
...130โฃ...
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
Tubuh nya tidak merasakan lantai keras dan dingin , melain kan ia merasakan ada tangan kekar yang sedang memegang pinggang ramping nya.
Ke dua mata Raehan terbuka dengan perlahan, dan langsung membeku seketika melihat wajah yang cukup dekat dari wajah nya.
Wajah oval dengan dua alis tebal hitam memikat, lalu hidung mancung dengan dua bola mata hitam pekat, melebihi dalam nya samudra.
Wajah blasteran jepang yang begitu tampan dan memabukkan.
Sungguh ciptaan tuhan yang indah, dengan ukiran- ukiran detail di setiap inci bagian wajah nya.
Tatapan ke dua nya saling beradu.
Ke dua mata coklat Raehan tak lepas dari pesona pria malaikat yang telah menyelamat kan tubuh nya dari keras nya lantai.
Ke dua mata Raehan yang begitu di manja kan dengan karya indah dari tuhan.
Bahkan rasa nya tubuh nya meleleh melihat wajah tampan nan mempesona di depan nya.
Begitu pula dengan pria yang menyangga tubuh ringan Raehan.
Dia sedikit gemas melihat ekspresi menganga gadis dalam pelukan nya.
Gadis yang sudah menoreh kan kesan ceroboh dalam penilaian nya, bahkan terkesan begitu kekanak- kanakan.
Namun tidak dengan sepasang sorot mata semerah darah, yang sedang memperhatikan adegan antara Raehan dengan seorang pria yang sudah cukup menghabis kan waktu selama satu menit untuk saling menukar pandang.
Ke dua mata merah tersebut, terlihat terbakar, dengan ke dua tangan mengepal membentuk bola api.
Ia tidak terima melihat gadis dalam pelukan pria itu menatap pria tersebut dengan penuh ketertarikan, bahkan mulut nya sampai menganga dengan air liur yang hendak jatuh.
Sementara di lain sisi, Fir dan Miya sama terkejut nya dengan kejadian di depan mereka.
Bahkan ke dua nya sama sekali tidak berkedip sedikit pun.
Kejadian nya begitu cepat, seperti vidio yang di putar dengan kecepatan penuh. Bahkan otak setengah mereka membeku untuk mencerna apa yang ada di depan mata.
"Lepas kan dia...!" Suara tegas penuh penekanan langsung membuyar kan suasana hening antara Raehan dan pria berwajah jepang tersebut.
Bahkan saking kaget nya pria tersebut langsung melepas pelukan nya pada pinggang Raehan, hingga tubuh kecil itu merosot jatuh ke lantai.
__ADS_1
"Auuuuuu...." Pekik Raehan kesakitan, saat bokong mulus nya mendarat di lantai dingin dan keras.
Baru saja diri nya di ajak terbang dengan malaikat tampan , tapi kini malah di hempas kan jatuh hingga ke dasar bumi.
Pria tersebut kembali terkejut saat mendengar pekikan sakit dari Raehan.
Sungguh saat ini ia begitu merasa serba salah dan gugup, saat mendengar aura mencekam dengan suara menggelegar menyentuh indra pendengaran nya.
"Astaga nona.. Maaf kan aku... A... aku.. aku... Maaf.." Seru pria tersebut dengan terbata- bata, yang langsung berjongkok hendak meraih bahu Raehan yang masih meringgis kesakitan.
Namun belum sempat tangan nya menyentuh bahu Raehan, tangan nya berhenti di udara karna di hentikan oleh tangan lain nya.
"Jangan berani menyentuh nya..." Ujar suara yang sama dengan nada dingin dan mengancam.
Raehan langsung mendongak kan kepala nya, menatap dua pria yang kini sedang saling adu tatapan di depan nya.
Raehan sedikit tersentak karna suara yang begitu sangat familiar ternyata milik Agara, sang pemilik hati nya.
"Kak Aga..." Lirih Raehan dengan pandangan terkejut.
Panggilan dengan nada lirih dari Raehan membuyar kan pikiran nya.
