Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Aku akan mengantar mu


__ADS_3

...82...


"Aku tidak tahu... Hiks...." Raehan mengangkat wajah nya menatap Dion yang langsung di respon dengan mata melotot.


Dion begitu kaget, memandangi wajah Raehan yang terlihat begitu menyeram kan.


Tapi yang lebih mengaget kan diri nya luka lebam yang ada di dahi gadis bodoh ini. Yang langsung menikam hati nya, meremas jantung nya.


Seakan luka itu lebih menyakit kan bagi diri nya. Meski bukan diri nya yang terluka.


Tangan Dion terulur menyentuh luka Raehan.


Pakk...


"Auuuuu... Ssshhhh sakit..." Renggek Raehan menepuk tangan Dion yang menyentuh luka di dahi nya.


"Siapa yang membuat mu terluka???" Tanya Dion kini dengan menggertak kan gigi nya.


Demi apa pun, diri nya tidak terima dengan semua ini. Luka gadis bodoh ini dan rambut nya yang rusak.


Bagaimana bisa rubah betina nya terluka.


Raut wajah Raehan menjadi pias, dengan tubuh nya yang begemetar.


Bagaimana tidak, kini Dion menatap nya dengan begitu tajam.


Seakan siap melahap tubuh kecil nya detik ini juga. Belum lagi aura kemarahan yang menguar dengan kuat dari Dion. Terasa menekan udara di sekitar Raehan.


"Aku hanya terjatuh..." Cicit Raehan meremas samping Rok nya. Tentu saja dengan wajah menunduk.


Untuk pertama kali nya, dan entah kenapa kali ini keberanian nya ciut seperti kerupuk yang terkena air. Di hadapan Dion tubuh nya bergetar dengan hebat. Mental nya tertekan seakan beban menindih tubuh nya.


Tangan Dion mengepal semakin erat. Ia merasa tidak berguna tidak bisa menjadi alas saat rubah betina nya ini jatuh.


Dion menghela nafas sebelum kembali bicara. Diri nya berusaha mengontrol emosi nya, saat menyadari Raehan takut dan merasa tertekan.


"Kita akan membahas nya nanti , tapi sekarang ikut aku..." Dion melepas jaket yang sejak tadi menggantung di pundak nya, lalu memasang kan nya pada tubuh Raehan.


Raehan cukup tersentak, namun ia tetap diam dan pasrah.


Dion menarik tangan Raehan dan membawa nya pergi.


...----------------...


Acara photoshoot yang tidak berguna ini akhir nya selesai, pekik Agara sambil mendengus kesal.


Diri nya tidak harus bersentuhan lagi dengan gadis genit seperti Lessia. Yang bahkan membuat kulit nya terasa gatal.


Agara segera turun dari panggung, dan berjalan dengan cepat.


Sejak tadi keberadaan Raehan tidak muncul lagi, setelah insident tikus itu.


Hal itu tentu saja membuat nya sedikit cemas. Pasal nya gadis itu menghilang seperti di telan bumi.


"Wow... Ga. kamu memang yang terbaik..." Ujar sang photografer menghentikan langkah Agara.

__ADS_1


Agara memutar bola mata nya malas. Pria ini benar- benar tidak bisa untuk tidak mengganggu nya.


Sang photografer begitu terlihat antusias. Sembari menunjukkan hasil gambar yang di tangkap nya.


"Terserah diri mu..." Balas Agara kesal.


"Hei ayo lah.. Kenapa kau terlihat buru- buru begitu... ?"


"Tugas ku sudah selesai jadi berhenti mengganggu ku..." Agara segera berlalu pergi.


Sementara sang photografer menatap tidak suka kepada Agara yang terus menjauh dari pandanga nya.


"Sudah lah biarkan saja dia pergi..." Ujar Lessia sambil menepuk bahu sang fotografer.


"Bagaimana pekerjaan mu? perlihat kan foto- foto ku dengan Agara. Aku yakin hal ini akan menjadi tranding topik minggu ini.." Lanjut Lessia dengan senyum mengembang.


"Baik lah aku akan mengirim kan nya segera ke ponsel mu..." Balas fotografer sambil berjalan beriringan dengan Lessia.


Sementara Agara mendekat menghampiri Niel yang sedang sibuk dengan proposal di tangan nya.


"Hmmm..." Dehem Agara kaku, jujur saja ini pertama kali nya diri nya menyapa seseorang.


Hhhh,, tapi ia tidak bisa terus menuruti ego nya saat ini.


Niel menaik kan satu alis nya, diri nya merasa cukup aneh dengan kehadiran sang idola sekolah di depan nya.


