Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Tampan- tampan kok tulalit...


__ADS_3

...65...


"Kenapa ?" Tanya polos Agara.


Raehan langsung menarik lengan tangan Agara sedikit menjauh dari Fir.


"Kan kakak cuma ngantar aku ke sini.. Lagian aku udah ngak sakit lagi kok. Jadi kakak udah terbebas dari janji Momsy ku... Sekarang kak Aga boleh pulang yah..." Jelas Raehan panjang lebar, dengan merendah kan suara nya. Agar Fir tidak mendengar pembicaraan nya.


Agara terlihat tidak suka dengan perkataan Raehan.


"Siapa bilang cuma mengantar... Aku juga akan mengawasi teman ku.. Bukan kah kamu yang mengatakan untuk tidak melarang teman mu melain kan mengawasi nya..." Sanggah Agara menatap tajam Raehan.


Skakmat..


Raehan kehabisan kata- kata untuk mengembalikan atau membalik kan perkataan Agara.


Pasal nya diri nya sendiri yang mengatakan itu semua. Niat nya hanya ingin mendapat izin agar Agara membiarkan nya pergi.


Tapi lihat lah, seperti nya pria ini memanfaatkan keuntungan nya sekarang.


Agara tersenyum puas, melihat raut pasrah Raehan. Jiwa kemenangan dalam diri nya seakan meronta ingin berteriak. Karna telah berhasil membuat gadis sial dengan mulut super cerewet itu terdiam.


"Astaga kalian sudah datang, kenapa tidak masuk...!" Suara halus nan lembut, menyadar kan pikiran ketiga manusia yang masih setia mematung di depan gerbang.


Fir, Raehan dan Agara langsung melempar pandangan mereka ke arah sumber suara.


Tampak di hadapan mereka berdiri dengan elegant, wanita paruh baya yang terlihat begitu cantik.


"Tante..." Lirih Fir.


"Miya sudah menunggu kalian di dalam. Tapi kalian asik mengobrol di depan gerbang..." Celoteh mama Miya dengan tatapan tidak setuju.


"Hallo Tante.." Sosor Raehan yang langsung meraih tangan halus mama Miya dan mencium punggung tangan nya dengan hormat.


Mama Miya tersenyum lebar, mendapat kan perlakuan yang begitu sopan dari gadis mungil di depan.


"Kamu pasti Raehan kan?" Tanya Mama Miya tanpa menghilang kan senyum nya.


"Kok tante tahu?"Sosor Fir dengan bersemangat.


"Karna Miya sering mencerita kan sahabat nya yang baik ini pada tante..." Kekeh mama Miya sembari mengelus puncak kepala Raehan.


Raehan menunduk kan kepala nya, menyembunyikan wajah nya malu- malu.


"Kalau aku bagaimana tante?" Sosor Fir lagi, yang mengingin kan sebuah pujian.


Mama Miya mengendik kan bahu nya cepat. Yang berhasil membuat Fir kecewa seketika.


Mama Miya dan Raehan terkekeh geli, melihat Fir yang langsung lemas karna tidak medapat kan pujian dari orang yang di harap kan nya.


Netra Mama Miya berhenti pada Agara. Pria yang sejak tadi diam membisu dengan wajah datar.


Mama Miya mengarah kan pandanga nya pada Raehan, seolah- olah bertanya siapa pria di samping nya.


Mengerti dengan tatapan Mama Miya, Raehan langsung menyikut lengan Agara.

__ADS_1


"Apa.?" Celetuk Agara datar.


"Ayo salim lalu perkenal kan diri kakak..." Bisik Raehan.


"Salim?" Tanya Agara tidak mengerti.


Raehan mengerat kan gigi nya. Ia sangat gregetan dengan sikap Agara yang seolah- olah tidak tahu apa yang diri nya maksud.


"Iya salim.. Jangan bilang kak Aga ngak tahu..."


"Memang tidak tahu.." Sahut Agara cepat. Yang langsung mendapat cubitan di perut.


"Awww... Kenapa pake di cubit...?"


"Ayo salim kayak aku tadi.. Cium tangan ..." Kesal Raehan.


