
...220π...
Mr. Vinson terlihat memijat pelipis nya dengan kasar.
Meredam amarah yang telah terbakar hangus.
Harga diri nya benar- benar terluka dengan mulut mungil gadis itu.
Di mana semua perkataan yang keluar seperti racun yang menggerogoti hidup nya.
Bagaimana bisa seorang gadis kecil berani berbicara seperti itu.?
Di mana hal itu di anggap sebagai hal memalukan dan sebuah penghinaan.
"Aaaaaaaa....!"
Wush...
Brak...
Prang.....
Tangan Mr. Vinsion menyapu semua peralatan kerja yang ada di atas meja kerja nya, hingga benda -benda itu berubah posisi ke lantai dengan bentuk yang hancur dan rusak.
Mr. Vinsion berteriak gila, meluap kan semua kekesalan dan kemarahan nya.
Ia tidak terima di hina dengan cara seperti itu, apa lagi Raehan berani mengajari nya dan memerintah kan diri nya untuk membatal kan pertunangan yang akan menjadi tambang emas untuk diri nya.
"Dasar bocah tidak tahu aturan... Berani sekali dia menyuruh ku untuk membatal kan pertunangan itu.. Aku tidak akan membiar kan pertunangan itu gagal.. Aku akan membuat pertunangan itu berjalan sesuai dengan keinginan ku. Aku akan melakukan apa pun untuk membuat Agara menyetujui pertunangan itu, walau aku harus mengorban kan satu nyawa untuk membuat pertunangan itu berjalan sesuai dengan rencana ku... Karna aku tidak akan membiar kan tambang emas ku dari kelurga Ledgar terlepas dari genggaman ku..." Gumam Mr. Vinsion dengan wajah yang tak bisa di arti kan.
Di mana ingatan nya, mengulang kembali kejadian saat Raehan mengakui diri nya sebagai kekasih Agara.
Entah rencana apa yang sedang di pikir kan otak busuk Mr. Vinsion.
Rahang Mr. Vinsion terlihat mengeras dengan sempurna, di mana tatapan nya penuh tekad dan hasrat yang besar, sementara tangan nya mengepal dengan sangat erat, hingga buku- buku tangan nya memutih dengan gemuruh amarah yang sedang meletup- letup di dada nya.
"Azam.....!!!" Teriak Mr. Vinsion memanggil asisten kesayangan nya, sekaligus kaki tangan nya. Yang selalu melakukan apa pun dengan benar tanpa membuat diri nya bisa mengeluh.
"Azam....!" Teriak Mr. Vinsion lagi, saat pria muda yang di panggil nya tidak kunjung masuk ke dalam ruangan nya.
Aliran darah nya benar- benar merasa mendidih, di mana seluruh wajah Mr. Vinsion memerah dengan sempurna. Bahkan bisa terlihat jika kepala paruh baya itu sedang terbakar oleh api amarah.
Klek...
__ADS_1
Sreet.
Pintu ruangan Mr. Vinsion akhir nya terbuka, di mana menampak kan seorang pria tampan dan dewasa melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut, dengan pakaian formal yang membalut tubuh kekar dan tegap nya.
Azam membungkuk kan tubuh nya dengan hormat pada Mr. Vinson, di mana wajah nya memasang wajah datar dan tidak berekspresi.
Azam bisa menebak jika sang majikan tengah kebakaran jenggot.
"Saya di sini tuan...!" Cicit Azam dengan penuh hormat dan pengabdian.
"Aku minta kamu untuk mencari tahu tentang gadis kecil yang datang bersama dengan Agara... Aku merasa dia akan menjadi senjata yang pas untuk memaksa bocah ingusan itu untuk mau mengikat hubungan dengan keluarga Ledgar... Hal ini juga akan menjadi pelajaran untuk gadis sombong itu karna sudah berani mengatai ku dan menghina ku... Dapat kan dia sampai dapat Azam...!" Ujar Mr. Vinsion memerintah kan Azam, di mana setiap perkataan nya di penuhi dengan penekanan dan harus terjadi, tidak boleh ada kegagalan dalam hal tersebut.
