Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Melawan akal.


__ADS_3

...30...


Agara terus menarik pergelangan tangan mungil Raehan, membawa nya ke arah danau.


Sementara Raehan hanya mengikuti langkah Agara dengan tatapan kosong. Tanpa memberontak sedikit pun.


Saat para siswa dan siswi mengerumuni gadis yang melenyap kan diri nya.


Agara tidak sengaja melihat Raehan yang diam membisu seperti patung liberty di tengah- tengah para kerumunan siswa.


Meski tubuh nya di dorong atau di senggol gadis sial ini tetap diam.


Agara melepas cekalan nya pada tangan Raehan. Memperhatikan kondisi gadis di depan nya dengan seksama.


Rok yang sobek, dengan noda bercak darah di seragam Raehan. Membuat Agara menggeleng- gelengkan kepala nya.


"Dia sangat ketakutan..." Batin Agara menatap Raehan nanar dan kasihan.


"Apa kamu baik - baik saja??" Tanya Agara dengan lembut. Ia menganggkat tangan nya menyentuh pipi kanan Raehan.


Mengusap nya dengan lembut. Seperti ada sebuah aliran listrik yang menjalar di tangan Agara saat tangan nya menyentuh pipi chuby dan lembut itu.


Darah Agara berdesir dengan hebat, di tambah ujung hati nya yang menghangat.


Raehan mengerjap kan mata nya. Memori ingatan nya masih memutar saat- saat mengerikan, di mana gadis itu memotong urat nadi nya dan jatuh di kaki nya.


Kesadaran menyapa Raehan, karna sentuhan halus Agara di pipi nya.


"Hiks... Hiks...." Tangis Raehan pecah, bersamaan dengan diri nya yang langsung menghambur memeluk tubuh pria di depan nya.


Ia sangat takut, tubuh nya gemetar, ingatan menyeramkan itu menghantui nya.


Menjadi sosok yang berani, dan melawan rasa takut mu bukan lah hal yang mudah.


Ia melakukan hal itu untuk membuat teman nya Miya tidak semakin merasa takut.


Ada penyesalan dalam hati Raehan. Kenapa harus dia yang melihat hal mengerikan seperti itu.


Agara mengangkat tangan nya, memeluk tubuh mungil itu dalam pelukan nya.


Entah mengapa, ia bisa merasakan rasa takut yang di rasakan gadis sial ini.


Hati nya terasa di tikam ribuan belati, melihat air mata jatuh dari ke dua mata Raehan.


"Tenang lah semua nya akan baik- baik saja..." Papar Agara mengelus puncak kepala Raehan lembut.


Wajah nya tidak bisa berbohong, jika ia juga merasakan ketakutan yang di rasakan gadis dalam pelukan nya.


"A-- Aku.. Mel... Melihat nya... Darah... Hiks... Hiks... Gadis itu...--- " Raehan berusaha berbicara, namun tenggorakan nya terasa tercekat, oleh sesuatu yang besar. Menghalangi suara nya untuk keluar.


Agara semakin mengeratkan pelukan nya. Memberikan kekuatan dan keberanian, serta menenangkan gadis sial ini dari rasa sok nya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit Raehan dan Agara berpelukan. Tangis Raehan mulai mereda.


Rasa takut nya sedikit menguap, karna rasa aman dari pelukan Agara.


Tapi diri nya begitu serakah, ia tidak ingin melepas kan pelukan hangat ini. Entah kapan ia bisa merasakan pelukan ini lagi.


Begitu pula dengan Agara. Ia begitu menikmati pelukan ini.


Ia juga begitu serakah, enggan melepas tubuh kecil yang begitu nyaman untuk di peluk.


Jika bisa, ia ingin membungkus tubuh kecil Raehan untuk di bawa pulang. Untuk di jadikan bantal guling yang bisa ia peluk kapan saja.


Mereka menikmati pelukan hangat di bawah pohon rindang, dengan angin sepoi- sepoi yang menerpa.


Raehan mendorong tubuh Agara, menjauh dari nya. Saat tubuh nya terasa pegal.


