
...238π...
"Aku memang seorang pengamen..." Jawab Kazuya mantap tanpa rasa malu sedikit pun.
Apa setelah ia mengata kan identitas nya Raehan masih akan berteman dengan diri nya?
Ia rasa tidak, karna diri nya tahu jika Raehan menganggap diri nya anak orang kaya.
Tapi tidak masalah jika Raehan langsung mengusir nya dari tempat ini. Ia sudah biasa di usir dan di tendang keluar ke jalanan.
Raehan sedikit kaget dengan ucapan Kazuya. Hal itu membuat Raehan melongo tanpa berkedip.
Ternyata Kazuya seorang pengamen. Apa ia salah mengenali orang?
Tapi tidak, pria di hadapan nya ini bernama Kazuya dan dia juga mengenali diri nya.
Raehan semakin penasaran tentang Kazuya. Ia segera menormal kan mimik wajah nya.
"Terus kok bisa pas kita pertama ketemu kamu keliatan ganteng banget.. Sampe- sampe aku pangling loh..."
"Memang nya seorang pengamen tidak boleh tampil memukau...? Tapi penampilan itu hanya satu hari karna aku mendapat penghasilan yang cukup banyak hingga bisa membeli pakaian bagus itu.. Tapi yang sebenar nya aku hanya lah pengamen..." Jelas Kazuya dengan menatap lekat pada Raehan yang terlihat sangat antusias.
"Keren donk.. Ternyata hasil ngamen banyak juga ya..." Puji Raehan dengan wajah kagum.
"Bukan.. Mana ada ngamen bisa dapet duit banyak.. Itu hasil dari mencopet..."
"Uhuk... Uhuk..." Raehan langsung tersedak karna air liur nya sendiri saat mendengar jawaban yang begitu jujur dari Kazuya.
Tak dapat di percaya jika Kazuya adalah seorang pencopet yang berubah profesi menjadi pengamen.
Mau kaget ngak mungkin , mau ngak kaget udah kaget duluan.
Kazuya tersenyum kecut melihat respon Raehan.
Ia tahu pasti Raehan akan kaget saat mengetahui jika diri nya pernah menjadi pencopet.
Sekarang ia pasti akan di tendang keluar oleh Raehan.
Raehan meniup jari- jari nya sebelum suara nya kembali terdengar.
"Aku mengerti ternyata kamu adalah mantan copet yang berubah profesi menjadi pengamen bukan? " Bibir Raehan melebar.
Bibir Kazuya terbuka sedikit melihat Raehan yang malah tersenyum pada diri nya dan bukan malah menendang diri nya keluar dari tempat ini.
"Tapi kok bisa kamu berakhir di jalanan seperti ini?" Kini Raehan mulai mengulik kehidupan Kazuya.
Bagi Raehan orang seperti Kazuya pantas mendapat kan hidup yang lebih baik.
Padahal Kazuya adalah remaja yang sehat kenapa pria itu memilih untuk menjadi pengamen dan pencopet dari pada bekerja.
Tatapan Kazuya menerawang , ternyata Raehan bukan lah orang- orang yang sama yang selalu ia temui selama ini.
Raehan sangat berbeda, bahkan meski tahu identitas nya cara bicara Raehan yang ramah pada nya tidak berubah sama sekali.
Dan hal itu membuat Kazuya kagum dan salut.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu... Ingatan terakhir kali yang ku ingat aku di keluar kan dari sebuah mobil dan berakhir hidup di jalanan..."
Raehan mengangguk anggukan kepala nya. Jujur cerita Kazuya benar- benar tidak jelas sama sekali.
Tapi Raehan cukup prihatin.
"Kenapa kamu tidak bekerja saja dari pada kamu menjadi pengamen ?"
"Mana mungkin lulusan Smp seperti ku bisa bekerja..." Kekeh Kazuya miris.
Tapi Raehan malah cukup kaget ternyata Kazuya pernah sekolah.
Tapi kenapa tidak di lanjut kan.?
"Lalu kenapa kamu tidak lanjut sampai jenjang SMA.?"
"Mana bisa ? Panti asuhan yang menangung hidup ku mengusir ku.. Karna umur ku yang sudah remaja.. Bagi pihak panti asuhan di umur ku itu aku sudah bisa bekerja... Tapi nyata nya tempat pekerjaan hanya menerima karyawan minimal tamatan SMA."
Pelayang wanita tiba - tiba datang dengan nampan berisi pesanan Raehan.
Kedatangan pelayan tersebut membuat perbincangan Kazuya dan Raehan terputus.
Sang pelayan meletak kan satu persatu makanan di atas meja.
Mata Kazuya terlihat berbinar saat melihat seporsi nasi goreng yang di tata dengan cantik di atas piring putih.
Ini adalah pertama kali nya ia makan dari piring langsung. Biasa nya ia hanya membeli nasi bungkus dengan lauk tahu untuk mengisi perut nya.
Raehan yang melihat wajah berbinar Kazuya merasa bahagia.
Raehan merasa jika hidup Kazuya selama ini sangat sulit.
Di mana bahkan mungkin Kazuya tidak memiliki rumah untuk berteduh.
Bagaimana bisa pria tampan seperti Kazuya menjadi gembel di jalanan. Sangat di sayang kan wajah tampan nya harus berpanas- panasan di lampu merah.
Rasa nya jiwa penggemar laki- laki tampan dalam diri Raehan meronta tidak terima.
"Makan lah...!" Celetuk Raehan lalu menyendok kan nasi goreng ke dalam mulut nya.
Begitu pula dengan Kazuya yang makan begitu lahap dengan wajah sumringah.
Raehan menatap gitar yang ada di samping meja.
Kazuya memakai benda lusuh dan jelek itu untuk mengamen. Itu arti nya Kazuya bisa memain kan alat musik itu.
Sudut bibir Raehan langsung terangkat , saat otak cerdas nya memberikan ide yang sangat cemerlang.
"Ohhh Astaga kepala ku benar- benar cerdas.. Kali ini aku berharap aku juga bisa mengubah hidup Kazuya menjadi lebih baik.. Aku tidak terima wajah tampan nya harus menghiasi jalanan..." Batin Raehan dengan mengerucut kan bibir nya ke depan.
"Kazuya kamu bisa bermain gitar?" Tanya Raehan di sela aktifitas makan nya.
Mendengar pertanyaan Raehan, Kazuya mengangguk cepat.
"Ya aku bisa memain kan gitar.. Apa kamu juga suka main gitar.?" Jawab Kazuya lalu melempar pertanyaan pada Raehan kembali.
__ADS_1
"Ahhh tidak.. Aku tidak bisa main musik... Apa kamu tahu jika bermain musik itu bisa menghasil kan uang yang lebih banyak dari pada mengamen..." Raehan mulai menggencar kan ide nya.
"Benar kah.?" Tanya Kazuya membulat kan ke dua mata nya tidak percaya.
Raehan mengangguk dengan cepat.
"Benar aku tidak bohong...!" Raehan mengedar kan pandangan nya. Di mana tatapan nya berhenti pada sudut pojok.
Terlihat panggung kecil dan juga beberapa alat musik tertata begitu rapi.
"Lihat lah ke arah sana...!" Seru Raehan sambil menunjuk panggung tempat bernyanyi yang ada di pojok sudut.
Kazuya masih bingung dan tidak mengerti saat netra nya melihat panggung dengan beberapa alat musik. Ada piano lalu gitar dan satu lagi terompet besar.
"Selain kamu bisa main gitar kamu juga bisa nyanyi ngak?" Tanya Raehan.
"Iya.." Jawab Kazuya dengan wajah yang masih bingung.
"Ya sudah kalau begitu kami nyanyi di sana sambil main gitar ya.. Aku pengen denger kamu nyanyi..." Pinta Raehan dengan memasang wajah semangat.
"Ahh aku malu di sini banyak orang..." Tolak Kazuya yang merasa ide Raehan sangat tidak masuk akal.
"Aduh kok malu sih.. Kan sama aja kamu nyanyi di depan orang pas ngamen.. Kok sekarang malu sih..." Rungut Raehan.
"Ayo donk Kazuya kalau suara kamu bagus. Aku bakal bantu kamu dapet kerjaan yang layak..." Bujuk Raehan.
Jika suara Kazuya bagus dan merdu. Raehan ingin Kazuya bekerja sebagai penyanyi di kafe- kafe atau outlet makanan.
Setidak nya upah yang akan di dapat jauh lebih banyak dari pada mengamen.
Dan itu juga pekerjaan yang bagus. Pikir Raehan yang mulai menata rencana hidup Kazuya.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
__ADS_1