Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Perundungan.


__ADS_3

...94...


"Ck.. ck... Boncel boncel kamu sudah menyinggung orang yang salah , dan ini lah yang pantas kamu dapat kan.." Lanjut Lessia melipat tangan nya di depan dada dengan senang.


"Aku sangat menikmati pertunjukan kemarin, dan kamu tahu kak Lessia musuh kita kini sudah kalah telak.. Bagaimana jika sekali lagi kita membuat drama dan mengakhiri kesombongan si pendek ini..." Sahut Kiara dengan percaya diri.


Tentu saja diri nya saat ini sangat percaya diri. Gadis yang sudah berhasil menginjak harga diri nya dengan mulut pedas nya, kini meringkuk dengan kepala menunduk dan tertutup.


Tentu saja ia tahu, karna tangan lihai nya permen karet itu menempel dengan sangat sempurna di rambut Raehan.


Puas ?


Tentu tidak, bagi nya diri nya tidak akan pernah buas untuk menyiksa Raehan hingga gadis pendek ini hancur sehancur nya. Bahkan jika bisa ia ingin Raehan di pecat dari sekolah elit ini.


Raehan mengepal tangan nya erat, emosi nya sedikit tersulut dengan ocehan sampah dari mulut Kiara.


Ingin rasa nya saat ini ia melayang kan tinju ke bibir pahit itu dan membuat nya bungkam untuk beberapa hari.


Tapi tidak, jika itu terjadi maka mereka akan berkelahi. Tentu saja posisi Raehan berbahaya bagaimana pun ia tidak akan bisa melawan empat orang sekaligus.


Di tambah lagi dengan penampilan nya yang akan terungkap. Ia tidak ingin di tatap dengan jijik bahkan di lempari botol minuman atau kertas seperti yang ada dalam film.


Raehan menghembus kan nafas nya pelan, berusaha menyiram api emosi nya dengan air.


Kepala Raehan sedikit terangkat, sekarang ia begitu jelas melihat empat gadis ular yang menatap nya penuh mangsa.


Seperti nya melawan bukan pilihan yang bagus pikir Raehan dengan memasang senyum termanis. Yang langsung membuat ekspresi Kiara sedikit bingung.


"Sayang nya aku tidak memiliki waktu untuk meladeni drama kalian Gaes.. Dan selamat pagi Kiara, aku baru tahu jika kamu berteman dengan seorang model cantik seperti Lessia, aku harap ini bukan rencana mu untuk mendongkrak popularitas..." Ujar Raehan menampilkan deretan gigi nya.


Ayolah siapa yang tidak bisa menebak sifat Kiara yang seperti ratu.


Kiara adalah tipe gadis manja dan keras kepala. Ia juga haus akan popularitas dan ia bisa melakukan apa pun untuk mendapat kan keinginannya.


Raehan bisa dengan mudah menebak sifat ular Kiara, setelah meladeni nya saat awal pertengkaran mereka dengan alasan Agara.


Raut wajah Kiara berubah pucat pasi, bagai ketahuan telah melakukan sebuah kejahatan besar.


Ucapan Raehan berhasil mengungkap siapa diri nya yang langsung membuat diri nya salah tingkah.


"Bocil sialan.. Berani sekali dia mengatakan itu. Sebelum Lessia menendang ku aku harus memberi pelajaran..." Umpat Kiara dalam hati, merencakan sesuatu yang bisa mengalih kan sumber kepopuleran nya yaitu Lessia.


"Seperti nya mulut mu itu perlu di sumpal dengan bubuk cabai.. Berani sekali kamu mengatakan omong kosong itu. Seharua nya kamu menghormati Kak Lessia karna pangkat nya jauh lebih tinggi dari mu..!" Teriak Kiara dengan membabi buta.


Hingga membuat aktifitas murid di sekitar mereka menjadi terhenti untuk menyaksikan pertengkaran adu mulut antara Lessia sang model dengan seorang gadis pendek di depan nya.

__ADS_1


"Ohhh... Gadis pendek itu benar- benar bodoh berani sekali menganggu ratu kita.. Untung ada Kiara.."


"Jika gadis pendek itu berani macam- macam aku akan membuat nya terkapar di lantai."


"Lihat saja ratu kita akan menjentik kan jari nya dan pasti gadis pendek kurang ajar itu akan terpental seperti butiran debu."


"Siapa pun gadis cebol itu dia sudah menjadi musuh kita.."


Begitulah suara- suara umpatan dan ancaman dari murid- murid di sekitar mereka. Khusus nya para siswa yang begitu tergila- gila dengan Lessia.


