Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Aku akan berusaha sebaik mungkin


__ADS_3

...152 โฃ...


"Henti kan... Oke... Hentikan.. Aku sudah benar- benar tidak tahu kamu makhluk seperti apa... Dengar meski pun terpaksa, baik lah aku memaaf kan mu... Dari pada aku mati berdiri di sini karna tingkah lancang mu itu..."


"Kak Dion bagaimana sih, memaaf kan itu ngak boleh karna terpaksa, giliran tadi aku udah minta maaf aja di kira ngak ikhlas.. Giliran sekarang kak Dion yang bilang maafin aku karna terpaksa... Cih, ini bukan nya ke balik ya..." Cicit Raehan dengan mencebik kan bibir nya jelek.


Dion menggibas- ngibas kan tangan nya di depan wajah nya.


Rasa nya saat ini wajah nya terbakar hangus menjadi arang. Karna menghadapi gadis seperti Raehan.


Jika di pikir kan, bagaimana bisa diri nya jatuh cinta pada makhluk astral aneh ini.


"Dengar ya gadis bodoh, jangan meremeh kan tes ini. Aku tahu jika kepala mu selalu menyimpan hal- hal negatif, jadi jangan sampai mempengaruhi jawaban mu. Dan juga jangan menganggap tes ini main- main.. Dan satu lagi jangan membuat ku kecewa..." Dion menekan nada bicara nya di akhir ucapan nya.


Ia berharap gadis bodoh di hadapan nya, tidak menghancur kan harapan nya.


Inti nya apa pun hasil nya nanti, jika Raehan berhasil atau tidak menjadi ketua osis. Setidak nya ia sudah berusaha memberi kan jabatan ini pada orang yang tepat.


"Iya.. Iya.. Ya ampun kak Dion bawel banget , ini udah kesekian kali nya kakak bilang aku harus serius... Tenang saja aku akan serius tapi bakal lebih serius kalau ada embel- embel nya.." Raehan melebar kan bibir nya, hingga menampil kan deretan gigi- gigi nya , yang sudah seperti ikan hiu yang sedang tertawa.


Dion menghela nafas nya, lihat lah betapa tidak tahu malu nya gadis yang sedang tersenyum dengan sangat lebar, mengalah kan bibir ikan hiu.


Meminta sesuatu untuk menjadi imbalan agar tetap membuat rubah betina ini tetap berada di jalur nya.


Untung saja diri nya anak sultan, sehingga ia bisa memberi kan apa yang di ingin kan gadis licik ini.


"Ck.. Kamu ini sudah menendang ku dan membuat ku hampir impoten sekarang kamu juga ingin menguras kantong ku.. Pake acara ngancem- ngancem segala lagi.. Ingat ya kamu itu masih terikat perjanjian dengan ku..."


Dion menunjuk kening Raehan lalu mendorong nya dengan sedikit tenaga, hingga kepala Raehan terdorong ke belakang.


"Hhhh ya udah lah... Ngak di kasi juga ngak papa.. Dasar orang kaya pelit, aku sumpahin jatuh miskin..." Celetuk Raehan, lalu melipat ke dua tangan nya di depan dada, dan mulai melangkah kan kaki meninggal kan Dion.


Ternyata selain tukang paksa pria menyebal kan itu sangat pelit.


Setidak nya kan diri nya juga ingin di untung kan dari perjanjian antara diri nya dan Dion.


Tapi di sini ia tidak mendapat kan apa pun, selain kesusahan untuk mengemban tugas yang cukup berat.

__ADS_1


Melihat Raehan melangkah pergi dengan wajah cemberut, seperti anak kecil yang tidak mendapat kan mainan nya. Lagi- lagi membuat Dion tidak tega.


Ternyata hati nya terlalu patuh pada gadis pendek yang sudah menjadi pawang nya.


Hanya saja nasib percintaan nya sangat tragis.


