Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Terbalaskan


__ADS_3

...119❣...


"Lessia kamu kenapa?" Tanya sang guru.


"Saya tidak tahu pak.. Tapi badan saya semua nya gatal..." Seru Lessia yang terus menggaruk tubuh nya, hingga menimbul kan gerakan yang mirip topeng monyet.


Bahkan kini beberapa murid mulai menertawakan Lessia yang terus meliuk- liuk kan badan nya karna gatal.


"Ha... Ha.. Si Lessia kenapa?"


"Apa dia tidak pernah mandi makak nya dia ke gatelan..."


"Astaga ternyata model juga ngak mandi ya.. jorok banget.. Ha.. Ha..."


"Atau baju nya yang ngak pernah di cuci.?."


"Gila ini moment harus di abadikan..."


"Udah kayak pertunjukan topeng monyet..."


"Ha...Ha... garuk pantat nya donk neng..."


"Ha... ha... ha..."


Godaan dan ejekan dari seluruh murid sekelas nya membuat Lessia kesal dan ingin marah.


Apa lagi ini, baru saja ia mendapat perlakuan tidak menyenang kan, bahkan berkesan merenggut nyawa nya dari gadis pendek dengan tubuh ringkih. Dan sekarang tubuh nya gatal dan semua orang menertawakan diri nya.


Sungguh ia sangat malu, wajah nya terasa panas, dengan harga diri serta ego yang terbabat habis.


Ingin rasa nya saat ini ia menutup semua mulut yang terus mengolok - ngolok nya tanpa henti. Namun rasa gatal di tubuh nya tidak membiar kan hal itu terjadi.


Bahkan guru olahraga pun ikut tertawa melihat tingkah Lessia yang begitu menggelitik perut nya.


Di mana lagi semua orang bisa melihat, pertunjukan yang sangat lucu ini dengan model terkenal sebagai bintang utama.


Sebuah sejarah yang berhasil Lessia toreh kan, yang tidak akan pernah di lupakan oleh semua siswa maupun siswi sekolah Milver.


"Huaaaaaa... Ha.. Ha... Nari nya asik Lessia...!!!" Teriak Fir dengan ke dua tangan memegang ponsel nya, sembari berlari ke arah Lessia.


"Gila... Model cantik lagi pertunjukan jadi topeng monyet...!!" Sahut Miya dengan histeris, lalu mengikuti langkah Fir yang berlari mendekat ke tengah lapangan.


Apa lagi jika bukan, menyaksi kan perundung diri nya yang sedang mempermalukan diri sendiri.


Demi apa pun, diri nya sangat puas bahkan terhibur dengan bagaimana cara Raehan membalas dendam.


Bahkan sahabat kecil nya membalas dua kali lipat lebih luar biasa.


Suara teriakan dari Fir dan Miya semakin menyulut tawa murid- murid termasuk Dion yang sudah merasa pipi nya sangat pegal.


Sungguh selama ia sekolah di sekolah elit ini. Baru pertama kali nya diri nya menyaksi kan sebuah komedi yang begitu menguras ardelin untuk tertawa.


Lessia melempar tatapan tajam penuh amarah ke arah Miya dan Fir yang terus melempar ejekan yang benar- benar membuat hati nya panas.

__ADS_1


Apa lagi saat Fir memvidio kan diri nya tanpa izin.


Sungguh ia merasa menjadi bahan lelucon dan tertawaan.


Namun yang lebih mengejut kan nya lagi. Saat gadis kecil dengan tawa riang dengan tangan kanan memegangi perut nya yang terasa keram karna terus tertawa tanpa henti, yang sedang berdiri di barisan penonton.


Siapa lagi jika bukan Raehan, gadis yang membuat nya hampir bertemu malaikat maut kini juga menertawakan diri nya.


Lessia semakin menggeram saat ke dua alis Raehan turun naik dengan wajah mengejek, bahkan tangan kiri nya menampil kan jempol berdiri , lalu di putar terbalik dengan perlahan.


"Sial, ternyata gadis boncel itu yang melakukan semua ini... " Batin Lessia dengan nafas memburu menahan amarah.


