Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Keputusan yang salah


__ADS_3

...233πŸ’›...


"Azam bisa tidak kamu ketuk pintu dulu baru masuk... Penampilan mu terlihat seperti setan yang hanya memakai pakaian serba hitam..." Bentak kesal Mr. Vinsion.


"Maaf Tuan saya salah..." Azam membungkuk kan tubuh nya hingga sembilan puluh derajat.


Meminta maaf pada majikan nya jika ia sudah lancang masuk ke dalam kamar Mr. Vinsion.


Ia lupa untuk mengganti pakaian penyamaran nya. Wajar saja Mr. Vinsion terkejut karna sama sekali tidak mengenali diri nya.


Azam membuka topi dan juga masker nya, hingga tampak wajah tegas dan datar yang di miliki nya.


Mr. Vinsion memutar ke dua bola mata nya kesal.


Diri nya sedang enak- enak kan melihat kenaikan keuntungan yang ia dapat kan. Malah harus terganggu dengan kehadiran Azam.


Padahal diri nya masih betah untuk melihat harta nya yang semakin bertambah banyak.


"Untuk apa kamu mengganggu ku malam- malam?.. Apa kamu tidak tahu jika ini waktu nya untuk tidur..." Mr. Vinsion melangkah menuju sebuah meja yang ada di depan ranjang nya.


Tangan nya terulur menuang segelas air yang langsung ia teguk.


"Saya sudah mendapat kan apa yang tuan ingin kan..."


Mr. Vinsion berhenti minum, saat mendengat laporan anak buah nya itu.


Air yang mengenai bibir nya terhenti untuk masuk ke dalam kerongkongan nya.


Mr. Vinsion menatap serius pada Azam.


"Gadis kecil itu ternyata sangat dekat dengan Agara Tuan... Bahkan seperti nya apa yang di kata kan gadis itu jika dia adalah kekasih Agara memang benar ada nya... Anda bisa melihat kemesraan antara ke dua nya..."


Azam memberi kan ponsel nya pada Mr. Vinsion.


Dengan cepat dan penuh minat Mr. Vinsion mengambil handphone yang ada di tangan Azam.


Bibir Mr. Vinsion tersenyum menyeringgai saat melihat hasil jepretan asisten nya.


Di mana di layar ponsel itu terlihat jika gadis kecil itu berada di atas tubuh putra nya. Adegan yang cukup intim.


Lalu Mr. Vinsion kembali menggeser slide foto selanjut nya. Di mana terlihat ke dua remaja itu sedang duduk di ayunan dengan tangan yang saling menggenggam erat.


"Ck.. Ck.. Pasangan yang manis sekali... Sangat lucu dan penuh cinta..." Seru Mr. Vinsion dengan ekspresi mengejek nya.

__ADS_1


"Kau tahu Azam pundi- pundi uang sudah mulai terlihat di mata ku.. Aku bahkan bisa mencium aroma uang yang akan terisi banyak di rekening ku... Keuntungan dari cemilan keripik orang desa itu benar- benar banyak tapi rasa nya kurang.. Pasti akan semakin banyak jika produk ini menjadi milik ku.. Dan diri mu.." Mr. Vinsion menggantung ucapan nya. Di mana tangan nya memegang bahu Azam.


"Membawa kabar baik yang menjadi kunci diri ku untuk mendapat kan keuntungan yang lebih banyak lagi..." Lanjut Mr Vinsion dengan smirk penuh arti di wajah nya.


Seperkian detik kemudian, wajah Mr. Vinsion berubah menjadi serius di mana ke dua tatapan nya terlihat tajam.


Ia melangkah kan kaki nya mendekat pada pinggir ranjang, lalu meletak kan bokong nya di kasur yang empuk.


"Aku sudah mendapat kan yang aku cari.. Sekarang jalan kan rencana kita... Kita akan mengguna kan gadis kampungan itu untuk membuat Agara menerima pertunangan ini dan bertekuk lutut di kaki ku..." Setiap perkataan Mr. Vinsion mengandung penekanan di mana atmosfer di sekeliling nya menjadi berat.


