Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Akhir nya bertemu


__ADS_3

...170โฃ...


Terlihat Raehan berjalan dengan sempoyongan di lorong.


Jiwa nya seperti nya masih tertinggal di ruangan Agara.


Bahkan tubuh nya benar- benar terasa lemas, seperti sepiring jelly.


Sementara wajah nya, memerah dengan sempurna. Seperti tomat matang yang hampir busuk.


Debaran jantung nya bahkan terus bertalu dengan sangat kencang, lebih kencang dari genderang perang yang di tabuh.


Ia benar- benar tidak percaya jika Agara mengecup kening nya, meski singkat namun hal itu benar- benar membuat nya melayang hingga ke langit ke tujuh.


Ia tidak pernah membayang kan atau bermimpi akan mendapat kecupan dari Agara.


Ini seperti sebuah mimpi, di mana diri nya kini masih di antara dunia mimpi dan dunia nyata.


Raehan menyentuh kening nya, di mana Agara mencium nya.


Ingin rasa nya, saat itu ia putar kembali , bahkan jika bisa ia ingin menghenti kan waktu.


Menikmati sekejap dan mencerna semua yang terjadi.


"Apa yang tadi itu nyata?.. Kak... Ka.. Aga mencium ku...?" Cicit Raehan dengan terbata- bata.


Ia masih tidak percaya dengan apa yang tadi di lakukan Agara.


Sementara kaki pendek nya terus berjalan menyusuri lorong dengan pandangan kosong fokus ke depan.


Bahkan lorong yang cukup ramai, terlihat sepi di mata Raehan. Karna pikiran nya yang masih terbang entah kemana.


Sedang kan di sisi lorong lain nya, juga terdapat Felix dan ke dua sahabat nya, yang memasang wajah kecewa.


Terutama Felix yang sangat sedih, karna seperti nya rencana nya gagal total.


Sang pujaan hati benar- benar menghilang tanpa jejak.


Bahkan ia harus sampai mengeluar kan uang untuk mendapat informasi keberadaan Raehan.


Namun apa yang ia dapat kan, tidak ada. melain kan ejekan laknat yang keluar dari bibir Niel.


Jika saja Anet tidak tiba- tiba datang, ia pasti kan tubuh Niel akan menjadi puing- puing tak berbentuk.


Namun seperkian detik kemudian , langkah Felix terhenti dengan wajah berbinar.


Seolah wajah yang tadi nya di selimuti kegelapan itu menemukan sinar nya kembali.


Hanson dan Calvin yang masih berjalan dengan menunduk, menyembunyi kan wajah mereka, tiba- tiba menubruk tubuh Felix di depan.


Bruk..


"Aissss.... Sial..." Umpat Hanson yang sudah tak memiliki gairah hidup.


"Lix,ngapain pake acara ngerem mendadak sih... " Kesal Calvin dengan mood yang benar- benar sudah hancur.

__ADS_1


"Kalian lihat di sana...! Peri imut ku sudah ketemu....!!!" Teriak Felix dengan histeris yang langsung berlari dengan cepat, menuju Raehan yang sedang berjalan dari arah yang berlawanan.


Calvin dan Hanson langsung terhenyak mendengar getaran teriakan Felix yang seperti asupan kehidupan bagi mereka.


Ke dua netra mata mereka, segera tertuju pada sosok gadis mungil yang sedang berjalan dengan sempoyongan seperti habis melakukan sebuah peperangan.


"Akhir nya, atribut laknat ini akan terlepas dari tubuh kita Han...." Celetuk Calvin dengan bahagia. Seperti seseorang yang baru saja menemukan sebuah harta karun.


Hanson mengangguk dengan pelan , telinga nya sudah sangat penat untuk mendengar ejekan dari setiap mulut orang yang melihat diri nya.


Tubuh nya juga sangat letih , harus menahan rasa malu yang membunuh diri nya secara perlahan.


Tubuh Raehan terlihat bersinar, dengan dua buah sayap yang terentang di belakang tubuh nya. Benar- benar seperti penyelamat di mata Hanson.


