Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Happy 1


__ADS_3

...350...


Waktu terus berjalan dengan cepat. Detikan jarum jam terus berjalan melingkar tanpa henti. Matahari yang awalnya meninggi hingga ke puncak kepala, kini mulai turun secara perlahan hendak tenggelam. Cahaya matahari yang begitu menyilaukan, perlahan meredup dengan awan yang mulai berkumpul dengan indah.


Raehan mengemasi seluruh peralatan tulis dibantu dengan Miya. Sementara Kazuya menghela nafas panjang karena akhirnya sesi belajar telah selesai. Raehan mengajarinya semua hal yang akan keluar esok saat ujian. Tentu saja hal itu dibantu dengan kisi-kisi yang diberikan oleh Dion.


"Kazuya, besok kalau kamu udah sekolah di Milver High School nanti kamu duduk di sebelah aku ya," ucap Miya yang sejak tadi tidak ada habisnya terus saja menggoda dan merayu Kazuya, meskipun sudah berapa kali dia kena ejekan dari Fir serta Raehan.


"Oh, ini artinya aku di usir," sindir Raehan dengan menyiniskan suaranya.


"Tidak, bukan begitu, Rae. Kamu bisa tetap duduk di kursimu. Aku yang akan pindah duduk ke tempat kursi Kazuya. Nanti, kamu bisa duduk bersama Fir."


"Terserah deh, gimana mau kamu Mi. Ingat tapi jangan bikin Kazuya susah."


"Aku ngak pernah bikin Kazuya susah, Rae. Malah Kazuya seneng kalau deket-deket aku. Buktinya tadi dia lancar banget jawab pertanyaan dari kamu."


"Itu bukan karena Kazuya deket kamu, Bodoh. Tapi otak Kazuya emang encer, beda sama kamu otak udang," sosor Fir dengan mencela. Fir duduk di samping Miya dengan tubuh yang basah. Setelah berkelahi barusan, ketiga pria itu memilih untuk berenang untuk menunggu Raehan selesai mengajari Kazuya.


Sisa-sisa rembesan air dari tubuh Fir yang hanya menggunakan celana boxer membuat karpet dan sebagian alat tulis menjadi basah. Hak itu tentu saja membuat Raehan kesal.


"Fir, kamu basah, sana pergi dari sini. Tuh, buku-bukunya jadi basah!" seru Raehan dengan tatapan tidak suka.


"Ih, bukannya dapet pujian badanku yang bagus dengan perut kotak-kotak malah kena semprot, ck," decak Fir dengan bangkit dari karpet.


"Cih, badan lembek ngak berotot aja di banggain," olok Raehan dengan mengulurkan lidahnya.


"Rae, Astaga. Itu matamu perlu dibawa ke dokter deh. Tubuh idaman kayak gini di bilang lembek," sanggah Fir tak terima.


"Ya, tapi emang bener kan. Mana ada tubuh atletis kayak gitu. Tuh, coba lihat tubuh Dion dan juga Agara. Itu baru namanya atletis." Miya menunjuk ke arah kolam renang yang hanya berjarak sepuluh meter dari tempat duduk mereka. Di mana terlihat Agara dan Dion sedang berenang sambil bergurau.


"Tapi gini-gini aku udah pukulin mereka sampai KO." Fir tersenyum dengan berkacak pinggang.


Kazuya yang sejak tadi mendengar perdebatan antara ketiga sahabat itu hanya terkekeh geli. Ketiga orang tersebut benar-benar mampu menghidupkan suasana dengan guyonan dan ejekan-ejekan yang lucu. Sangat senang sekali rasanya, bisa berteman dengan orang-orang seperti mereka. Orang-orang yang tidak melihat latar belakang serta status sosial orang lain.

__ADS_1


Mereka begitu terbuka menyambut dan menerima hubungan dengan sangat baik. Tidak peduli, jika orang tersebut pernah menjadi pengamen jalanan sekalipun. Miya yang melihat Kazuya tertawa merasa terpesona dengan pria berwajah Jepang itu.