Nafas Mr. Vinsion menderu dengan sangat tidak beraturan, berusaha mengontrol emosi nya yang sudah di bangkit kan oleh gadis kecil bermulut pedas.
"Baik lah... Tuan..." Jawab patuh Azam mengerti dengan perintah yang di beri kan oleh sang majikan.
Sebelum pergi melaksana kan tugas nya, Azam kembali membungkuk kan tubuh nya hormat, lalu melenggang keluar dari ruangan Mr. Vinsion.
Mr. Vinsion menengadah kan wajah nya ke atas, menghembus kan nafas nya dengan pelan, dengan ke dua tangan yang di letak kan di pinggang nya.
Wajah nya tiba- tiba tersenyum dengan licik, di mana pikiran nya sedang merangkai rencana jahat yang akan di tuju kan pada Raehan.
"Huffftt... Kau sungguh berani mengata kan keinginan mu pada ku gadis kecil... Lihat sekarang aku memiliki rencana yang pas untuk memisah kan mu dari kekasih mu itu.. Ha... Ha...." Gumam Mr. Vinsion , dengan tawa yang pecah di akhir kalimat nya. Terdengar begitu mengerikan di mana tawa Mr. Vinsion terdengar mengandung banyak rencana licik dan jahat.
...----------------...
Terlihat dua orang gadis yang tengah mengamuk dan berteriak histeris.
"Sialan... Keparat... Bagaimana bisa dia berani melukai ku...!" Pekik Lessia dengan kekesalan yang sudah mencapai ubun- ubun, di mana kini seorang perawat tengah menangani dahi sang model yang sedang terluka.
Sang perawat mencebik kan bibir nya, karna telinga nya sudah sangat jengah mendengar pekikan mengumpat Lessia yang terus saja terlontar dari bibir nya tanpa henti.
"Dia itu gadis berparas iblis.... Bagaimana bisa Agara memilih gadis bar- bar seperti itu...!" Umpat Lessia menjelek- jelek kan Raehan. Menyuara kan kekesalan nya yang belum bisa tersalur kan pada Raehan.
Malah ia harus meringkuk di IGD karna ulah kebrutalan Raehan.
"Ck... Gadis muda ini tidak bisa diam sedikit pun... Bibir nya sudah seperti radio rusak saja..." Umpat sang perawat yang bisa bicara dalam hati saja. Karna tidak mungkin ia mengata kan itu semua, bisa- bisa dumelan menjenggel kan dari pasien nya di tujukan kepada nya.
Sementara si bilik lain, Kiara terlihat menangis sesenggukan, di mana tangan nya tengah di pasang kan sebuah penjangga pada jari nya yang patah.
Ingatan nya masih membentur dan terbayangi oleh wajah mengerikan Raehan , yang tanpa ampun mematah kan jari lentik nya.
Seharus nya ia tidak mencari masalah dengan Raehan.
__ADS_1
Sekarang lihat ia berbaring tidak berdaya di ruangan serba putih ini.
"Nona... Jari anda kenapa bisa patah..?" Tanya dokter dengan ramah, karna merasa kasihan melihat Kiara yang sejak tadi menangis tanpa henti.
"Jari ku di patah kan setan kecil.." Jawab Kiara asal.
Kening sang dokter mengerjit mendengar jawaban tak masuk akal dari Kiara.
Setan?
Mana ada setan muncul di siang bolong seperti ini.?
Seperti nya ia juga harus melakukan pemeriksaan mental pada pasien nya.
"Nona... Seperti nya anda juga membutuh kan pemeriksaan mental..." Seru sang dokter menyampai kan apa yang sedang ada dalam pikiran nya.
"Kau pikir aku sudah gila!!! Aku ini masih waras...!" Bentak Kiara marah pada sang dokter yang berani menyuruh nya untuk melakukan pemeriksaan mental.
Otak nya masih waras , hanya saja ia menyesal karna sudah menyinggung Raehan yang bukan lah seorang manusia atau pun gadis kecil, tapi seorang mosnter dalam wujud manusia.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
__ADS_1