Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Bunuh diri ?


__ADS_3

...215πŸ’›...


Raehan semakin menajam kan penglihatan nya, di mana tubuh nya semakin menyembul keluar dari jendela.


Srreettt..


Hap...


Bruk...


"Hahh..?"


Tubuh Raehan langsung di tarik ke dalam dengan kecepatan kilat, bahkan rasa nya Raehan melayang karna tarikan yang benar- benar membuat jantung nya copot seketika.


Tubuh Raehan terjatuh tepat di atas tubuh Agara.


Yah tentu saja jika yang melakukan hal tersebut adalah Agara.


Sehingga tubuh ke dua nya terjatuh ke lantai dengan posisi Raehan menindih tubuh Agara.


Ke dua netra Raehan dan Agara bertemu, jarak ke dua nya hanya menyisa kan satu centimeter saja.


Rambut pendek Raehan tergerai menutupi sebagian wajah nya, di mana ke dua pipi chuby itu terlihat merona.


Ke dua nya sama- sama tidak bisa bergerak, karna begitu terhanyut dalam pesona satu sama lain nya.


Wajah tampan Agara yang begitu dekat di mata Raehan, benar- benar membuat detak jantung nya bergemuruh dengan desiran darah.


Sementara Agara, menelan saliva nya paksa, di mana tubuh nya meremang karna posisi Raehan yang berada di atas nya.


Agara begitu menikmati wajah bulat Raehan yang begitu indah di mata nya.


Tanpa sadar tangan nya terangkat mengelus pipi Raehan yang terasa lembut di tangan nya.


Raehan segera tersadar dengan sentuhan di pipi nya, dengan cepat ia memyingkir kan tubuh nya dari Agara.


Sementara jantung nya sudah meledak dengan degupan yang tidak beraturan.


Begitu pula dengan Agara yang langsung menduduk kan diri nya, sambil mengusap tengkuk nya kaku.


Ia benar- benar salah tingkah, Raehan benar- benar sangat manis di mata nya. Rasa nya ia ingin melahap gadis mungil itu detik ini juga.


"Kak Aga apa- an sih narik aku kayak gitu...?" Seru Raehan dengan memasang wajah sedikit kesal, karna terus saja di jadi kan sasaran seret menyeret, tarik menarik oleh pria di sekitar nya.


Tidak Dion, Felix, atau pun Agara semua nya sama saja.


Agara menaut kan alis nya.


"Heiii kau tidak tahu berterimakasih sama sekali.. Ck.." Decak Agara kesal, menutupi rona wajah nya.

__ADS_1


"Berterimakasih ?" Tanya Raehan dengan ekspresi bingung.


"Dengar ya Rae.. Jendela bukan tempat yang tepat untuk bunuh diri..." Jawab Agara tanpa dosa.


"Hah? bunuh diri?" Tukas Raehan semakin tidak mengerti dengan apa yang di kata kan Agara.


"Iya,,, kau sedang apa nungging di jendela dengan setengah tubuh keluar... Sedikit saja aku tidak datang, tubuh mu pasti udah nyungsep ke luar.. Jika tidak bunuh diri lalu apa nama nya..? Malah aku yang di marahi.." Agara bangkit dari duduk nya, lalu berjalan dan duduk di kursi kecil yang ada di dekat ransel Raehan.


"Astaga kak Aga bodoh apa gimana? ya kali aku bunuh diri di jendela.. Mana bisa mati kalau nyungsep dari jendela..." Dumel Raehan dalam hati dengan mendengus kasar.


"Tadi aku melihat bayangan seseorang.. Bukan mau bunuh diri.. Ya kali aku berpikiran bodoh seperti itu.." Sindir Raehan dengan memicing kan mata nya ke arah Agara, lalu mendekat ke arah gelas teh yang sudah siap.


Gara- gara Agara ia harus kehilangan sosok bayangan itu.


Tapi siapa dia?


Mengapa orang itu ada di sekitar kontrakan nya?


Pikir Raehan yang mulai larut dengan pikiran nya sendiri.