Pikiran jernih nya mulai tersadar, bahkan ia sedikit bingung dengan tindakan apa yang sedang ia lakukan.
Memori kecil nya menayang kan kejadian beberapa menit yang lalu, tentang bagaimana diri nya menghampiri dua anak manusia yang sedang bertukar pandangan dengan sorot kemarahan, dan menghancur kan adegan romantis antara ke dua nya.
Agara mendelik sebal, dengan wajah yang langsung memerah karna malu.
"Ahhh... Nona maaf kan saya..." Seru pria itu lagi, lalu menarik tubuh Raehan untuk berdiri.
Raehan masih menatap tak percaya ke arah Agara.
Takdir selalu saja mempertemukan diri nya dengan pria tampan bermata merah darah ini.
Astaga , hati nya terasa berbunga- bunga dengan ribuan kupu- kupu yang sedang hinggap di setiap sudut nya.
Sementara Agara yang merasa diri nya di tatap dengan tatapan manis itu, membuang pandangan nya ke sembarang arah dengan pergerakan kaku.
"Kazuya...!!" Teriak suara seorang gadis dari kejauhan, yang langsung menghancur kan suasana canggung di antara mereka.
Pandangan mereka semua terlempar pada sosok gadis anggun yang berjalan mendekat ke arah pria berwajah jepang yang sudah menolong Raehan.
"Oh... Jadi nama nya Kazuya..." Batin Raehan dengan kepala mengangguk.
"Kazuya, kenapa kamu meninggal kan ku.. Untung aku tidak tersesat..." Celoteh suara manja sang gadis yang di respon dengan cekikikan canggung dari pria bernama Kazuya.
"Ahhh Tidak Jiya, tadi aku hanya tidak sengaja melihat nona ini terpeleset dan refleks aku membantu nya..." Sahut kazuya dengan melirik sekilas ke arah gadis pendek yang hanya setinggi dada nya.
__ADS_1
Uhhh, baik sekali. Pekik Raehan dengan senyum cerah nya.
Saat mendengar penuturan Kazuya yang sengaja menyelamatkan tubuh ringkih nya, ya meski pada akhir nya tubuh kecil nya ini tetap berakhir jatuh ke lantai.
"Hai Kazuya, terimakasih sudah membantu ku.. Perkenal kan nama ku Raehan..." Cicit Raehan dengan gaya ceria nya, sembari mengulur kan tangan sebagai tanda memperkenal kan diri.
Melihat sikap ramah gadis kecil di depan nya tanpa ragu, Kazuya menjabat tangan mungil putih Raehan. Di sertai dengan senyum mengembang tulus.
"Sama - sama. Lain kali jangan berlarian seperti anak- anak lagi.. Aku Kazuya dan perkenal kan ini Jiya..." Kazuya menyorot Jiya dengan ujung mata nya, bertujuan untuk memperkenal kan gadis yang di sukai nya.
Tatapan bola mata merah Agara semakin menyala kesal, melihat ke dua makhluk di hadapan nya kini berjabat tangan.
Tanpa aba- aba ia langsung membuang tatapan nya ke sembarang arah.
"Cih.. Apa - apaan mereka, setelah asik berpelukan sekarang malah pegang- pegangan..." Decih Agara mengumpat dalam hati.
"Agara...!!!" Teriak suara lengkingan khas nenek sihir langsung mengalih kan pandangan Raehan ke arah suara tersebut.
Raehan melepas jabatan tangan nya pada Kazuya , dan menoleh ke arah Lessia yang juga ternyata berada di mall ini.
Memang benar, dunia sesempit daun kelor, bahkan di kota Milver sebesar ini diri nya malah bertemu dengan nenek sihir ****** itu. Batin Raehan yang sudah memasang ekspresi bermusuhan.
Lessia melesat dengan cepat ke arah Raehan, Agara, serta beberapa orang yang tidak ia kenal.
Tanpa merasa ragu, ia langsung mengamit lengan indah Agara dan bergelayut dengan manja.
Krak....
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???