Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Kepincut .


__ADS_3

...171โฃ...


Prang....


Dubrak.....


Suara ledakan serta barang pecah entah dari mana, menjadi melodi yang mengaget kan Felix dan Raehan.


Seperti kaset yang di putar , namun seketika rusak, membuat ke haluan ke dua nya seperti tertarik menjadi sebuah kenyataan.


"Aaaaaa.....!!!" Teriak Raehan spontan, saat wajah Agara berubah menjadi wajah buruk rupa.


Felix yang sedikit kaget dengan teriakan melengking bak peluit kereta api, langsung melepas pelukan nya pada tubuh Raehan.


Hingga tubuh Raehan akhir nya jatuh menyentuh lantai.


Brukk


"Auuuuuuu.... Pantat bahenol ku...." Ringgis Raehan saat merasakan benda keras membentur bokong nya, sama seperti kenyataan yang menampar kehaluan nya, yang sudah mencapai level gila.


Mulut Felix langsung menganga, bagaimana bisa ia membiar kan sang peri imut nya jatuh di lantai yang keras dan dingin.


Ini memang salah jantung nya, yang sampai syok mendengar lengkingan suara merdu Raehan yang membuat jantung nya terperosok hingga jatuh ke dasar perut.


Dengan cepat, Felix meraih ke dua tangan Raehan , dan menarik nya untuk berdiri.


"Maaf kan aku Raehan yang imut,,, Aku benar- benar kaget...." Cicit Felix dengan nada menyesal dan wajah sendu.


"Lepas kan... Lepas kan aku..." Sarkas Raehan dengan menepis tangan Felix.


Dasar, pria tidak memiliki hati. Bagaimana bisa ia di jatuh kan seperti itu.


Percuma tubuh nya besar, tapi sangat lemah. Batin Raehan yang masih mengusap bokong nya yang terasa sakit.


Bibir Felix bergetar, dengan bibir bawah yang di gigit.


Ke dua mata nya berkaca- kaca dengan lelehan bening yang hampir terjun di pipi nya.


Bentakan yang keluar dari bibir pich Raehan , benar- benar seperti sebilah pisau yang langsung menyayat hati Felix.


Sungguh sakit dan nyilu.


Ia terlihat seperti anak anjing yang di usir oleh sang tuan.


"Maaf kan aku hiks... Hiks...." Seru Felix dengan tangis yang pecah.


Kelopak mata nya sudah tidak sanggup menahan lahar bening nakal yang ingin meleleh keluar.


Raehan mengerjit, saat kesadaran nya sudah kembali seutuh nya.


Ia memperhatikan pria di depan nya, yang kini menangis dengan sesenggukan, dengan penampilan yang benar- benar menggemas kan.

__ADS_1


Bandana pink yang bertengker di atas kepala nya, lalu balon pink yang ada di genggaman tangan nya, serta spanduk yang di kalung kan di leher nya.


Dan semua itu bertulis kan nama Raehan.


Raehan semakin bingung dengan apa yang sedang terjadi, namun sedikit kesal.


Tapi yang lebih membuat nya terkejut adalah pria tersebut adalah Felix.


Musuh bebuyutan nya, musuh pertama yang ia miliki saat baru bergabung dengan sekolah elit ini.


Pria yang sangat emosi, dengan kesombongan yang sangat besar, mengalah kan satu buah gunung yang menjulang tinggi.


Bahkan Raehan masih ingat dengan sangat jelas, bagaimana Felix menyeret nya dengan kasar menuju ruangan osis, lalu mengadu kan nya begitu saja.


Namun kini, apa yang di hadapan nya bukan tipe pria yang selama ini yang selalu menatap nya dengan penuh kebencian.


Baru beberapa hari lalu, Felix menyata kan bersedia menjadi pembantu nya, dan kini pria itu berdandan aneh untuk diri nya.


Apa otak Felix, pria di depan nya ini sudah terbalik 360ยฐ. Hingga membuat pria di depan nya sudah hilang kewarasan nya?


Pekik Raehan dengan pikiran - pikiran aneh yang mulai muncul di kepala nya.


