teman kencan. Kamu bisa menghubungiku, aku menunggu untuk bisa berkencan denganmu," bisik Jiya dengan sensual tepat di telinga Niel, lalu melangkah pergi dengan melenggak-lenggokkan tubuhnya erotis.


"Cuih!!" Niel meludah, dimana perutnya terasa bergejolak ingin muntah. Firasatnya tentang Jiya ternyata benar. Gadis itu bukan gadis baik-baik seperti pikirannya.


Ia benar-benar merasa jijik, karna berada di posisi sedekat itu dengan Jiya.


"Kamu tinggal dengan gadis seperti itu?" Tanya Niel dengan wajah tidak percaya saat Kazuya sudah berada di depannya.


"Yah, dulu Jiya tidak seperti itu. Tapi karna silau dengan harta dia menjadi wanita penghibur laki-laki hidung belang. Dan jika kamu ingin, kamu bisa memesannya. Harganya tidak terlalu mahal, mungkin dia akan memberi diskon untukmu," timpal Kazuya dengan smirk mengejek.


"Sialan kau!! Aku bukan penikmat wanita penghibur. Gila kau Kazuya ternyata kamu tinggal dengan wanita seperti itu, apa kamu tidak pernah mencobanya?" goda Niel dengan memicingkan alisnya.


Kazuya menatap Niel tajam, mulut teman barunya ini benar-benar tidak ada saringan sedikitpun.


"Aku akan mencobanya setelah kamu." Kazuya mencebikkan bibirnya jelek pada Niel yang terlihat melongo dengan perkataannya.


Kazuya langsung masuk ke dalam mobil. Sekarang ia harus meninggalkan kontrakan kumuhnya dan pindah ke rumah Dion. Yah, hubungannya dengan Dion semakin dekat seperti seorang teman lama yang bertemu kembali. Meski baru kenal, Dion adalah sosok yang baik dan sangat menyenangkan. Bahkan Dion mau memungut dirinya dari jalanan dan mengizinkannya untuk tinggal di rumah Dion.


Sebelumnya tentu saja ia menolak, namun Dion terus memaksa dan mengatakan jika ia membutuhkan teman untuk tinggal karna rumahnya terlalu sepi. Setelah Dion terus membujuknya, akhirnya Kazuya memilih menyetujui hal tersebut. Mungkin dengan tinggal bersama Dion ia bisa memperbaiki hidupnya yang suram. Ia juga sangat berterimakasih pada Dion dan mungkin seumur hidupnya ia tidak akan pernah bisa membalas jasa baik Dion terhadap dirinya.


Lamunan Kazuya langsung buyar, saat Niel masuk ke dalam mobil.


"Kamu kenapa melamun? mikirin wanita penghibur itu ya? Atau kamu sedang membayangkan sedang menyentuhnya dengan mesra---"


Plakk...


"Auuuu ...," ringgis Niel saat merasakan toyoran yang cukup keras di belakang kepalanya, tentu saja pelakunya adalah Kazuya.


"Otakmu sangat mesum, sepertinya kamu harus mencuci otakmu itu," sebal Kazuya melotot pada Niel yang malah terkekeh sambil meringgis.


"Sialan kau, lihat saja aku akan membalasmu berkali-kali lipat," ancam Niel lalu melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan kontrakan kumuh itu.


"Memangnya kamu sedang memikirkan apa? " tanya Niel saat mereka sedang berada di perjalanan. Ia juga bingung melihat Kazuya hanya membawa kresek kumal dan kecil. Ia pikir Kazuya akan membawa tas besar seperti wanita tadi.

__ADS_1


"Aku benar-benar merasa berhutang budi pada Dion, meski menyebalkan dia sangat baik."


"Yah, Dion memang seperti itu. Di luar dia terlihat begitu ganas dan dingin. Tapi percayalah hatinya sangat lembut dan tulus. Sayangnya, kisahnya cintanya sangat tragis. Dia sangat terluka memendam perasaan itu sendiri." Niel tersenyum, dengan raut sedih di wajahnya.


"Tapi aku percaya, suatu hari nanti Dion akan menemukan gadis yang memang mencintainya tanpa syarat."


"Lalu kau? kenapa kamu hanya membawa kantong plastik kecil itu saja. Aku pikir kamu akan membawa tas besar."


"Untuk apa aku membawa tas besar, aku hanya punya dua baju jadi tidak perlu membawa tas besar. Kantung plastik ini berisi foto masa kecilku dan juga baju saat aku sampai di kota ini. Hanya ini harta yang kumiliki, hal yang selalu membuatku termotivasi untuk tetap melanjutkan hidupku."


"Memangnya, bagaimana kamu bisa berakhir menjadi ... maaf gelandangan." Niel semakin penasaran.


"Hal yang aku ingat aku di dorong keluar dari mobil dengan mata tertutup, dan setelah itu aku berakhir menjadi gelandangan." nada suara Kazuya merendah, jika ingat masa lalu rasanya begitu menyedihkan. Tapi, tuhan masih berbaik hati pada dirinya sehingga ia bisa bertahan hingga sampai detik ini, dan bertemu dengan orang-orang baik seperti Raehan dan juga Dion.


Niel memilih menyudahi pertanyaannya, saat ia merasakan suasana menjadi sedih. Ternyata hidup Kazuya sangat sulit dan menyedihkan.


"Menurutku semua yang terjadi sudah di takdirkan. Kazuya," hibur Niel menatap sekilas pada Kazuya.


"Aku juga berfikir seperti itu, roda kehidupan selalu berputar. Lihatlah sekarang, aku bertemu dengan orang-orang baik seperti kalian." Kazuya tersenyum lebar.


"Karna kita teman!" seru Niel hampir berteriak.


"Aku pasti akan menyerahkan seluruh hidupku pada Dion, karna dia sudah mau memungut gelandangan ini."


"Ck.. kamu sangat romantis Kazuya, jangan bilang kamu menyukai Dion."


"Tentu saja,"


Niel melebarkan ke dua matanya, mendengar jawaban gila Kazuya. Apa artinya Kazuya seorang penyuka sesama jenis?


"Aku pria normal, tidak suka terong," sosor Kazuya cepat, sebelum Niel berpikir jika dirinya adalah Gay. Sangat menggelikan.


...----------------...

__ADS_1


...****************...


jangan lupa like koment gift dan vote ya❤️


__ADS_2