Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Hinaan


__ADS_3

...217πŸ’›...


Raehan mengelus lembut lengan Agara, menenang kan emosi Agara yang tengah bergejolak dengan hebat. Di mana hal itu berhasil membuat Agara meredam sedikit amarah nya.


"Tuan muda..." Jawab sang pelayan , yang langsung membuat Mr. Vinsion menutup berkas di tangan nya, dengan bibir mencebik penuh kemenangan.


"Akhir nya bocah kurang ajar itu datang..." Seru nya tanpa tahu jika orang yang di hina ada di belakang punggung nya.


Raehan melipat bibir nya cukup terkejut, mendengar ucapan pria di hadapan nya , yang bahkan menghina darah daging nya sendiri.


Apa diri nya memang tepat untuk datang ke tempat ini?


Atau ia telah melakukan sebuah kesalahan dengan ingin bertemu dengan ayah Agara?


Tapi semua nya terasa tanggung , jika ia memilih pergi tanpa mengata kan apa yang ia ingin kata kan.


Lagi pula diri nya sudah di sini, ia sudah berenang, maka lebih baik ia menyelam sekalian.


Berbeda dengan Raehan yang terkejut, Agara memasang wajah datar dan dingin, saat mendengar celotehan penghinaan Mr. Vinsion.


Bagi nya hinaan itu bukan lah hal yang tabu, tapi sudah menjadi asupan nya saat bertemu dengan ayah durhaka nya.


Mr. Vinsion membalik kan tubuh nya, di mana ke dua netra nya langsung di sapa oleh penampakan dua orang yang tengah berdiri menghadap nya.


Ia cukup kaget dengan kehadiran Agara di ruang kerja nya, biasa nya mereka akan bicara hanya sebatas di ruang tamu.


Karna ia tahu, jika Agara tidak akan pernah mau melangkah kan kaki nya terlalu dalam di istana nya yang megah ini.


"Selamat Sore om..." Cicit Raehan melebur kan aura kebencian yang tengah menekan atmosfer dalam ruangan tersebut.


Tatapan Mr. Vinsion kini tertuju pada gadis mungil di samping Agara yang tengah tersenyum begitu manis dengan nya.


Kehadiran gadis tersebut membuat Mr. Vinsion mengerjit bingung.


Pasal nya selama ini Agara tidak pernah sudi untuk datang ke rumah nya, tapi sekarang bahkan putra semata wayang nya malah membawa seorang gadis, hingga sampai ke ruang kerja nya.

__ADS_1


Agara memaling kan wajah nya, melihat wajah pria paruh baya di depan nya, sungguh membut perut nya terasa mual. Jika bukan karna paksaan dari permintaan Raehan. Ia tidak akan pernah mau menampak kan diri di depan seorang penjilat seperti ayah nya.


Raehan semakin gugup, jantung nya berdegup dengan cukup kencang, di mana buliran keringat mulai terbentuk di pelipis nya.


Belum lagi ia merasa risih, karna tatapan Mr. Vinsion yang tertuju kepada nya, tatapan memindai mulai dari ujung kaki hingga kepala dengan tatapan menelisik.


"Ayo Rae.. Semakin cepat kamu bicara... Semakin cepat kamu pergi... Ck... ini wajah papa mertua udah kek boneka chaki aja.. Lucu tapi menyeram kan...!" Dumel Raehan dalam hati, dengan menelan saliva nya paksa.


"Om saya ...---"


"Siapa dia?" Sosor Mr. Vinsion memotong ucapan Raehan.


"Untuk apa kau perlu tahu....!" Sarkas Agara dengan mencebik kan bibir nya, di mana tatapan nya terlihat menatap sang ayah dengan jijik.


"Baik lah... Untuk apa kamu membawa seorang gadis ke rumah ku?... Kau semakin lancang dan kurang ajar Aga.. Aku sudah mengata kan jika kau akan bertunangan dengan Lessia lalu untuk apa kau membawa gadis lain... Bahkan gadis yang tidak sepadan dengan mu..." Ujar Mr. Vinsion dengan sinis, di mana kalimat terakhir yang keluar dari bibir nya adalah penghinaan untuk Raehan.


Raehan menunduk mendengar penghinaan sang calon mertua kepada nya.


Ia benar- benar merasa kecil di depan pria paruh baya itu.


Lihat, apa yang ia duga memang terjadi.


Ia sudah menduga jika kedatangan mereka ke tempat jahannam ini hanya akan membuat mereka terhina oleh mulut penjilat ayah durhaka nya.


Dan ia tidak terima jika mulut kotor Mr. Vinsion menghina kekasih nya.


Ingin rasa nya ia mendorong tubuh ringkih itu dengan keras hingga membentur jendela kaca di belakang nya. Hingga membuat tubuh itu terjatuh dan mati mengenas kan.


Bukan kah terlihat kejam dan tidak berhati, ketika seorang anak kandung mendoa kan kematian ayah nya.?


"Maaf om.. Tapi saya yang meminta kak Aga untuk datang ke rumah om.. Dia sudah menolak namun saya yang memaksa untuk datang kemari..." Akhir nya Raehan mengeluar kan suara emas nya, yang langsung mengalih kan tatapan benci Mr. Vinsion kini ke arah nya.


Ternyata apa yang di kata kan Agara memang benar, jika Mr. Vinsion adalah bukan lah pria yang baik.


Bagaimana bisa seorang ayah menghina dan berkata kasar kepada putra nya.

__ADS_1


Pantas saja Agara menyemat kan nama ayah durhaka untuk pria paruh baya itu.


"Aku tidak sedang berbicara dengan mu gadis pendek... Aku tahu Agara menjadi penentang pasti karna bergaul dengan orang seperti mu.. Gadis yang tidak memiliki tata krama, dan tidak tahu aturan saat orang sedang bicara... Mulut mu selalu gatal untuk menyela pembicaraan orang.. Aku yakin semua sifat buruk putra mu itu semua dari mu..." Ketus Mr. Vinsion dengan ucapan memvonis.


Raehan cukup terhenyak mendengar perkataan Mr. Vinsion , di mana kata- kata itu bagai racun yang menghenti kan peredaran darah nya.


Ia sudah bersikap sopan di depan Mr. Vinsion, namun lihat lah ia malah di vonis dengan kejam.


Agara semakin geram dengan cara Mr. Vinsion berbicara kepada Raehan, rasa nya pria licik itu sengaja menghina gadis nya.


Namun sebelum bibir Agara sempat bergerak, suara penuh dengan aura menekan dan dewasa terdengar di telinga nya.


"Ya om.. Anda memang tidak berbicara dengan ku, tapi aku ada di sini. Orang yang kau hina ada di depan mu.. Jika anda tidak ingin saya berbicara , maka jangan menyinggung orang tersebut... Anda mempertanya kan karakter saya, memvonis saya dengan begitu kejam... Umur anda jelas jauh lebih tua dari saya, jadi tentu anda tahu tentang tata krama dan kesopanan yang baik,, Anda mengatakan jika saya adalah gadis yang kurang ajar. Lalu bagaimana dengan anda? Tuan rumah yang kurang ajar? Karna tidak memperlakukan tamu dengan baik... Lalu untuk tuduhan anda pada saya, di mana sifat buruk Agara berasal dari saya.. Jelas itu bukan hal yang benar.. Coba lah anda bercermin, siapa tahu Agara belajar dari sifat buruk anda.. Karna darah tetap jauh lebih kental dari air..." Balas Raehan menyahuti penghinaan Mr. Vinsion dengan nada yang begitu sopan, namun mampu membuat harga diri seorang Vinsion terkoyak.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2