
...47...
Toko Souvenir..
Dion masih asik terus meneliti barang- barang yang di jajakan toko ini.
Terlihat begitu unik dan berkelas, tapi lihat lah harga nya tidak seberapa. Jika harga semurah ini ia bisa memborong semua nya. Pikir nya denga bibir terus mengembangkan sebuah senyum.
Dion terhenti sejenak, saat melihat sepasang boneka mungil dengan senyum manis.
Ia meraih boneka tersebut, meneliti setiap inci tubuh boneka yang hanya sebesar jengkal tangan nya.
Sungguh lucu dan manis.. Pekik Dion.
Dion mendekat kan ke dua boneka tersebut, menatap nya dengan minat.
"I Love You Baby..."
"I Love You Too Baby..."
Suara sepasang boneka yang saking menyahut. Ke dua tubuh boneka tersebut memancarkan lampu kelap- kelip.
Dion membuka mulut nya, mendengar suara sepasang boneka yang tengah menyala di telapak tangan nya.
"Itu boneka couple mas... Hari ini terjual habis sisa hanya satu pasang... Kalau di dekat kan mereka akan mengeluar kan suara dan menyala terang... Persis seperti sepasang kekasih yang akan senang jika saling bertemu...." Jelas seorang gadis dengan rambut pendek, yang tak lain adalah penjaka ruko.
"Boneka coupel..." Batin Dion, dengan ingatan nya mengingat wajah Raehan. Ia membayang kan jika ia memberi kan salah satu boneka ini, pasti rubah betina itu akan langsung memeluk nya dan berterimakasih.
"Bungkus yang ini mba..." Putus Dion dengan senyum yang makin mengembang.
__ADS_1
Malam ini selain langit yang begitu cerah, senyum nya pun tak pernah luntur dari wajah nya.
Dion segera bergegas keluar, setelah membayar sepasang boneka couple yang di beli nya.
Ia segera keluar dari ruko, ia tidak sabar ingin memberikan boneka ini pada Raehan dan melihat respon gembira gadis itu.
Namun, wajah sumringah Dion langsung menguap di udara. Terganti kan dengan dahi mengkerut dalam, saat ia tidak melihat Raehan di luar ruko.
Dion memperhati kan beberapa paper bag yang tergeletak begitu saja, itu adalah barang- barang yang di beli nya.
Lalu di mana gadis pendek berbandana itu?
Dion menyapu setiap tempat yang bisa terjangkau oleh mata nya, menelisik di mana keberadaan Raehan.
"Kemana gadis rubah betina itu pergi? barusan dia duduk di sini?... Apa dia culik..?" Gumam Dion mengedar kan pandangan nya.
"Ahhh tidak mungkin... Mana ada penculik yang mau menculik nya, dia kan tidak memiliki daya jual yang tinggi... Ckkkk Dasar rubah betina selalu pergi sesuka nya bahkan dia berani meninggalkan barang- barang ku..." Lirih Dion sedikit kesal, lalu meraih paper bag- paper bag tersebut.
Dion mengetat kan rahang nya, berani nya seseorang menganget kan nya. Untung saja jantung nya tidak berhenti berdetak karna ulah orang ini, teriak nya kesal.
Dion membalik kan tubuh nya, mata nya langsung memutar bosan, saat netra nya mendapati gadis dengan tubuh pendek tengah tersenyum lebar sampai memperlihat kan seluruh gigi putih nya.
"Kau... kenapa kau meninggalkan barang- barang ku? Kalau nanti hilang ada yang mengambil bagaimana? Atau kamu mau aku kasi tau popsy dan momsy kalau kamu di skors sekolah....?" Cecar Dion dengan jutek dan kesal.
"Nye... Nye... Nye... terus saja bicara dan mengancam ku... Kak Dion kan tidak punya cara lain selain mengancam ku... Siapa juga yang mau mengambil barang- barang mu... Lebih baik orang mencuri uang dari pada barang- barang mu..." Balas Raehan menirukan cara bicara Dion.
"Kamu terikat janji dengan ku... Kata kan kau pergi kemana?" Kini Dion meninggikan suara nya.
"Kak Dion ngak perlu tahu..."
__ADS_1
"Katakan Atau...---"
"Aku bertemu dengan kak Aga..."
Jeduar....
...----------------...
...****************...
Seguini dulu oke... Habis lebaran thor bakalan up banyak kok..π
maklumin ya puasa nih...π
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ??