Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Halu


__ADS_3

...127โฃ...


Tanpa sadar bibir Agara mengulas senyum tipis, saat ingatan nya kembali menelisik memori bersama gadis pendek itu. Rasa nya memori nya begitu hangat dan nyata.


Entah mengapa, kini hati nya merasa merindu kan gadis sial itu.


Drrrttt...


Drrttt.


Drrrttt..


Getaran ponsel yang berada di atas nakas, langsung menghancur kan memorial Agara.


Membuat lamunan nya terhempas begitu saja.


Agara beranjak meraih benda persegi panjang yang sejak tadi bergetar mengalah kan gempa bumi.


Namun saat melihat nama kontak pada layar tersebut, Niat untuk menjawab panggilan tersebut langsung lenyap.


Pasal nya nama yang tertera adalah Lessia. Gadis ular yang selalu membuat nya muak saat melihat wajah bermuka dua itu.


Blup..


Tring..


"Kesal karna nenek lampir itu menganggu waktu kita..."


Tiba- tiba suara centil menggoda menyentuh pendengaran Agara.


Agara terkesiap saat melihat wajah mungil dan imut dengan rambut pendek yang memikat kini tengah berada di samping nya.


Tersenyum dengan sangat lebar, sampai memperlihat kan gigi - gigi yang berderet rapi.


"Gadis Sial..." Lirih Agara tidak percaya.


Ia pasti mengkhayal lagi.


Ia pasti berhalusinasi.


Agara mengucek ke dua mata nya, lalu membuka nya perlahan.


"Huhhh aku datang ke sini karna mendapat panggilan rindu..." Seru Raehan dengan pipi mengembung.


Astaga dia semakin menggemas kan pikir Agara yang ingin sekali menyentuh pipi putih chuby itu.


"Ta.. Tapi bagaimana bisa, kamu masuk dalam apartemen ku.. ?" Seru Agara dengan wajah semakin panik.


"Aku datang dari sini...!" Raehan menepuk dada kiri Agara.


Blush...


Ke dua pipi dengan garis wajah yang jelas itu, langsung memerah seperti buah cerry.


Tekanan darah nya rasa nya semakin meninggi, dengan suhu yang semakin memanas.


Seluruh tubuh nya rasa nya benar- benar membeku, seolah telah berubah menjadi bongkahan batu.


Lidah nya terasa kelu, seakan di tarik keluar dari rongga mulut nya.


Drrrt...


Drrrt...

__ADS_1


Drrrt..


Suara getaran ponsel kembali menghentak kan kesadaran Agara.


"Persetan dengan gadis parasit ini..." Kesal Agara yang merasa terganggu dengan getaran ponsel nya yang terus bergetar.


Blup..


Tringg...


Agara mengedar kan pandangan nya, mencari sosok gadis pendek yang baru saja berada di hadapan nya.


"Di mana gadis itu?" Ujar Agara yang semakin bingung dengan apa yang terjadi pada diri nya.


Untuk sesaat rasa nya kehadiran gadis itu benar- benar nyata. Bahkan sentuhan nya di dada kiri nya begitu terasa.


Namun naas hal itu hanya halusinasi diri nya, tidak ada gadis sial atau pun Raehan dalam apartemen nya. Di ruangan ini diri nya hanya sendiri.


Gila.


Satu kata itu lah yang tepat untuk keadaan nya kali ini.


Bagaimana bisa, ia bisa berhalusinasi dengan kehadiran gadis yang selalu ingin ia usir dari sekitar nya.


"Apa dia memberi ku pelet jaran goyang, hingga aku selalu terbayang bahkan berhalusinasi dengan diri nya... Gadis sial itu harua segera aku singkir kan..." Pekik Agara dengan tekad yang sudah bulat, lalu menatap layar ponsel nya yang tak lagi bergetar.


Agara memainkan ponsel nya lalu memencet kontak Lessia kembali.


"Hallo..." Ujar Agara datar, dengan wajah yang berubah menjadi suram.


Sementara di seberang telpon, Lessia benar- benar pingsan berdiri tidak percaya.


Agara menelpon diri nya.


Bahkan butuh beberapa menit untuk diri nya, menatap layar ponsel dengan suara Agara yang mulai terdengar.