Agara langsung meraih tangan Mama Miya yang langsung membuat Mama Miya tersentak kaget dengan kecepatan Agara yang meraih tangan nya.


"Saya Agara tante. Teman nya Raehan.." Ujar Agara singkat, lalu menempel kan punggung tangan Mama Miya di pipi nya.


"Kayak nya emang harus di ajarin gimana cara nya salim sama orang tua yang benar..." Batin Raehan.


"Silah kan masuk..." Ajak Mama Miya mempersilah kan ketiga muda -.mudi tersebut untuk masuk ke dalam rumah nya.


...----------------...


Tepat pukul sembilan malam, Raehan baru pulang dari kediaman Miya.


Kini diri nya dan Agara sudah sampai di depan kontrakan mini Raehan.


"Makasih kak Aga sudah menjaga ku seharian... Dan terimakasih sudah mengantar ku pulang..." Ucap Raehan tulus.


Raehan melangkah masuk menuju kontrakan nya. Rasa nya tubuh nya butuh segera di bersih kan karna terasa begitu lengket.


Raehan menghenti kan langkah kaki nya, saat menyadari Agara juga mengikuti nya.


Raehan berbalik cepat, Agara langsung memundur kan tubuh nya.


"Kak Aga ngapain..?" Tanya Raehan bingung.


Bukan kah diri nya sudah sampai di kontrakan, lalu untuk apa lagi pria ini mengikuti nya.


"Mau masuk..." Timpal Agara cepat.


"Untuk apa? Kan kak Aga sudah mengantar ku pulang.. Jadi sekarang kak Aga pulang aja... Aku juga sudah sehat..."


"Aku sudah berjanji pada orang tua mu untuk menjaga mu... Aku bukan seseorang yang bisa mengingkari --janji.."


"Tapi aku sudah sehat.. Tidak ada yang perlu kakak jaga lagi. Lagi pula ini sudah malam apa kata tetangga nanti kalau kakak tetap di rumah ku..." Renggek Raehan yang mulai kehabisan akal untuk mengusir Agara.


Biasa nya diri nya lah yang selalu di usir oleh pria ini. Tapi kini situasi nya terbalik.


Raehan tidak ingin para penyewa kontrakan lain membicarakan diri nya sebagai gadis tidak benar, dengan membiar kan pria tetap berada di kontrakan nya.


"Siapa yang pedulikan apa kata tetangga aku tidak peduli... Aku akan tetap menginap."

__ADS_1


"Apa Menginap?" Pekik Raehan kaget.


"Iya memang nya kenapa..?"


"Tidak- tidak kak Aga tidak boleh menginap di kontrakan ku... Dua manusia berlawanan jenis tidak boleh tinggal di atap yang sama..."


"Tapi, tadi siang kita berada di bawah atap yang sama kamu tidak melarang..."


Raehan lagi- lagi mendengus kesal. Bagaimana ia harus menjelas kan jika seorang pria tidak boleh menginap di rumah seorang gadis tanpa ikatan yang sah.


Bisa- bisa kontrakan nya di grebek sama warga. Pikir Raehan.


"Tampan- tampan kok tulalit ya" Rutuk Raehan pasrah. Ia tidak tahu lagi harus menjelaskan segala nya pada Agara.


Sementara Agara tersenyum jahil, melihat tingkah gelagapan Raehan yang hampir gila di buat nya.


Diri nya mengerti maksud ucapan Raehan, dari mulai menyuruh nya salim dan kini meminta nya untuk pulang.


Tapi diri nya belum puas untuk menjahili gadis sial nya. Karna ingin membalas kejahilan Raehan yang sudah membuat nya membersih kan kontrakan yang di buat nya.


Untung saja ia punya ide yang sangat bagus, dengan meminta jasa tukang pembersih rumah untuk merapi kan kontrakan Raehan dalam waktu sekejap.


Hanya dengan uang diri nya tidak perlu repot- repot mengeluar kan tenaga.


Drttt...


Drttt.


Drrt...


Deringan ponsel Agara mengalih kan perhatian Raehan.


Agara merogoh ponsel yang berada di saku nya.


"Lessia...!!" Ujar Raehan lirih, saat tidak sengaja membaca nama kontak di layar ponsel Agara.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2