Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Jet pribadi


__ADS_3

...271πŸ’›...


Fir menelpon seseorang di mana wajah nya semakin tegang.


"Moms aku butuh bantuan mu..." Ujar Fir saat panggilan nya tersambung dengan seseorang yang di sebut Moms.


"Ada apa sayang...?" Tanya suara lembut seorang wanita dari ujung telpon.


"Mom bisa kah Moms meminjam kan jet pribadi perusahaan untuk ku.. Saat ini aku sangat membutuh kan nya..." Pinta Fir berharap apa yang di minta nya akan di kabul kan oleh ibu nya.


Ia sangat tahu jika jet pribadi perusahaan hanya di guna kan untuk urusan pekerjaan.


Jet tersebut tidak di izin kan untuk di pakai sebagai kepentingan pribadi.


Tapi kini masalah nya darurat, nyawa Raehan sahabat nya sedang dalam bahaya.


"Untuk apa Fir?. Kamu tahu kan itu fasilitas kantor bukan untuk bermain- main..." Peringat ibu Fir.


"Tapi mom aku sangat membutuh kan jet itu untuk menyelamat kan nyawa teman ku.. Dia sangat membutuh kan tranfusi darah tapi keluarga nya tidak ada di kota ini.. Aku mohon moms bantu aku..." Renggek Fir memohon pada sang ibu.


"Tapi jika papy mu sampai tahu dia akan sangat marah.. Kamu tahu kan jika papy mu sangat memegang prinsip nya..." Tolak sang ibu yang tidak ingi melihat ayah dan anak nya sampai bertengkar.


"Mom jangan khawatir, aku akan menanggung kemarahan Papy. Tapi apa moms tega teman ku mati begitu saja...?"


Hening.


Tidak ada suara dari ujung telpon, membuat Fir semakin frustasi.


Ia harap kali ini saja, ibu nya mau mendengar kan diri nya dan mau membantu nya.


"Baik lah.. Mom akan membantu mu.. Tapi Mom tidak bisa menyelamat kan mu dari kemarahan papy mu..." Putus ibu Fir, mana tega ia mendengar nada bicara Fir yang begitu frustasi dan terdengar sangat cemas.


Pasti teman nya itu sangat penting bagi hidup putra nya.


Ia akan mencoba untuk membujuk suami nya agar jangan sampai memarahi putra nya.


Fir menghela nafas nya lega, rasa nya ia menemukan oase di tengah padang gurun pasir.


"Terimakasih Mom.. Aku mencintai mu..." Ucap Fir dengan sangat senang lalu memutus panggilan telpon.


Fir segera berlari masuk kembali ke dalam rumah sakit.


Di mana ia melihat Miya yang menangis sesenggukan.


Terlihat dua brangkar di dorong keluar dari ruang IGD.


Terlihat Kazuya dan Dion yang masih memejam kan ke dua mata nya.


Para perawat mendorong brangkar tersebut menuju ruang inap.


Miya yang melihat kedatangan Fir langsung bangkit dari duduk nya.


"Bagaimana Fir?" Tanya Miya cepat, berharap Fir datang dengan kabar baik.

__ADS_1


"Keluarga Raehan akan segera sampai kemari.. Sssttt berhenti lah menangis Raehan akan baik- baik saja..." Fir mengusap air mata Miya yang mengalir cukup deras.


Menenang kan Miya agar gadis itu tidak menangis lagi.


Miya mengontrol emosi nya. Mencoba menghenti kan tangis nya dan menghapus sisa air mata nya.


Ia bernafas dengan lega, di mana hati nya kini mulai merasa tenang.


Ia benar- benar sangat bersyukur karna Fir bisa mencari solusi di waktu yang sangat genting ini.


"Duduk lah... Kemari..." Fir memapah tubuh Miya untuk kembali duduk di kursi tunggu.


"Di mana putri ku...?" Teriak suara bass dan cemas tak lain adalah pak Levi, membuat Fir dan Miya menatap ke arah sumber suara.


