Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Melongo


__ADS_3

...133โฃ...


"Cukup gadis sial, apa kamu ingin mengelak lagi...? Aku melihat mu mendorong Lessia dengan keras, lalu sekarang kamu masih berani berbohong dengan mengatakan semua itu?. Ck.. Ck.. Selain pembawa sial kau juga gadis kasar....!!" Teriak Agara memotong perkataan Raehan.


Jleb..


Krak...


Lagi- lagi hati Raehan hancur dan pecah berkeping- keping.


Seperti gelas kaca yang sengaja di jatuh kan ke lantai dan pecah hingga berkeping- keping.


Raehan menatap tidak percaya dengan apa yang di kata kan Agara.


Raehan mengerjap beberapa kali, bibir pich nya berkedut.


"Ha... Ha... Ha...." Tawa nyaring tumpah dari mulut pich Raehan, bahkan membuat wajah geram Agara melongo melihat sikap Raehan.


"Apa gadis ini sudah gila?" Pekik Agara membatin.


Seharus nya setelah di bentak dan di katai seperti itu, gadis di hadapan nya seharus nya menangis.


Tapi gadis sial ini malah tertawa terbahak- bahak seolah baru saja mendengar lelucon yang lucu.


Tidak hanya Agara Lessia pun melongo kaget melihat reaksi Raehan.


Suasana yang cukup mencekam di antara mereka kini berubah menjadi cair dengan tawa renyah gadis boncel itu.


"Kenapa ? Ha.. Ha.. Menatap ku seperti itu?" Sela Raehan di antara tawa nya, sembari bahu nya mengendik.


Lihat lah wajah dua orang yang menatap nya dengan aneh.


Kenapa mereka menatap nya seperti itu?


Tidak ada yang aneh, tentu saja ia tertawa untuk mencair kan suasana yang sedikit suram barusan.


Karna diri nya tidak mau membiar kan kencan Agara dan Lessia berjalan dengan lancar.


Ya, diri nya memang akui dia adalah parasit yang akan selalu menempel di sekitar Agara.


Karna sebelum cinta nya yang masih bersemi ini layu, maka penghinaan yang di lontar kan Agara hanya akan seperti angin lalu yang meniup telinga nya.


"Baik lah.. Kak Aga memang benar aku yang salah di sini, Kak Lessia yang cantik... Maaf kan aku ya sudah mendorong mu. Tapi setidak nya kamu harus menaik kan berat badan mu sedikit agar tidak terlalu ringan melayang saat mendapat dorongan kecil ku..." Seru Raehan dengan wajah menyesal dan meminta maaf pada Lessia tentu saja dengan embel- embel ejekan sedikit di akhir kalimat.


Lessia terdiam kaku mendengar ucapan maaf yang terdengar sedikit mengejek di telinga nya.

__ADS_1


Tangan nya sudah sangat gatal untuk memberi pelajaran bagi gadis pendek di depan nya ini. Tapi tidak, dia tidak ingin citra anggun nya menghilang di hadapan Agara, seperti Raehan tadi.


Setidak nya dia sedikit puas melihat Agara membentak Raehan di depan wajah nya, meski ia harus merasa kan dorongan kuat dari gadis pendek itu.


"Ck.. Ayo lah jangan menangis lagi, bisa- bisa wajah mu jelek kak..." Tambah Raehan kini dengan mengulur kan tangan nya menyentuh pipi Lessia.


Mengusap ke dua pipi yang sempat di banjiri air mata itu, dan juga mengambil kesempatan untuk mencubit pipi Lessia.


"Auuuu..." Lessia meringgis kesakitan, saat pipi nya di cubit oleh Raehan.


Berani sekali gadis pendek ini memanfaat kan kedok nya mengusap air mata nya untuk mencubit pipi nya.


Raehan menarik tangan nya, lalu memutar badan ke arah Agara yang masih melongo.


Klep..


Raehan menjentikkan jari nya di depan wajah Agara sembari menyungging kan senyum manis yang selalu ia berikan pada Agara.


"Kak Aga aku sudah mengakui kesalahan ku.. Apa kak Aga juga sudah memaaf kan ku..?" Tanya Raehan pada Agara dengan alis yang berkedut.


Agara menghela nafas pasrah, gadis di depan nya sudah sangat mirip dengan cuaca selalu berubah seiring arah nya berubah angin.


"Terserah..." Ketus Agara yang langsung melenggang pergi.


Dengan cepat Raehan menyusul langkah lebar Agara , menyamakan langkah kaki nya yang pendek dengan ke dua langkah kaki Agara yang lebar.


"Jangan Sok tahu kamu.. Kamu bukan dokter atau pun tabib..." Balas Agara dengan tangan menyilang di dada nya.


Jujur, rasa nya saat ini ia ingin tersenyum lepas.


Rasa menggelitik itu kini datang lagi dan membuat diri nya merasa berbunga.


Sungguh berada di dekat gadis sial ini membuat kesehatan jantung dan mental nya memburuk.


Ia ingin menjauh, tapi tentu saja ia tahu jika ia tidak mungkin lepas dari gadis pendek ini.


Bagaimana pun ia mendorong nya untuk pergi, ia akan tetap menempel seperti parasit.


Untuk itu saat ini gadis munafik itu sangat berguna untuk nya untuk membuat gadis sial ini pergi menjauh dari nya.


Lessia menatap geram pada ke dua punggung yang berjalan mendahului nya.


"Sial, kenapa gadis preman keparat itu ada di tempat ini sih? Dia sama sekali tidak pantas berada di tempat ini. Lihat saja aku akan memberi mu pelajaran, hingga kamu di usir dari tempat ini..." Lirih Lessia dengan benci, lalu merapi kan rambut nya yang sempat berantakan karna dorongan super Raehan.


Lessia juga merogoh cermin kecil di dalam tas mahal nya.

__ADS_1


Mematut wajah nya dengan lekat, memasti kan jika tidak ada bekas cubitan dari tangan gadis preman keparat itu.


Lessia menghela nafas lega, karna seperti nya wajah nyabaik- baik saja.


Ke dua kaki jenjang nya melenggang dengan cepat mengejar Agara dan Raehan yang berada di depan nya.


"Ha.... Ha... Aku mungkin bukan dokter kak.. Tapi aku akan bersedia menjadi dokter pemilik hati kak Aga..." Rayu Raehan dengan cengiran khas kuda nya, menyambung percakapan asal diri nya dan Agara.


Agara menggeleng mendengar kata- kata rayuan dari Raehan.


Entah spesies gadis seperti apa Raehan. Kenapa bisa tuhan menciptakan spesies aneh dan langka seperti gadis ini.


Seharus nya laki- laki yang merayu seorang gadis dengan gombal- gombalan yang meleleh kan hati, tapi dalam kasus nya berbeda. Malah seorang gadis yang menggombali diri nya.


"Jangan mimpi kamu..!" Tukas Agara dengan melirik gadis pendek yang hanya setinggi dada nya itu.


"Mimpi itu adalah awal dari sebuah kenyataan.. Jadi tidak ada salah nya kan..."


"Mimpi juga bisa membuat mu hancur..." Celetuk Lessia menyela obrolan Raehan dan Agara yang sudah berada di sisi Agara lain nya.


Raehan merotasi mata nya jengah, ingin rasa nya saat ini ia menendang keluar nenek sihir ini dari area bumi ini, dan mendarat di luar angkasa.


"Hanya orang pengecut yang takut untuk bermimpi.." Cicit Raehan dengan tatapan ramah namun terkesan menantang pada Lessia.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2