"Gadis itu melenyap kan diri nya sendiri..." Ujar Raehan lemah, dengan ke dua mata yang membengkak karna menangis.


Ada guratan kecewa di wajah Agara, saat Raehan melepas pelukan yang begitu berharga untuk nya.


Untuk sesaat Agara mengabaikan akal nya, untuk tidak dekat- dekat dengan gadis di depan nya.


Agara menatap rok Raehan yang sobek, hingga memperlihatkan paha mulus nya tanpa cela.


Ia segera melepas almamater yang di pakai nya, lalu mengikat nya di pinggang Raehan.


Ada rasa tidak rela merayap dalam hati nya. Jika sampai ada orang lain yang melihat paha mulus itu.


Suasana yang sepi dengan gemerisik dedaunan yang menenangkan. Mampu membuat Raehan tenang.


"Dia pasti sangat ketakutan... Gadis bodoh itu kenapa harus bunuh diri dalam toilet... " Pekik Agara dalam hati. Sungguh ia merasa kesal karna kebodohan gadis yang bernama Mika itu.


"Kenapa aku bisa ada di sini?" Tanya Raehan.


"Bahkan dia tidak sadar jika aku membawa nya kemari... Dia benar- benar sok dengan kejadian itu.." Batin Agara menatap Raehan iba.


"Aku yang membawa mu ke sini... Katakan apa yang terjadi sebenar nya??" Balas Agara, setidak nya ia bisa mengurangi rasa takut gadis itu dengan meminta nya bercerita.


"Kejadian nya begitu cepat kak...--" Raehan mulai menceritakan semua nya pada Agara.


Menceritakan kejadian itu dengan sangat detail, mulai dari Miya yang menarik nya sampai ia mengeluarkan tubuh Mika dari toilet.


"Jangan takut.. Gadis itu sudah di tangani oleh dokter dia akan baik- baik saja... Tenang kan diri mu..." Ujar Agara menenang kan Raehan.


Agara memperhatikan seragam Raehan yang terkena darah.


"Berikan seragam mu... Kamu tidak bisa terus memakai seragam kotor itu..!!" Titah Agara. Yang langsung membuat Raehan tersentak.


Memberikan seragam nya pada Agara?.


Itu arti nya ia harus buka baju?.

__ADS_1


Glek...


Apa ini ??


Jerit Raehan dalam hati.


Agara tersenyum miring, melihat ekspresi Raehan. Sungguh sangat menggemaskan.


Agara melepaskan seragam nya, memberikan nya pada Raehan.


Tubuh putih dan sispack Agara terlihat jelas, sungguh sangat indah.


"Pakai lah seragam ku dulu... Jangan berpikir macam- macam... Aku akan menghadap ke sana dan kau gantilah baju mu... Aku janji aku tidak akan mengintip..." Agara memasang ke dua jari telunjuk dan jati tengah. Membentuk huruf V sebagai janji tidak akan melanggar apa yang ia ucap kan.


Agara segera berjalan menjauh dari Raehan , membelakangi Raehan. Hingga yang terlihat hanya punggung polos dengan otot- otot kekar.


"Bagaimana aku bisa memikirkan hal seperti itu, di saat kondisi seperti ini..." Dumel Raehan dalam hati.


Bisa- bisa nya pikiran nya travelling dengan perintah Agara yang meminta nya membuka baju.


Sungguh polos otak nya ini. Pikir nya dengan menggeleng- geleng kan kepala nya.


Dengan cepat Raehan melepas seragam nya, dan memakai Seragam Agara sementara waktu.


Ia mendekati Agara, lalu menepuk pundak polos Agara.


Oh Tuhan, ternoda sudah tangan suci nya, karna menyentuh tubuh indah Agara. Teriak nya dalam hati.


Agara berbalik menghadap Raehan. Mata nya menjelajah melihat penampilan Raehan yang semakin lucu. Dengan seragam kebesaran.


"Astaga kenapa dia semakin lucu dan manis... Menggunakan seragam ku..." Batin Agara dengan hati yang kini berbunga- bunga.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭?


__ADS_2