"Baik Tuan.. Saya akan segera melakukan rencana kita sesuai dengan keinginan Tuan..." Timpal Azam, lalu membungkuk kan tubuh nya sebelum melenggang pergi keluar dari kamar Mr. Vinsion.


"Kamu pikir dengan membawa gadis kecil itu menemui ku bisa membatal kan pertunangan mu Aga?.. Tapi sayang keputusan mu itu salah dan malah membuat diri ku menemukan celah untuk membuat mu tunduk... Maaf gadis kecil kamu akan menderita.. Tapi itu ganjaran karna kamu sudah berani menyinggung ego seorang Vinsion...." Gumam Mr. Vinsion dengan nada kecil, saat ia hanya tinggal sendiri di dalam kamar nya.


...----------------...


Hari begitu cepat berlalu, malam benar- benar sudah di ganti kan dengan cahaya terang sang mentari.


Kicauan burung serta suara kepakan sayap nya, menjadi melodi yang indah untuk pagi ini yang lumayan berawan. Namun tidak mampu menghalangi sinar matahari.


Kringggg.....


Suara alarm melengking dengan cukup keras, membuat Raehan yang masih setia dengan tidur nya harus menggeliat paksa dan terduduk.


"Aduh... Baru aja tidur beberapa jam udah bunyi aja ni jam..." Keluh Raehan lalu mematikan suara yang benar- benar membuat nya kesal.


Karna jika tidak, ia pasti akan terlambat bangun.


Efek kemarin malam di mana ia pulang hampir tengah malam.


Rasa nya ke dua kelopak mata nya masih sangat berat untuk terbuka. Namun ia tidak boleh tidur lagi karna hari ini ia harus sekolah.


Belum lagi hari ini adalah hari terakhir tes seleksi osis akan di laksana kan.


Kemarin malam, Dion mengirim kan nama- nama peserta yang lulus dan ternyata nama nya juga tercantum.


Raehan menyeret ke dua kaki nya dengan paksa untuk masuk ke dalam toilet. Ia segera membasuh wajah nya dengan air agar rasa kantuk nya menghilang.


Trang...


Suara benda jatuh membuat Raehan sedikit terlonjak karna kaget.


Ia segera bergegas keluar dari kamar mandi dan melenggos menuju ke arah depan kontrakan nya. Di mana suara benda pecah itu berasal.

__ADS_1


Raehan berpikir jika benda pecah itu di sebab kan oleh sosok hitam yang kemarin membuntuti diri nya.


Ia benar- benar menjadi waspada, sehingga apa pun suara yang ia dengar membuat diri nya langsung ingin mencari tahu.


Ia benar- benar penasaran siapa sebenar nya sosok hitam itu.?


Ceklek...


Raehan memutar kunci pintu dan menarik pintu agar terbuka.


Ia langsung keluar dan mengedar kan pandangan nya ke seluruh penjuru dan berakhir pada tetangga kontrakan nya yang tengah memunguti pecahan piring.


Raehan menghela nafas lega. Ia pikir tadi suara benda pecah itu berasal dari sosok hitam yang juga sudah memecah kan pot bungan kontrakan nya.


Tapi ternyata salah, suara itu berasal dari piring tetangga nya yang pecah.


"Ehh Dek belum siap- siap ke sekolah?" Tanya ramah sang tetangga yang sedikit tidak enak karna melihat Raehan yang keluar dari kontrakan karna mendengar suara piring yang tidak sengaja ia jatuh kan.


"Tadi nya mau siap- siap mbak Gina.. Tapi denger suara benda pecah langsung belok ke sini..." Timpal Raehan dengan cengiran ramah nya.


"Maaf ya gara- gara mbak jatuhin piring kamu jadi ke sini..." Ujar Gina meminta maaf.


"Ngak papa mbak santai aja.. Ya udah aku masuk dulu ya Mbak... Mau mandi buat ke sekolah..." Raehan memutus obrolan antara diri nya dan juga Gina. Lalu melangkah masuk ke dalam kontrakan nya.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2