Bahkan mereka menatap benci ke arah Raehan.


Lessia menyeringgai senang, melihat reaksi orang- orang di sekitar nya yang begitu memuji nya.


Tentu saja semua nya akan membela diri nya karna ia adalah ratu di sini, dan Raehan hanya gadis yang berada di bawah alas sepatu nya.


Felix dan dua rekan nya, terlihat berjalan dengan sedikit terburu- buru ke area mading, yang terletak tak jauh dari tempat perundungan Raehan.


"Lix lihat, kayak nya ada yang di bully tuh.." Celetuk kawan Felix yang bernama Hanson.


"Bukan urusan kita, tempel jadwal pendaftaran anggota osis aja jangan perhatiin yang lain..." Jawab Felix datar yang tak berminat sedikit pun.


"Tapi ratu sekolah terlibat deh.. Ratu Lessia" Balas kawan Felix yang lain nya yang bernama Calvin.


Tentu saja mereka sangat tertarik karna mereka adalah penggemar Lessia.


Felix menatap datar ke arah lima gadis yang sedang adu mulut.


Netra nya sedikit mengenali tubuh gadis mungil itu tapi ia tak ingin ambil pusing.


Raehan memutar bola mata nya malas. Mendengar umpatan murid- murid di sekitar nya.


Semua nya sama saja benar- benar menyebal kan. Semua nya menghakimi nya begitu saja tanpa tahu apa yang sudah di perbuat Lessia yang begitu mereka agung- agung kan bak ratu.


Tapi ya sudah lah, ia hanya punya dua tangan. Tidak mungin untuk membungkam semua mulut murid- murid itu. Yang harus ia lakukan adalah membungkam mulut akar dari masalah ini.


"Baik lah penjilat handal.. Silahkan katakan apa yang ingin kamu katakan.. Untuk hari ini aku akan diam mendengar kan mu. Anggap saja aku sedang meladeni empat gadis gila...." Sarkas Raehan dengan nada mengejek.


Lessia menggeram saat gendang telinga nya mendengar ucapan Raehan yang begitu sarkatis.


"Apa kamu tidak belajar dari pelajaran yang sudah ku berikan..?" Sentak Lessia dengan suara menggelegar. Membuat murid- murid memasang telinga mereka tajam- tajam.


Tentu saja moment ini sangat berarti bagi mereka karna pertengkaran sang ratu sekolah pasti akan menjadi Viral. Dan sang upload akan mendapat popularitas tambahan.


"Tentu saja aku tidak akan mendapat kan pelajaran dari pelajaran sampah mu itu.." Sahut Raehan kini mulai sedikit memanas.

__ADS_1


"Diam lah boncel... Mulut mu itu benar- benar kurang ajar.. Aku bisa saja mengeluar kan mu dari sekolah ini.. Dan aku pastikan itu akan terjadi.."


"Hhhh ancaman yang begitu menakutkan..." Raehan membuat suara nya bergetar.


"Tapi sayang aku tidak terpengaruh dengan ancaman murahan mu itu.. Nona Lessia yang terhormat apa tidak ada ancaman lain? Kamu hanya bisa mengancam dengan kekuasaan mu. Tapi kamu tidak bisa melakukan hal lain dengan tangan mu sendiri. Aku yakin jika kamu bukan anak orang kaya bagaiamana kondisi mu yang tidak bisa menggunakan kekuasaan.? Pasti akan sangat menyedih kan..." Lanjut Raehan dengan ucapan bak belati yang mencabik- cabik tubuh Lessia.


"Kau ingin menantang ku, baiklah rasakan ini..." Lessia langsung berhambur dengan cepat menuju arah Raehan, melayang kan sebuah pukulan tepat di atas kepala Raehan.


Menyadari akan bahaya yang mengintai, Raehan berkelit dengan cepat tepat di samping Kiara yang melongo melihat tingkah Lessia yang brutal.


"Ck.. Gadis kasar..." Ledek Raehan.


"Sial, kalian apa yang kalian lihat. Beri dia pelajaran !!!" Titah Lessia pada ke dua antek di belakang Kiara.


Ke dua antek Kiara langsung memegangi ke dua lengan Raehan.


Raehan yang tidak sempat membaca situasi, langsung terjebak dengan ke dua lengan di kunci oleh antek- antek Kiara.


"Sial..." Umpat Raehan memberontak.


Tapi, ayolah tenaga Raehan tidak cukup kuat untuk melepas kan diri dari ke dua antek Kiara yang sudah mengunci pergerakan nya.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2