Sementara Hanson dan juga Calvin masih menganga dengan mulut mereka yang terbuka lebar, bahkan sebuah mangkuk bisa masuk ke dalan bibir mereka.


Bagaimana tidak?


Mereka sangat syok melihat seorang Felix yang kejam dan playboy menangis sesegukan di depan seorang gadis, seperti anak kecil yang kehilangan mainan nya.


Bahkan Felix tidak menangis seperti ini, saat ayah nya menjadi korban kecelakan yang hampir meregang nyawa.


"Cubit aku sekarang...!" Pekik Calvin yang merasa saat ini ia berada di dunia mimpi.


Hanson langsung mencubit keras perut Calvin, sementara ia pun juga masih berada pada mode terkejut.


"Aidah... Kampret sakit..." Umpat Calvin sambil menepis tangan Hanson.


"Please deh, kek nya dunia udah ke balik..." Seru Hanson dengan kepala menggeleng pelan.


Menyadari situasi yang sedikit canggung, dengan ratusan mata menusuk tajam ke arah mereka.


Raehan sedikit bingung, tapi ia harus menghenti kan tangisan Felix, jika tidak ia akan di fitnah sudah memukul pria tampan di hadapan nya.


"Cup... Cup... Udah donk balsem galiga jangan nangis...!!" Cicit Raehan sembari melempar pandanga nya pada murid- murid yang sedang menatap ke arah nya.


Mengembang kan senyum, seolah- olah mengata kan jika tidak terjadi apa- apa di antara mereka.


"Menyebal kan sekali , kenapa si balsem galiga jadi kepincut ama aku... Emang ya kecantikan seorang Raehan emang luar biasa..." Batin Raehan membanggakan diri nya, meski ia sedikit risih dengan kehadiran Felix, yang bahkan menarik perhatian para murid.


Felix menghela nafas nya, mencebik kan bibir nya, lalu mengusap air mata nya.


Sungguh demi apa pun ia tidak ingin menangis, tapi hati nya sakit.

__ADS_1


Entah mengapa ia menjadi cengeng saat mendengar bentakan Raehan.


Rasa nya tubuh nya di potong- potong menjadi seribu.


Sangat menyakit kan apa lagi di bagian hati nya.


"Peri imut, maafin Felix ya..." Cici Felix dengan alunan nada bicaya lemah dan bersalah.


"Iya ngak pap kok Lix.. Santai aja, jangan nangis lagi, ntar aku di kira pukul kamu lagi... Tapi ini apa- apan? Ngapain dandan kayak gini.. Please deh jangan gila donk... Kasian kan kalau rumah sakit jiwa nambah pasien..." Seloroh Raehan asal mencoba memancing kemarahan Felix.


Saat ini yang ia ingin kan adalah Felix kembali membenci nya.


Ia tidak mau di buntuti oleh kuntilanak jadi- jadian.


Batin Raehan, yang langsung bergidik ngeri hanya dengan membayang kan hal tersebut.


"Aku sudah mencari mu Rae.. Lihat, aku berpenampilan seperti ini hanya untuk mu... Untuk memberi kan suport agar kau tetap semangat dalam melewati seleksi hari ini... Hei kalian berdua kemari....!"


Tangan Felix terangkat di udara, memberi kan intruksi pada Hanson dan Calvin untuk mendekat.


"Cepat nyanyi kan ....!" Titah Felix memasang wajah garang pada Hanson dan Calvin.


"Semangat, semangat Raehan cantik Raehan imut... Kamu pasti bisa.. Semangat, semangat.... Kami akan mendukung mu selalu.....!!" Hanson dan Calvin bernyanyi dengan wajah ceria yang di paksa kan. Sembari menyanyi kan lagu tersebut dengan melodi balon ku ada lima.


Tentu saja di iringi dengan tarian ringan, yang sudah seperti ular sekarat.


Sementara Felix melambai kan tangan nya, menikmati bait- bait nyanyian ke dua sahabat nya itu.


Ia yakin, Raehan pasti meleleh dan terharu dengan usaha yang ia lakukan.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2