Sebelum di mulai harus berakhir , bahkan mengutarakan perasaan nya ia belum melakukan hal itu.


Tapi mengutarakan perasaan nya pada Raehan, hanya akan membuat nya semakin terluka. Karna diri nya tahu jika Raehan akan menolak nya mentah- mentah. Karna gadis pendek itu mencintai orang lain.


Andai saja yang berada di posisi beruntung itu adalah diri nya, entah bahagia seperti apa yang akan menimpa diri nya.


Dion menarik kerah bagian belakang baju Raehan, hingga langkah Raehan mundur ke belakang.


"Dasar anak kecil, jika di minta melakukan sesuatu harus di janjikan imbalan dulu..." Seloroh Dion dengan nada tidak suka.


Tentu saja nada bicara nya di buat sinis dan terkesan bermusuhan, hal itu hanya sebagai kedok untuk membuat Raehan tidak tahu akan perasaan nya.


Lagi pula ia tidak mau juga, melihat cengiran kuda meledek dari gadis pendek ini, yang akan menghancur kan harga diri nya jika Raehan sampai tahu perasaan nya. Yang sudah dengan lantang nya mengatakan jika diri nya tidak akan jatuh cinta pada sosok gadis di hadapan nya.


Seperti nya ia harus memanfaat kan kelemahan Dion selama seleksi osis ini berlangsung.


Kalau di pikir- pikir anggap saja sebagai pembalasan apa yang sudah di lakukan Dion pada diri nya.


Astaga kenapa otak nya begitu pintar. Pekik Raehan dengan senyum kemenangan dan hati yang sedang merasa gembira.


Raehan segera membalik kan tubuh nya menghadap pada Dion yang menatap nya tidak bersahabat.


Namun ia tidak peduli, toh diri nya sudah biasa melihat tatapan seperti ini dari Dion.


"Berhenti cengengesan... Kamu terlihat seperti keledai..." Ketus Dion kini menyender kan tubuh nya pada tembok di belakang nya.


Bibir Raehan langsung mengerucut ke depan, mendengar ejekan yang cukup menggetar kan kemarahan nya.


Sekali saja, yang keluar dari mulut Dion adalah pujian untuk nya, mungkin saat itu Dunia pria menyebal kan ini akan berakhir.


"Hello,,, ini itu bukan cengengesan keledai.. Tapi cengengesan putri kastil yang sangat imut.. Seharus nya kak Dion bersyukur bisa melihat senyum indah ku..."

__ADS_1


Dion memutar bola mata nya malas, gadis di depan nya yang hanya setinggi dada nya benar- benar terlalu percaya diri.


Yah, meski ia mengakui jika apa yang di kata kan gadis ini memang benar. Tapi tidak mungkin kan ia mengakui hal itu.


"Mari bicara serius, sebentar saja hilang kan sifat kekanak- kanakan mu itu.. Dan berhenti lah menjadi pemberontak... Aku tidak mau membuang - buang tenaga dan waktu ku yang sangat berharga..."


Lagi- lagi kalimat menohok yang keluar dari bibir seksi Dion.


Untung saja pria di hadapan nya tampan, jika tidak sudah ia cincang tubuh tinggi ini hingga berkeping- keping. Pekik Raehan yang berusaha sabar menghadapi mulut tidak tahu aturan milik Dion.


"Kak Dion tenang saja, aku akan mengikuti seleksi dengan benar dan serius... Aku bukan orang yang suka menghancur kan harapan orang lain... Meski kakak memaksa ku mengikuti seleksi ini, tanpa keinginan ku.. Aku akan tetap melakukan yang terbaik untuk tidak membuat kakak kecewa..." Ujar Raehan dengan sugesti menyakin kan di setiap kalimat nya.


Ini lah yang Dion ingin kan, ia tahu Raehan tidak seperti yang terlihat. Dia memiliki sejuta kejutan yang akan membuat semua penilain orang berubah.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2