"Ha.. Ha.. Apa kau sedang mengajak ku berbicara?" Tanya polos Niel dengan menunjuk diri nya sendiri.


"Katakan Dimana Raehan..??" Tanya Agara langsung.


"Entah lah... Tadi dia ada disini.. Tapi setelah itu aku tidak tahu..." Niel mengendikkan bahu nya.


"Bagaimana bisa kamu tidak tahu???" Gertak Agara kini dengan meraih kerah baju Niel.


"Wowowo... Tenang Ga.. Jangan pake urat..." Celetuk Niel sambil memegang tangan Agara.


Pria di depan nya kini persis seperti harimau bangun dari tidur karna di ganggu.


Diri nya bisa melihat urat- urat kekesalan terlihat di wajah Agara.


"Dengar ya.. Aku tidak tahu di mana Raehan sekarang... Aku bukan ibu nya yang akan menjaga nya oke.. terus aku juga bukan dukun atau pun peramal yang tahu di mana dia sekarang..." Ujar Niel lagi dengan wajah jelek.


Agara langsung melepas kerah baju Niel, dan segera keluar dari ruangan itu.


Bodoh nya diri nya, karna tidak bisa mengendalikan emosi diri nya malah melampias kan nya pada Niel.


"Sial... Gadis itu benar- benar membuat ku kelelahan mencari nya.. Sebentar saja dia tidak membuat ulah mungkin dunia nya benar- benar akan hancur.." Umpat Agara sambil berjalan dengan cepat.


...----------------...


Dion dan Raehan kini berada di parkiran. Dion segera membuka pintu samping mobil nya.


"Ayo masuk..." Titah Dion.


Raehan terlihat ragu, dalam pikiran nya ia sedang bertanya- tanya apa yang sedang di pikir kan Dion.

__ADS_1


Ingatan memori saat diri nya di tinggal kan di pinggir jalan kembali terbayang di kepala Raehan.


"Apa kak Dion akan membuang ku lagi...?" Tanya Raehan dengan polos. Tentu saja ia tidak mau di tinggal kan di pinggir jalan lagi seperti waktu itu.


Untung saja saat itu ada Fir yang melintas, jika tidak ia akan jalan kaki dan pasti kaki nya akan menjadi bubur karna berjalan jauh.


Rasa bersalah akan kejadian itu semakin membuat Dion kebingungan. Diri nya pikir Raehan akan melupakan nya tapi ternyata kini bahkan Raehan berpikir diri nya akan membuang nya lagi.


Seperti nya diri nya benar- benar telah menoreh kan sesuatu negatif tentang diri nya.


"Tidak... Aku tidak akan membuang mu ... Maaf kan aku untuk kejadian itu.. Aku benar- benar tidak bermaksud meninggal kan mu, hanya saja aku kalut karna kesal. Bisa kah kamu memaafkan ku...?" Ujar Dion dengan bersungguh- sungguh.


Memasang wajah menyesal dengan mataberkaca- kaca.


Rencana permintaan maaf yang sudah ia rencakan hancur karna melihat adegan romantis antara Raehan dan Agara, hingga menghancur kan boneka lucu karna marah.


Tapi diri nya juga tidak pernah menduga, jika ia akan bertemu Raehan di kamar mandi dalam kondisi berantakan. Bahkan lebih berantakan dari seorang gembel.


Sebelum nya ia hanya ingin mencuci wajah nya yang sedikit sembab di toilet , tapi apa sangka begitu ia keluar Raehan malah menabrak nya.


"Baiklah.. Tapi aku bisa pulang sendiri. Terimakasih sudah membantu ku menyembunyikan wajah ku sampai di parkiran.. Aku akan pulang..." Jawab Raehan dengan wajah sedih dan lesu, yang semakin menikam dalam hati Dion.


Dion menarik tangan Raehan, sebelum gadis itu benar- benar pergi.


Ia tidak akan membiar kan Raehan sendiri, di saat ia sedang terluka. Ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.


"Aku akan mengantar mu pulang.. Untuk motor mu aku akan menyuruh orang ku untuk mengantar nya.. Menurut lah sekali saja aku tahu apa yang membuat mu sedih.. Lagi pula rambut mu harus di rapikan..." Bujuk Dion.


"Hmmmm... Baiklah..." Jawab Raehan pasrah, lalu masuk ke dalam mobil.


Percuma diri nya membantah, Dion tidak akan melepaskan diri nya.


Setidak nya ia berharap kali ini Dion tidak membuang nya di pinggir jalan lagi.


Apa lagi matahari sudah akan kembali ke rumah nya. Menyisakan warna merah dengan semburat keindahan.


...----------------...


...****************...


Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙

__ADS_1


__ADS_2