
...17...
Agara menautkan alis nya, saat melihat raut wajah yang tadi nya begitu ceria berubah menjadi kecewa.
"Ada apa..???" Tanya Agara cepat.
"Ini bukan bakso meledak... Seperti yang ku pesan tadi..." Cicit Raehan dengan mimik di buat seperti mimik anak kecil yang sedang merajuk.
Agara menghela nafas nya pelan. Ia pikir ada sesuatu yang penting. Atau ada hal yang mereka lupakan. Ternyata karna bukan bakso yang di inginkan gadis berbandana di depan nya.
"Jangan cerewet, makan saja. Tutup mulut mu jangan berbicara terus seperti burung beo... Lagi pula kamu tidak akan suka dengan bakso meledak itu..." Balas Agara dengan menyendok kan makanan nya lagi.
"Tapi,,, aku ingin memakan nya..." Renggek Raehan, persis seperti renggekan seorang kekasih.
"Itu bukan selera mu... Aku yakin kamu tidak akan menyukai nya..."
Ke dua sudut bibir Raehan terangkat dengan sempurna. Menciptakan lengkungan indah.
Agara mengerjap kan ke dua kelopak mata nya.
"Kenapa senyum nya persis kayak senyum joker ya... Dasar Aneh..." Batin Agara yang tidak mengerti dengan perubahan sikap Raehan.
Yang kadang ceria, kadang- kadang sedih. Persis seperti cuaca tidak bisa di prediksi.
"Hmmmm Manis sekali... Kakak tahu banget selera ku...." Ujar Raehan dengan senyum lebar nya.
"Jangan salah paham... Aku hanya malas untuk memesan bakso lagi... Berhenti lah tersenyum seperti senyuman joker.. Ngeri liat nya."
"Tuh kan... Aaaa jadi meleleh deh di perhatiin ama kak Aga..."
"Hhhhh..." Agara menghembuskan nafas nya panjang.
Gadis di depan nya benar- benar membuat emosi nya meluncur bebas.
Ia menyesal mengajak gadis di depan nya untuk makan siang.
Seharus ia tidak berurusan dengan gadis rempong ini, pikir Agara.
...----------------...
Raehan berjalan cepat menuju ruang kelas nya.
Hati nya saat ini sedang berbunga- bunga.
Baru saja ia menghabiskan waktu dengan pria idaman nya.
Entah mimpi apa dia kemarin malam.
Dugh....
Tubuh Raehan langsung berhenti di tempat, ketika ia menabarak seseorang di depan nya.
Karna terlalu senang, ia menjadi buta saat berjalan.
"Maaf... Maaf... Aku tidak sengaja..." Pekik Raehan dengan membungkuk kan badan. Meminta maaf pada gadis yang menatap nya tajam.
"Kalo jalan hati- hati... Orang lain juga menggunakan jalan ini.." Timpal nya dengan suara lembut, berbeda sekali dengan tampang nya yang terlihat tomboy dan sedikit jutek.
Raehan langsung mendongak , mengulas senyum malu.
"Maaf kan aku,, aku terlalu senang.. Sampai- sampai tidak memperhatikan jalan..."
__ADS_1
"Tunggu dulu..." Gadis di depan Raehan memicing kan matanya.
Menelisik setiap inci tubuh Raehan yang hanya setinggi bahu nya.
Mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Bukan nya kamu anak X A kan?" Tanya nya memastikan.
Raehan langsung mengangguk cepat.
"Jadi kalau gitu kita sekelas donk...!" Pekik nya dengan senang. Bahkan hampir melompat.
"Ahhh benar kah seperti itu... Aku belum mengenal semua nya..." Timpal Raehan tak kalah antusias.
Ternyata gadis yang berwajah masam di depannnya adalah teman sekelas nya. Ia sungguh tidak mengenali wajah tersebut.
"Kamu pasti Raehan kan... Kita harus jadi besti kalo begitu..." Gadis tersebut langsung meraih ke dua tangan Raehan, menggerak kan tangan mungil Raehan ke samping kanan dan kiri.
Gadis ini begitu sangat antusias untuk menjadi teman nya. Apakah ini wajar? pikir Raehan.
"Aaahhh tentu saja.. Aku pasti akan senang menjadi teman mu.... Kata kan siapa nama mu...?"
"Miya..."
"Cantik sekali..."
"Ayo kita masuk kelas..."
Gadis yang bernama Miya tersebut, langsung menarik keras tangan Raehan , hingga membuat tubuh Raehan terasa melayang di tiup angin.