"Hai Aga..." Balas Lessia berjingkrak.


Agara memutar bola mata nya malas. Jika bukan untuk menyingkir kan bayangan Raehan yang terus menghantui nya. Ia tidak akan sudi untuk menelpon balik pada gadis ular munafik ini.


Lagi pula saat ini ia butuh pengalihan pikiran, mengalih kan pikiran nya untuk tidak terus di ganggu oleh bayangan gadis sial yang hampir membuat kewarasan nya menghilang.


Dan juga dengan mendekati Lessia ia akan dengan mudah membalas dendam dan menghacur kan ayah kurang ajar tak berhati itu. Pikir Agara sambil mengangguk- angguk kan kepala nya. Membenar kan apa yang sedang ia pikir kan saat ini.


"Ada apa kamu menelpon ku...?" Tanya Agara to the point.


"Tadi nya aku hanya iseng menelpon mu. Tapi aku tak menyangka jika kamu malah menelpon balik..." Sahut Lessia dengan kepercayaan diri yang semakin meningkat. Itu dapat di ketahui dengan jelas dari nada suara nya yang berbunga- bunga.


"Jika kamu hanya iseng menelpon ku.. Maka kamu menelpon orang yang salah.. "


"Ahhh... Iya maaf.. Baik lah hmmmm.. Bagaimana kalau kita jalan berdua..?"


Agara terdiam sejenak dengan ajakan Lessia. Sebenar nya ia sangat malas dan bahkan tidak ingin sama sekali bertemu dengan Lessia.


Namun tiba- tiba sekelebat bayangan wajah imut Raehan berputar- putar di atas kepala nya.


Tidak lagi. Batin Agara yang langsung menghempas bayangan wajah gadis sial itu dengan mengayun kan tangan nya.


"Baik lah.. Ayo pergi..."


Tut...


"Aaaaaaaaaaa....!!!!" Teriak Lessia yang langsung jungkir balik di atas kasur over size nya.

__ADS_1


Apa ini benar - benar nyata?


Agara menyanggupi keinginan nya?


Telinga nya tidak tuli kan?


Lessia benar- benar sangat tidak percaya, jika Agara mennyetujui ajakan nya.


Lihat lah sekarang, pesona nya benar- benar berpengaruh pada pria dingin seperti Agara.


Sumpah demi apa pun, ini adalah keberhasilan terbesar dalam hidup nya.


Lihat saja, tidak akan lama lagi Agara akan bertekuk lutut di hadapan nya.


Dan untuk gadis pendek dengan sejuta kesombongan itu. Akan menyadari jika tidak akan ada yang bisa menandingi seorang Lessia.


Lessia segera beranjak dari kasur nya, melesat bak bayangan hitam yang langsung masuk dalam kamar mandi untuk mengganti pakaian, serta berdandan ria secantik mungkin hingga Agara terpesona dengan kecantikan nya.


Di sisi lain, Agara melempar ponsel nya asal.


Bagaimana bisa ia menyetujui ajakan Lessia ?.


Astaga untuk menghindari lubang buaya , ia harus masuk dalam lubang ular piton.


Agara menghembus kan nafas nya kasar, menyugar rambut coklat berkilau nya asal.


Lalu beranjak menuju lemari, dan mengambil jaket lalu memakai nya.


Bahkan untuk bercermin, untuk sekedar melihat penampilan nya saja Agara tidak berminat.


Ia hanya akan bertemu dengan gadis ular yang akan menjadi batu loncatan untuk membalas dendam pada Mr. Vinsion. Serta menjadi tempat pelampiasan pikiran nya. Jadi tidak perlu terlihat istimewa.


Saat ini yang diri nya perlu kan hanya menyingkir kan pikiran nya yang selalu di bayangi gadis pendek itu.


Agara meraih kunci mobil yang tergantung, lalu berjalan cepat menuju lantai dasar.


Seperti nya menyetujui permintaan gadis ular itu tidak sepenuh nya salah.


Setidak nya ia juga butuh refreshing untuk menyegar kan kepala nya yang sudah terasa ingin meledak.


Agara masuk ke dalam mobil sport nya, menyalakan mobil mewah itu. Lalu menginjak gas dan melesat membelah gelap nya malam.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2