Dengan cepat, Hanson dan Calvin melesat menuju ke arah Raehan.


Karna semakin cepat mereka bertemu dengan Raehan, maka semakin cepat pula kutukan Felix akan terlepas.


"Peri imut ,,, Kini ku menemu kan mu... Di ujung waktu ku patah hati.. !!!" Seru Felix yang langsung berlutut di depan Raehan, dengan tangan terbuka.


Hati nya benar- benar semakin meleleh dengan kesadaran akal yang semakin menipis.


Bahkan Felix tidak peduli jika aksi lebay nya ini di lihat oleh murid lain nya. Yang kini menatap nya dengan wajah melongo.


Namun bukan nya mendapat kan respon yang luar biasa , Raehan malah melewati Felix dengan tatapan kosong jauh ke depan.


Raehan tidak menyadari kehadiran Felix, yang bahkan dengan rela berlutut di hadapan nya.


Pikiran nya benar- benar masih melayang, memutar kaset adegan ciuman kening nya bersama Agara.


Sungguh manis dan sangat romantis.


"Ppppffffttttt...." Hanson dan Calvin nyaris tertawa melihat adegan konyol yang benar- benar sangat lucu. Namun belum sempat kedua nya tertawa, tatapan kilat membunuh Felix langsung melayang ke arah mereka.


Glek...


Ke dua nya langsung menelan saliva nya paksa, dengan satu jari mendarat di depan mulut mereka.


Sebagai isyarat jika mereka tidak akan tertawa.


Felix segera bangkit dan kembali menyusul Raehan.


Satu penolakan bukan lah perkara yang sulit.


Untuk mendapat kan sang pujaan hati memang membutuh kan perjuangan yang lebih besar.


Batin Felix menyemangati diri nya sendiri. Tanpa pernah ia tahu jika hati Raehan sudah di miliki oleh orang lain.


"Rae... Tunggu..." cicit Felix dengan suara mendayu mesra, dengan ke dua tangan yang kini sudah di rentang kan untuk menghalangi Raehan.


Dugh...


Tubuh Raehan langsung terpental saat ia menabrak sesuatu yang besar di hadapan nya.


Raehan tidak bisa menjaga keseimbangan tubuh nya, dan hampir terjungkal ke lantai yang keras.

__ADS_1


Namun dengan sigap, Felix menangkap tubuh Raehan hingga ke dua tatapan nya membeku satu sama lain.


Deg...


Deg...


Deg...


Jantung Felix berdetak dengan cukup cepat, saat diri nya benar- benar berada dekat dengan Raehan.


Tatapan nya seolah membeku di sihir oleh dua mata coklat yang sangat indah bagi nya.


Aliran darah nya langsung terasa terhenti, bahkan mungkin tersumbat.


Sementara Raehan mengerjap kan ke dua mata nya beberapa kali, netra nya sedikit tidak percaya ketika melihat wajah tampan Agara di hadapan nya.


Bukan kah diri nya baru saja bertemu dengan pria tampan itu?


Lalu sejak kapan Agara ada di sini dan menangkap tubuh nya yang akan jatuh ke lantai?.


"Kak Aga memang penyelamat ku...." Batin Raehan dengan tatapan semakin sayu, dan jatuh dalam pesona Agara.


Tanpa ia sadari jika yang kini menangkap nya adalah Felix bukan Agara.


Kewarasan Raehan seperti nya mulai menipis, dengan semua hal yang di lihat nya selalu saja menampak kan wajah Agara.


Seperti nya ke dua mata Raehan sangat syok dengan kejadian beberapa jam lalu.


"Sangat tampan...!" Lirih Raehan yang langsung membuat Felix semakin membeku di tempat.


Ia tidak pernah menyangka atau pun bermimpi jika gadis yang sudah berhasil mencuri hati nya memuji nya dengan begitu lancar.


Bahkan rasa nya hati nya benar- benar sudah di selubungi kabut- kabut cinta yang membuat nya melayang.


Wajah Felix semakin merah merona, seperti habis terbakar sinar matahari.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2