"Kamu tahu Rae... Seluruh sekolah saat ini sedang membicarakan mu...?" Gosip Miya, setelah mereka sampai di dalam kelas.
"Membicarakan ku???" Heran Raehan dengan alis yang di tautkan.
"Iya,, karna kamu sudah berani menumpah kan bakso panas pada pria idola sekolah... Kak Agara yang sangat tampan itu..." Miya melembut kan suara nya saat menyebut nama Agara.
Ada rasa menusuk di hati Raehan , saat gadis lain menyebut nama pujaan hati nya dengan begitu lembut.
Entah rasa apa itu, diri nya pun tidak tahu. Tapi yang pasti nya ia tidak suka.
"Kak Aga itu milik ku... Dan kejadian di kantin, aku tidak sengaja melakukan nya..." Timpal Raehan dengan nada tidak suka.
Miya langsung memandang teman baru di samping nya.
Wajah putih ceria di samping nya berubah menjadi masam, sama seperti asam nya strawbery .
Miya langsung membekap mulut nya, saat insting perasaan nya mengerti dengan sikap Raehan.
"Maaf kan aku... Apa kamu menyukai kak Aga?" Selidik Miya dengan memegang bahu Raehan.
"Aku sangat menyukai nya...."
"Oh my god.. Maaf kan aku pasti kamu merasa cemburu dengan ucapan ku tadi..."
"Cemburu???"
"Iya... Tapi kamu harus siap menghadapi api cemburu yang lebih besar.. Karna kak Agara adalah pria yang banyak di sukai gadis..."
"Aku tahu itu... Aku tidak akan berhenti sebelum mulai berperang..." Timpal Raehan dengan mantap.
"Cemburu?? jadi ini yang di sebut cemburu.. Tidak enak sekali..." Batin Raehan dengan memikir kan perkataan Miya tadi.
__ADS_1
Wajar saja ia tidak menyadari rasa apa yang saat ini ia rasakan.
Karna ini adalah pertama kali nya diri nya menyukai lawan jenis.
Tapi sekali ia menyukai pria, level nya tidak kaleng- kaleng.
Ia menyukai sang idola sekolah. Yang selalu di kelilingi oleh gadis cantik di sekitar nya, melebihi diri nya.
Tapi hal itu bukan alasan untuk membuat nya mundur.
Bukan kah dia sudah menemukan peluang besar dari pangeran nya itu, di banding kan dengan gadis- gadis lain nya.
Brak...
Sebuah tangan dengan kulit eksotis, menggebrak meja di depan Raehan.
Membuat Raehan dan Miya terlonjak kaget. Untung saja jantung mereka masih di tempat nya. Tidak kabur karna gebrakan meja yang mengejut kan.
Raehan dan Miya menatap Kiara beserta ke dua antek- antek nya yang berdiri menatap Raehan tidak suka.
"Ehhh... Cewek boncel berani banget kamu tumpahin kuah panas ke kak Aga...!!" Bentak Kiara dengan marah. Di angguki dengan ke dua teman nya di belakang. Yang juga menatap Raehan dengan nyalang.
"Maaf ya.. Kiara aku ngak sengaja numpahin kuah bakso ke Kak Aga..." Timpal Raehan santai.
Ia sangat mengenal wajah gadis di depannnya. Gadis yang sudah beberapa kali mengusir nya untuk tidak duduk di bangku pilihan nya. Dengan alasan bangku tersebut sudah ada yang punya.
"Kamu tahu ngak... Kita itu siapa?? Kita itu Fans setia nya Kak Aga.. Jadi siapa pun yang berani menganggu nya akan berurusan dengan kita..." Kini Kiara mengeluarkan sebuah pin dengan logo Fans setia Agara.
Di ikuti dengan ke dua teman nya yang melakukan hal sama, memperlihat pin khusus mereka.
"Wowwww hebat sekali.. Bahkan kak Aga punya club Fans setia.... Ck.. ck..." Batin Raehan menatap kagum logo yang di perlihat kan Kiara.
Kiara langsung menarik tanganya, memasukkan barang berharga tersebut ke dalam saku seragam sekolah nya.
"Jadi aku ingetin ya sama kamu.. Si cewek boncel jangan coba - coba ganggu kak Aga..." Ujar nya lagi dengan penekanan di setiap kata- kata nya.
"Itu mulut bisa di jaga ngak???!!!" Marah Miya, yang tidak terima teman baru nya di ejek dengan sebutan cewek boncel.
Meski pun Raehan diam saja, dia tidak bisa menerima hal itu.
...----------------...
...****************...
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜?
__ADS_1