Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Nasib yang sama


__ADS_3

...2021πŸ’›...


Deburan ombak terdengar merdu, di iringi gesekan pasir yang terbawa arus.


Suara kicauan burung yang tengah terbang di atas laut, di mana mereka tengah mencari makan.


Sang surya mulai menurun ke tempat tidur nya, namun masih menyinari bumi dengan sinar terang nya.


Ribuan pohon kelapa berjejer dengan rapi di sepanjang pantai, memberi kan peneduhan bagi para pengunjung yang datang.


Suara anak kecil yang sedang tertawa, seperti suara biola di tengah kesunyian.


Felix menatap jauh ke tengah laut, di mana netra nya menangkap air berwarna biru langit.


Sangat indah.


Sementara kaki nya di guyur oleh air asin, yang terasa hangat.


Felix sengaja datang ke pantai, karna ia ingin menenang kan pikiran nya.


Pikiran nya benar- benar kacau dan kalut, karna rasa sakit yang tak berkesudahan.


Menelan pil pahit yang lebih besar, tentang kenyataan jika gadis yang di ingin kan kini sudah mempunyai pacar.


Memang sangat menyakit kan, melihat gadis yang di cintai, bersanding dengan pria lain.


Namun di sini bukan lah salah siapa- siapa?


Bukan salah diri nya yang mencintai Raehan, dan bukan pula salah Raehan yang tidak memilih nya.


Hanya saja, ia mempunyai rasa ini di waktu dan tempat yang salah.


Felix memejam kan ke dua mata nya, merasa kan terpaan angin laut, yang terasa seperti belaian hangat.


Menghirup bau pasir yang basah. Sungguh sedikit banyak mengurangi lara yang sedang ia rasa kan.


Brukkkk...


Namun tubuh nya langsung sempoyongan saat seseorang menabrak tubuh nya.


Sial, siapa yang berani menabrak nya. Padahal tubuh nya sebesar ini.


"Brengsek... Kau tidak punya mata ya...!" Bentak Felix dengan kesal, di mana mata nya mengerjit melihat siapa pelaku yang sudah berani menabrak nya.


"Kau...?" Ucap ke dua nya serentak, di mana ke dua jari telunjuk mereka saling menunjuk.


Wajah Felix mengeram, ternyata yang menabrak nya adalah Dion.


Kenapa diri nya harus bertemu pria menyebal kan ini.?

__ADS_1


Dari sekian luas nya dunia, kenapa Dion harus ada di tempat yang sama dengan nya.?


Begitu pula dengan Dion , yang langsung memasang wajah tak bersahabat dengan tatapan yang menukik tajam pada Felix.


Berniat ingin menenang kan diri di pantai , karna patah hati.


Ia malah bertemu dengan rival keparat nya, meski mereka adalah pihak yang senasib.


Tapi tetap saja, mereka tidak saling menyukai.


Ia hanya ingin menenang kan diri, tapi kenapa selalu bertemu dengan orang- orang yang membuat mood nya hancur.


Pekik Dion sebal.


"Ck... Kenapa aku harus bertemu dengan mu...!" Umpat Dion dengan memutar tubuh nya menghadap pantai.


Mulut Felix menganga mendengar umpatan Dion.


"Woiii... Di sini kamu yang salah.. Kau menabrak ku...!" Pekik Felix yang tidak terima, di mana tangan nya melayang mendorong Dion.


"Heh... Jika ngak mau di tabrak.. Ngapain berdiri di jalan ku.." Sarkas Dion kesal, sambil menghembus kan nafas kasar.


"Emang ini pantai milik nenek moyang kamu apa..? Petugas pantai saja ngak marah.. Mata mu kayak nya yang udah buta.. Badan segede gini ngak keliatan.." Balas Felix tak kalah sinis.


Ia sama sekali tidak terima di salah kan, apa lagi jelas di sini Dion yang salah.


"Hah? Hallo aku lebih dulu di tempat ini.. Membuntuti mu jangan mimpi kamu..." Felix mencebik kan bibir nya.


Dion memutar bola mata nya jengah, telinga nya rasa nya sakit mendengar ocehan Felix.