"Apa itu maling? Tapi apa yang bisa di ambil seorang maling dari kontrakan mini mu ini.." Balas Agara yang sedikit tidak percaya dengan apa yang di kata kan Raehan.


Sejak tadi ia juga ada di kontrakan yang sama dengan Raehan, tapi ia sama sekali tidak melihat siapa pun di sekitar kontrakan Raehan.


Raehan hanya mendengus mendengar jawaban Agara.


"Ini teh nya..." Seru Raehan dengan memberi kan secangkir teh untuk Agara.


"Ayo lah jangan pikir kan soal yang tadi.. Maaf kan aku, aku hanya ingin kamu tidak jatuh.." Seru Agara saat melihat wajah Raehan yang terlihat datar dengan kening berkerut.


"Apa kak Aga menganggap aku bohong jika aku melihat sebuah bayangan?" Kini tatapan Raehan mulai serius.


Agara menarik tubuh Raehan dalam pelukan nya, meletak kan kepala Raehan di dada nya yang masih bergemuruh ria karna kejadian tadi di dapur.


"Jangan pikir kan hal itu.. Jika kamu takut aku akan menginap di sini.."


Raehan langsung mendorong tubuh Agara.


"Kenapa?" Tanya Agara tanpa merasa bersalah.


"Jangan coba- coba mengambil kesempatan dalam ketakutan... Aku tidak takut hanya saja aku penasaran dengan bayangan itu.." Jelas Raehan jujur dengan apa yang di pikir kan nya.


"Mungkin itu sundel bolong.." Selosor Agara.


"Ihhh kak Aga.. Aku serius aku melihat ada bayangan seseorang.. Bahkan pot bunga di samping rumah pecah tiba- tiba. Aku yakin orang itu yang menyenggol pot tersebut hingga jatuh... Aku merasa ada yang sedang mengawasi kontrakan ku.. Kenapa kak Aga tidak mengerti juga..." Kesal Raehan mengata kan semua dugaan nya.


Ia kesal karna Agara menganggap diri nya hanya main- main. Dan menatap nya dengan tatapan tidak percaya.


Sementara Agara hanya terkekeh lucu, melihat ekspresi wajah Raehan yang sungguh sangat menggemas kan.

__ADS_1


Cup..


Dengan cepat Agara menyambar pipi Chuby Raehan yang terasa empuk di bibir nya.


Deg..


Raehan langsung mematung, ketika lagi- lagi ia mendapat kan ciuman mendadak di pipi nya.


Sungguh ia merasa seluruh tubuh nya berubah menjadi patung batu.


"Pacar ku sangat menggemas kan saat kesal..." Agara bahkan mencubit gemas pipi Raehan.


Sungguh melihat pipi Raehan yang bergerak- gerak indah membuat Agara tidak bisa mengendalikan diri nya untuk mencicipi pipi gembul sang kekasih.


Dan sekarang Agara semakin gemas, melihat wajah terkejut Raehan.


Bukankah ini bukan kecupan yang pertama? tapi Raehan tetap saja terkejut dan malu.


"Apa mau ku kecup lagi?" Seloroh Agara dengan seringgai nya, lalu mencondong kan tubuh nya mendekat pada Raehan.


Raehan langsung meringsut mundur, dengan tatapan waspada.


"Ha... Ha.." Tawa Agara langsung pecah melihat Raehan yang sudah siaga dan waspada.


"Hmm Asal nyosor- nyosor aja.." Hela Raehan yang semakin sebal karna Agar yang menjahili nya.


"Baik maaf kan aku, aku sangat gemas dengan pipi mu... Ini minum lah dulu.. Jangan khawatir aku akan menjaga mu.." Kini ucapan Agara terdengar begitu serius membuat Raehan menghela nafas nya, lalu meraih secangkir teh yang tadi di buat kan oleh Agara. Lalu menyeruput cairan hangat itu.


Namun setelah meneguk teh tersebut, Raehan langsung menepuk jidat nya.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2