
...172โฃ...
Raehan mengusap ke dua telinga nya, saat Hanson dan Calvin selesai menyanyi kan lagu yang terdengar seperti sebuah radio rusak, yang bahkan mungkin bisa membuat gendang telinga nya pecah.
"Suara jelek seperti kaleng di pukul gini, si dodol Felix malah sangat menikmati nya... Astaga kenapa bisa ia berubah jadi gila seperti ini..." Ringgis Raehan dengan bingung, menatap wajah Felix yang terpejam karna begitu menikmati nyanyian dua sahabat di samping nya.
"Bagaimana?" Tanya Felix kini dengan wajah berbinar penuh pengharapan jika yang keluar dari bibir Raehan adalah kata- kata romantis.
Jika mungkin ia ingin mendengar tiga kata legendaris dari bibir Raehan, yaitu aku mencintai mu kak Felix.
Maka pasti Felix akan mengadakan pesta besar- besaran di rumah nya malam ini juga.
"Suara nya membuat gendang telinga ku hampir pecah..." Jujur Raehan dengan melipat bibir nya.
Blar...
Prang...
Bayangan indah Felix langsung tersambar petir seketika , saat mendengar perkataan Raehan yang rasa nya langsung mencabut nyawa nya di tempat.
Kata- kata yang langsung meruntuh kan bayangan indah dan juga impian Felix.
Sungguh tragis nasib nya. Pikir Felix yang masih diam membatu di tempat karna menelan pil kekecewaan yang sangat pahit , mengalah kan pahit nya buah pare.
Begitu pula dengan Calvin dan Hanson yang juga tak kalah syok, mendengar kejujuran Raehan yang begitu lancar terdengar.
Mereka berdua sampai tidak tidur semalam, untuk menghafal kan lagu ini. Karna perintah Felix.
Namun saat menampil kan nya dengan sepenuh hati, bukan kata- kata pujian yang di dapat kan melain kan kata- kata kebenaran.
Apa sedikit saja, Raehan tidak bisa berbohong dengan mengata kan suara mereka merdu seperti Justin Bieber?
"Felix,,, kamu tidak perlu melakukan semua ini... Apa yang aku kata kan kemarin perihal menjadi kan mu pembantu ku. Itu aku hanya bercanda tidak ada keseriusan... Oh ayo lah pria tampan seperti mu mana mungkin menjadi babu gadis seperti ku..." Ujar Raehan mencoba membuat Felix mengerti dan tidak lagi mengejar nya.
Memiliki penggemar posesif itu sangat menyebal kan.
Felix menarik nafas nya dalam , menghirup oksigen sebanyak- banyak nya lalu memghembus kan karbon dioksida dengan perlahan.
Tatapan nya menatap lekat pada ke dua mata Raehan.
Ke dua tangan nya meraih tangan Raehan. Yang langsung membuat Raehan mengerjit bingung.
Apa lagi yang akan di lakukan Felix.?
"Aku ingin mengatakan semua nya dengan jujur... Ini mungkin terlalu cepat, atau bahkan terkesan tergesa- gesa..." Felix menjeda kalimat nya, tatapan nya semakin serius.
Membuat Raehan merasa kan aura menekan keluar dari tubuh Felix.
Bahkan ke dua mata Felix terlihat sangat serius dan dalam.
Glek...
__ADS_1
Raehan menelan saliva nya paksa, bersiap- siap mendengar apa yang ingin di kata kan Felix.
Semakin cepat Felix mengatakan apa yang di ingin kan, maka semakin cepat Raehan bisa menangani nya dan segera terbebas dari nya.
"Sebelum nya aku akui aku membenci mu,, bahkan sangat membenci mu... Membuat mu terlibat masalah dan menganggu mu... Tapi aku tidak tahu entah kapan rasa itu datang. Saat aku melihat mu dengan penampilan luar biasa ini, hati ku tiba- tiba berdetak untuk mu..."
Kerongkongan Raehan sekarang benar- benar terasa kering.