"Mending kamu diam deh Lix.. Aku ke sini buat nenangin diri.. Bisa- bisa meledak aku gara- gara kamu..." Desah Dion dengan berdecih, lalu melipat tangan nya di depan dada, di mana ke dua mata nya menatap jauh ke tengah laut.


Kening Felix mengerut saat mendengar apa yang di kata kan Dion.


Menenang kan diri?


Kenapa tujuan mereka datang ke sini sama?


Batin Felix dengan pertanyaan - pertanyaan yang mulai muncul di kepala nya.


"Dan kau ? untuk apa kau di sini?" Tanya Dion dengan datar.


"Aku juga ke sini untuk menenang kan diri.. Tapi malah di tabrak oleh orang buta..." Sebal Felix dengan menyindir Dion, lalu memutar tubuh nya menatap ke arah lautan yang terlihat begitu tenang.


"Memang nya kamu kenapa Lix..? Apa kamu di tampar oleh gadis- gadis yang kamu permain kan...? Tapi seperti nya wajah mu baik- baik saja..."


"Tutup mulut mu, jangan sok tahu... Dan kau apa yang membuat mu datang ke tempat ini...? Seharus nya kamu pergi ke tempat lain saja..."


"Aku kemari untuk menenang kan diri dan membangun kembali hati ku yang patah dan hancur berkeping- keping..." Jujur Dion dengan apa yang kini sedang ia rasa kan, dan apa tujuan nya datang ke pantai hingga akhir nya bertemu dengan Felix.

__ADS_1


"Dan aku tahu, kau juga ada di sini dengan alasan yang sama bukan.? Hah lucu, takdir mempertemu kan dua orang yang memiliki nasib kisah cinta yang sama..." Bibir Dion terkekeh kecut.


Wajah kesal Felix, berubah menjadi sendu.


Ia membenar kan apa yang di kata kan Dion.


Dan kini dua hati yang sedang patah sedang berdiri berdampingan.


"Rasa nya sangat menyakit kan... Sangat sesak dan penuh.. Mungkin ini karma untuk ku karna aku sering mempermain kan perasaan gadis- gadis itu. Tapi saat aku mencintai seorang gadis dengan bersungguh- sungguh bukan nya malah mendapat kan nya.. Aku malah di patah kan berulang kali..." Kata Felix dengan suara yang menyendu.


Mungkin bukan lah hal yang buruk untuk mencerita kan apa yang ia rasa kan pada Dion.


Toh nasib mereka sama.


Dion tersenyum kecut mendengar semua ucapan Felix.


"Dan aku? Aku yang pertama mencintai nya tapi aku yang harus mundur... Setelah berjuang dengan begitu gigih Raehan mendapat kan cinta nya, tanpa dia sadari dia juga menghancur kan hati orang lain.."


"Maksud mu Raehan tidak tahu jika kau mencintai nya?"


Dion mengangguk kan kepala nya. Sebagai jawaban dari pertanyaan Felix.


"Waw... Kau memendam nya begitu rapat Ion... Lebih baik kau terus kan saja.. Karna mengata kan perasaan mu pada Raehan hanya akan sia- sia... Lihat lah aku, aku mengutara kan perasaan ku dan dia menatap ku benci, menatap ku marah dan menolak ku dengan keras..." Potongan ingatan saat ia mengutara kan perasaan nya pada Raehan kembali teringat. Membuat Felix mendesah panjang.


"Tapi aku tidak seberani diri mu Lix. Kau mengata kan semua perasaan mu, sehingga kamu tidak memiliki rahasia atau pun perasaan yang harus kamu pendam.. Tapi aku, aku sangat tersiksa dengan perasaan ini.. Ingin rasa nya aku mengutara kan perasaan ku. Hanya saja aku tidak memiliki keberanian... Ego ku terlalu tinggi... Dan sekarang rasa sakit yang ku rasa kan jauh lebih besar dan berat dari mu.. Jadi aku berpikir kamu tidak perlu menyesal karna sudah mengata kan perasaan mu pada Raehan..."


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???

__ADS_1


__ADS_2