"Di mana Raehan?.. Hiks... hiks... Putri ku..." Seorang wanita paruh baya menangis dengan sesenggukan, yang tak bukan adalah Nyonya Marissa.


"Tante, Om. Raehan ada di dalam. Aku akan panggil dokter dan memberi tahu nya jika keluarga Raehan sudah datang..." Ucap Fir yang cukup kaget melihat keluarga Raehan yang datang dengan sangat cepat.


Tidak butuh waktu lebih dari sepuluh menit.


"Apa yang terjadi pada putri ku Hiks.. Kenapa dia bisa terluka seperti itu... Hiks..." Nyonya Marissa menangis sejadi- jadi nya.


Ia benar- benar sangat khawatir saat mendengar kabar putri nya yang mengalami kecelakaan , lalu jet pribadi yang tiba- tiba datang dan menjemput seluruh keluarga nya untuk datang ke kota ini.


Baru kemarin malam diri nya berbicara dengan putri kesayangan nya.


Lalu apa yang terjadi hingga membuat putri nya seperti ini.


Miya yang melihat kesedihan Nyonya Marissa, segera memeluk ibu sahabat nya itu.


Ia sangat mengerti perasaan Nyonya Marissa yang tiba- tiba mengetahui keadaan putri nya yang terluka.


Pasti hal itu membuat Nyonya Marissa kaget bukan main.


Sementara Fir dan pak Levi segera menemui dokter untuk segera melakukan tranfusi darah.


"Dokter keluarga pasien sudah datang.. Transfusi nya sudah bisa di lakukan..." Ujar Fir dengan cepat.


Ia tidak ingin membuang waktu lagi.


"Saya ayah nya Raehan, golongan darah saya sama dengan putri saya.. Segera lakukan tranfusi nya sekarang..." Tegas Pak Levi dengan menggebu- gebu.


Ia tidak ingin putri kesayangan nya sampai kenapa- kenapa.


"Baik lah.. Mari kita menuju Ruang IGD..." Dokter pun segera melangkah meninggal kan ruangan nya di mana Fir dan Pak Levi mengekor di belakang.


"Akhir nya semua akan baik- baik saja.." Batin Fir yang kini bisa menghela nafas lega saat melihat Pak Levi masuk ke dalam ruangan IGD di mana Raehan berada.


...----------------...


Semilir angin menerpa wajah Raehan yang pucat, di mana ke dua mata nya terasa di ganggu oleh cahaya matahari.


Ingatan tentang pertunangan Agara berputar dengan cepat di otak Raehan, di mana Raehan bisa melihat senyum di bibir Agara untuk Lessia.

__ADS_1


Namun semua itu seketika retak, seperti kaca yang pecah seketika.


"Hah?"


Ke dua bola mata Raehan terbuka dengan cepat, di mana nafas nya menderu tidak stabil.


Dada nya terasa sangat sesak. Kejadian kemarin benar - benar terbawa ke dalam mimpi nya.


Di mana hati nya terasa di remas dengan kuat.


Peluh keringat dingin terlihat terbentuk di kening Raehan.


Raehan terkesiap saat merasa kan sapuan halus di kening nya yang berkeringat.


Ia langsung menoleh ke arah samping nya di mana wajah yang begitu menenang kan tertangkap oleh ke dua netra nya.


"Momsy..!" Lirih Raehan.


Ke dua mata Nyonya Marissa langsung menitik kan air mata.


Akhir nya setelah semalaman, Raehan terbangun juga.


"Sayang...! Akhir nya kamu bangun... Hiks.." Isak Nyonya Marissa dengan suara nya yang tersendat.


Raehan mengedar kan pandangan nya dan melihat ayah nya dan adik nya Lion ternyata juga berada di sini.


Kapan mereka datang?


Pikir Raehan yang terlihat bingung dengan kehadiran semua anggota keluarga nya di sini.


...----------------...


...****************...


Maaf Typo bertebaran... 😁


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???

__ADS_1


.


__ADS_2