Seperti air liur nya tiba- tiba mengering seiring perkataan Felix yang semakin terasa intim.
Bahkan Raehan merasa tidak sanggup mendengar selanjut nya yang akan meluncur dari bibir Felix.
Ia sering menonton film romantis, dan adegan diri nya dan Felix terasa seperti adegan saat tokoh utama menyata kan cinta pada tokoh wanita.
Namun di sini tokoh utama nya bukan Felix, jadi Raehan sangat menyayang kan jika Felix harus patah hati dengan penolakan nya.
Raehan menggelang kan kepala nya pelan, menepis pikiran asal yang mulai memberi kan banyak opini di kepala nya.
"Tidak mungkin kan jika Felix akan menyatakan cinta pada ku? Tapi kata- kata nya... Astaga..." Batin Raehan meringgis.
"Untuk itu aku ingin mengatakan hal sejujur nya pada mu Rae... Jika gadis yang selama ini aku benci berhasil membuat ku jatuh dalam pesona nya.. Dan aku mencintai mu...." Ujar Felix dengan bersungguh- sungguh.
"Hah?" Calvin dan Hanson lagi- lagi di buat tercengang dengan kelakukan Felix yang benar- benar bergerak cepat tanpa mau membuang waktu.
Mereka sedikit syok mendengar pengakuan cinta Felix yang terdengar sangat berbeda di telinga mereka.
Biasa nya seorang Felix mengata kan perasaan nya pada seorang gadis yang akan menjadi mainan nya, dengan kata- kata menggoda dan penuh dengan penawaran harta.
Felix benar- benar berubah, ia tidak main- main dengan perasaan nya pada Raehan.
Keringat bening mulai bergulir melewati kening Raehan.
Tubuh nya terasa membeku seperti ia masuk ke dalam freezer besar.
Ke dua telapak tangan nya kini bahkan terasa berkeringat.
Ia tidak pernah menyangka jika musuh bebuyutan nya kini memiliki perasaan pada diri nya.
Bahkan kini mengungkap kan perasaan nya.
Kenapa bisa hati Felix berubah secepat itu, hanya karna terpesona dengan rambut pendek nya, Felix berakhir jatuh cinta pada nya.
Bagaimana bisa, Rasa benci yang mendarah daging kini berubah menjadi cinta.?
Cinta dan benci memang memiliki garis yang sangat tipis.
Mungin kemarin kamu sungguh membenci sosok itu, namun siapa yang tahu jika esok hari sosok itu berubah menjadi sosok yang kamu cintai.
Memang sedikit tidak masuk akal, tapi ini lah kenyataan nya.
Raehan menarik tangan nya dengan cepat, hingga pegangan tangan Felix terlepas dari tangan nya.
__ADS_1
Dapat terlihat dengan begitu jelas, raut kecewa di ke dua mata Felix.
Raehan mengusap tengguk nya , ia benar- benar tidak nyaman berada dalam posisi seperti nya.
Sangat canggung.
Raehan benar- benar tidak merasa enak hati, saat melihat tatapan sayu di ke dua mata Felix.
Tapi ia tidak mungkin menerima perasaan Felix. Karna kini hati nya sudah di miliki oleh Agara.
Tidak ada pria lain di hati nya selain Agara.
Hari ini benar- benar hari di mana setiap jam jantung nya terasa copot.
Beberapa jam lalu, ia sangat terkejut dengan sikap Agara bahkan pria tampan itu menerima diri nya sebagai bagian dari dunia nya.
Belum selesai ia mencerna semua nya, kini Felix juga mengata kan perasaan nya pada diri nya.
Jika saja Felix lebih dulu, ia mungkin akan menerima perasaan pria tersebut, karna Felix juga tampan meski tak setampan Agara.
Raehan segera tersentak dan menggeleng kan kepala nya cepat.
Apa yang sudah diri nya pikir kan?
Pikiran gadis pencinta pria tampan mulai menyuarakan pendapat nya.
Tapi tidak dengan hati nya yang tetap memilih Agara.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???
__ADS_1