Tidak ada satu pun apapun pada diri Kazuya yang ia tidak suka. Mulai dari senyum, cara berbicara, bahkan cara tertawa pria itu pun sangat ia sukai. Rasanya ada ribuan kupu-kupu yang sedang menggerayani perutnya.


Klep!


"Bengong lagi, bengong terus." Raehan menjentikkan jarinya di depan Miya, yang di respon dengan bibir manyun.


"Rae, biarkan aku menikmati keindahan ciptaan tuhan ini," ucap Miya dengan gaya lebaynya hingga membuat Fir dan Raehan lansung tergelak bersamaan.


"Cih, sok puitis banget kamu, Mi. Ha ... Ha ...," goda Raehan dengan tawa membahana.


"Mi, kamu itu ngak pantes bilang kayak gitu. Dari tadi dateng ke sini sok jaga image di depan Kazuya," sambung Fir dengan menggeleng-gelengkan kepalanya karena merasa lucu.


Miya memasang wajah cemberut dengan bibir yang semakin dimanyunkan ke depan. Dua sahabatnya selalu saja mengejek dan menggodanya. Sedangkan, Kazuya memilih diam dan tidak ikut andil karena takut terkena imbasnya.


"Ih, kalian apaan sih. Lihat tuh, Kazuya jadi berhenti kan ketawanya. Emang ya, kalian itu selalu menjadi nyamuk tahu ngak sih," sebal Miya.


"Iya, Fir adalah pria paling tampan." Miya menjeda kalimatnya. Sedangkan Fir lansung memasang gaya ponggahnya.


"Dengan badan kayak ikan teri," lanjut Miya tanpa dosa yang membuat Fir merasa lansung dijatuhkan ke dasar bumi yang paling dalam, setelah dilambungkan ke langit.


Raehan dan Kazuya tergelak dengan ucapan Miya. Sungguh sangat lucu dan mengocok perut. Apalagi ekspresi wajah Fir yang sudah seperti setan kecil yang sedang mengeluarkan tanduk.


"Mi, kamu itu gimana sih. Lihat, tubuhku ini ideal ngak kurus. Kurusan juga Kazuya," bantah Fir tidak terima sembari menunjuk ke arah Kazuya yang sedang tertawa.


"Apapun yang ada apa Kazuya aku suka. Mau badanya kayak teri kek, atau sapu lidi aku suka. Sedangkan badanmu itu membuat kedua mataku yang indah ini ternoda. Jadi, jangan coba-coba bandingkan badanmu dengan Kazuya karena bagiku dia yang terbaik."


"Dasar bucin."


"Hai, Gaess. Ngomongin apa sih seru banget?" tanya Agara duduk di samping Raehan, dan mencubit gemas pipi putih kekasihnya. Dari arah belakang terlihat Dion yang juga berlari dan bergabung bersama mereka.


"Ngak ada kok, cuma bercanda aja," jawab Raehan dengan tersenyum pada Agara.

__ADS_1


"Malam ini, gimana kalau kita barbeque-an?" usul Dion dengan wajah antusias.


"Wah, ide bagus tuh." Fir.


"Aku juga setuju." Miya.


"Kalau begitu aku akan menyiapkan segalanya." Kazuya lansung berdiri dari duduknya.


"Rae, kok diam aja. Kamu ngak setuju?" tanya Agara dengan memainkan tangan Raehan dengan mesra.


"Siapa bilang. Aku setuju-setuju aja tapi pulangnya jangan malam-malam ya." Raehan memberi persyaratan. Ia hanya ingin cepat sampai rumah karena ia merasa sangat letih. Seharian mengajari dan menjelaskan satu persatu soal pada Kazuya tentu menguras tenaganya. Namun, ia tidak ingin menolak ajakan Dion dan membuat semuanya merasa sedih.


"Iya, kamu tenang aja," ucap Dion menyetujui.


"Nanti kamu pulang sama aku aja ya, Rae," tawar Agara menatap lekat wajah cantik Raehan, yang direspon dengan anggukan oleh Raehan.


"Yes, ini pasti bakal seru!" teriak Miya dengan mengangkat tinggi-tinggi ke dua tangannya di udara.


...----------------...


...****************...


Jangan lupa


like


komentar


gift


vote


tips

__ADS_1


__ADS_2