Ingin rasa nya saat ini Lessia menghabisi gadis beracun itu. Membuat seluruh tubuh nya melebur menjadi abu yang akan di tiup angin.


Berani sekali seorang gadis kecil membuat diri nya malu di hadapan semua orang.


Ia sungguh tidak terima dengan semua yang di lakukan gadis pendek itu.


Ia pasti kan akan memberi kan balasan yang akan membayar semua ini dengan mahal.


Batin Lessia yang terus menggaruk- garuk seluruh badan nya yang terasa begitu gatal.


Bahkan kini ia sampai bersimpuh di lantai.


Dion yang menyadari tatapan Lessia yang menuju ke arah barisan penonton, dimana Raehan berdiri di sana menikmati pertunjukan yang sedang terjadi.


Dion menyaksi kan dengan seksama tatapan petir ke dua nya yang terpancar dari masing- masing ke dua mata mereka. Memberikan tekanan untuk membuat musuh merasa ciut.


Namun Dion tidak menduga, jika semua yang terjadi pada Lessia adalah ulah Raehan.


"Gadis nakal..." Umpat Dion dengan smirk nya.


Raehan semakin tertawa puas, saat melihat wajah Lessia yang semakin masam sangat mengetahui jika ini adalah ulah nya.


Rasa dendam nya kini terbalas kan. Keberuntungan dan jalan takdir berada di sekitar nya.


Raehan tentu tahu jika semua ini tidak akan berakhir. Seorang Lessia setelah ini tidak akan melepas kan nya. Dan diri nya sudah siap menyambut permainan sang dewi dengan tangan terbuka.


Ardelin petualangan dalam diri Raehan bangkit begitu saja. Membuat diri nya bertekad untuk membuat Lessia jatuh dalam lubang kesombongan nya sendiri.


Mambalas dendam untuk para korban perundungan dan pembulian yang ia lakukan.


Sebuah tangan besar, yang entah dari mana langsung membekap mulut Raehan yang masih tertawa riang.


Menarik tubuh mungil Raehan, dan membawa nya ke tempat yang cukup sepi.


Raehan sangat terkejut dengan penculikan tiba- tiba tersebut , bahkan kini diri nya sudah berada di area sudut ruangan yang cukup gelap.


Tubuh nya di dorong dengan cukup keras ke dinding, dengan tubuh seseorang yang mengapit tubuh nya.


Raehan memberontak dengan ke dua tangan yang memukul dada bidang sang penculik. Dapat ia rasakan jika postur tubuh sang penculik menjulang tinggi, dan dia adalah seorang pria.


"Apa yang sudah kamu lakukan pada Lessia gadis nakal..." Bisik suara yang begitu familiar tepat di telinga Raehan.

__ADS_1


Ke dua mata Raehan membola, dengan sekujur tubuh nya yang langsung mematung di tempat.


Suara penculik itu adalah suara Dion.


Glek...


Raehan menahan saliva nya dengan paksa, apa Dion tahu apa yang diri nya perbuat pada Lessia?.


Apa Dion akan menghukum diri nya.?


Skors..


Atau


Di keluarkan dari sekolah dengan tidak terhormat?.


Pikiran- pikiran negatif langsung menyeruak dalam otak kecil Raehan.


Membuat jaringan darah nya seakan berhenti untuk bekerja.


Ia seperti penjahat yang sudah di tangkap oleh polisi.


Dion yang tidak mendapat kan jawaban apa pun dari gadis kecil dalam kungkungan nya.


Membuat wajah nya semakin mendekat ke arah bagian leher Raehan.


Tadi diri nya hanya membisik kan sesuatu di telinga gadis itu, tapi aroma bayi yang keluar dari tubuh Raehan membuat hidung nya terlena dan ingin menghirup lebih banyak lagi.


Raehan yang merasakan hembusan nafas yang menggelikan di leher nya, langsung mendorong tubuh tinggi itu dengan kuat, membuat tubuh Dion terjunggal dua langkah ke belakang.


...----------------...


...****************...


Koment yuk... othor lagi butuh semangat😭


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2