Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Raehan 4


__ADS_3

...204πŸ’›...


"Waww... Ada empat dewan osis yang berdiri, seperti nya mereka sangat antusias untuk bertanya pada Raehan... Tapi maaf ya dewan osis hanya satu orang yang bisa melempar pertanyaan pada Raehan... Jadi Raehan silah kan pilih salah satu dari mereka yang ingin kau jawab pertanyaan nya..." Ujar Mc yang semakin bersemangat karna seleksi semakin seru dan sengit.


Agara menatap tajam ke arah Dion yang sedang berdiri.


Sekali saja Dion tidak mencari kesempatan untuk mendekati Raehan, mungkin dunia pria itu akan runtuh.


Sungguh Dion berhasil membuat diri nya emosi.


Ingin rasa nya Agara berteriak di depan wajah Dion jika Raehan adalah milik nya.


Tapi seperti nya hal itu percuma, karna Dion sama sekali tidak peduli dan terus mendekati Raehan, meski pria itu tahu jika Raehan sudah memiliki kekasih dan itu adalah diri nya.


Dion menatap fokus ke arah Raehan, berharap Raehan memilih nya. Karna ia ingin menguji Raehan saat ini.


Raehan menatap satu persatu dewan osis yang berdiri, lalu tatapan nya jatuh pada Dion sang ketua osis dengan sikap dingin dan datar nya.


"Ketua osis..!" Seru Raehan sebagai jawaban jika ia memilih Dion untuk memberi nya pertanyaan.


Sang Mc berdecak kaget, mendengar pilihan Raehan.


Raehan memilih dewan osis dengan dudukan tertinggi.


Dion memiring kan bibir nya, mendengar jika Raehan memilih nya.


"Gadis angkuh...!" Batin Dion. sebelum menggerak kan bibir nya untuk memberikan satu pertanyaan kepada Raehan.


"Kami persilah kan untuk ketua osis Dion untuk memberi pertanyaan pada Raehan..." Mc mempersilah kan untuk Dion mulai memberikan pertanyaan kepada Raehan.


"Raehan Angelina kau terlihat begitu angkuh berdiri di atas podium itu... Kau sudah berhasil membuat semua orang kagum dengan jawaban mu.. Bahkan kau menjawab pertanyaan seorang murid dengan begitu lantang... Jadi aku selaku ketua osis juga tertarik untuk bertanya kepada mu.. Apa kau yakin kau bisa memberantas pembullian atau perundungan di sekolah ini? dan juga apa yang akan kau lakukan jika di dalam organisasi mu terjadi sebuah kesalah pahaman atau masalah yang membuat organisasi mu menjadi berpecah belah..? Terimakasih..." Dion kembali ke posisi nya duduk kembali. Dengan raut wajah menunggu jawaban dari Raehan.


Raehan menunduk kan kepala nya sekilas, sebelum menatap Dion dengan tatapan yang sama seperti yang ia layang kan pada Arya.


Ia hanya perlu tenang untuk menjawab pertanyaan Dion.

__ADS_1


Di mana sebenar nya ia sangat kesal mendengar ucapan Dion yang mengata kan diri nya angkuh.


Pria yang kini di tatap nya tidak pernah akan puas jika tidak mengatai nya dengan perkataan pedas seperti itu.


Mungkin lidah Dion akan gatal jika tidak mengatai nya.


Batin Raehan dengan meregang kan jari- jari nya, sebelum bersiap untuk menjawab.


"Ekhmmmm.... Saya sangat tersanjung dengan pujian yang ketua osis yang begitu indah untuk di dengar... Namun sayang nya gendang telinga saya tidak terima jika ketua osis mengata kan jika saya menjawab pertanyaan dengan angkuh..." Raehan menjeda kalimat nya, menatap Dion dengan tatapan tidak suka.


"Seharus nya ketua osis bisa membeda kan mana sikap angkuh dan sikap berani... Saya berdiri di sini untuk menyampai kan visi misi saya, bukan untuk memamer kan keangkuhan... Seperti nya mata ketua osis yang terhomat sedang terganggu atau siwer seperti ayam, sehingga ia mengangap penampilan saya angkuh... Jika anda punya cermin setidak nya berkaca lah dan lihat pantulan keangkuhan yang sebenar nya..."


Raehan menghela nafas nya, rasa nya tenggoran nya sudah mulai kering karna terus menjawab pertanyaan yang di lontar kan untuk nya.


Belum lagi hati nya sedikit panas , karna ulah perkataan Dion yang benar- benar tidak berbobot.


"Lalu untuk menjawab pertanyaan apa saya bisa memberantas semua pembullian dan perundungan di sekolah ini.. Maka jawaban nya adalah harus, karna ini terkait dengan murid- murid yang tidak berdaya... Lalu jika ada masalah dalam organisasi di antara para anggota apa yang akan saya lakukan? Tentu saja semua orang juga tahu jika kita harus menengahi pertengkaran tersebut, merangkul dan mengingat kan mereka jika kita adalah satu organisasi yang sedang memperjuang kan kemajuan sekolah. Mencari kan solusi untuk masalah itu dan satu lagi yang paling penting yaitu menekan kan kepada seluruh anggota untuk tidak membiar kan masalah yang sedang terjadi tidak sampai keluar dari organisasi... Karna jika sampai pihak lain atau pihak asing juga mengetahui nya maka masalah itu akan semakin rumit... Aku rasa jawaban ku sudah cukup untuk menjawab pertanyaan ketua osis..." Hela Raehan setelah mengata kan kalimat jawaban nya yang cukup panjang, dan membuat kerongkongan nya terasa kering.


Prok...


Prok...


Prok...


Semua nya sangat takjub dengan penampilan Raehan yang berani, bahkan Raehan berani mengatai sang ketua osis Dion Pratama tanpa gentar sedikit pun.


Mc mengangkat tangan nya ke udara untuk membuat suasana yang riuh untuk kembali kondusif.


"Baiklah Raehan satu pertanyaan terakhir yang akan di tanya kan dari kursi dewan guru... Kami persilah kan...!" Seru Mc yang kini tidak mau di beri isyarat lagi oleh Raehan untuk menjalan kan acara.


Raehan mengangguk mengerti dengan perkataan Mc.


Sungguh ia sudah ingin segera pergi dari podium ini. Kaki nya sudah cukup pegal untuk berdiri.


Belum lagi bibir nya yang terasa kering karna terus memberikan jawaban yang panjang nya lebih panjang dari kereta api.

__ADS_1


Tinggal satu pertanyaan lagi, makan ia bisa terbebas dari tempat ini, pekik Raehan menyemangat kan diri nya untuk tetap semangat.


Seorang guru dengan tampang seram, di mana di dagu nya di tumbuhi rambut- rambut atau yang biasa di kenal dengan brewok.


Ia menatap Raehan dengan tatapan garang, seolah ingin melahap tubuh mungil Raehan detik itu juga.


Raehan sedikit bergeming melihat dewan guru yang akan bertanya pada nya.


"Kenapa aku hanya kebagian pertanyaan dari orang seram semua ya.." Ringgis Raehan sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Raehan Angelina, aku ingin bertanya pada mu. Kau tahu jika tidak seluruh murid yang patuh dengan setiap peraturan di sekolah Milver ini. Banyak sekali siswa maupun siswi yang membangkang dan melanggar aturan di sekolah ini. Mereka seperti parasit namun tidak mungkin untuk di musnah kan... Kadang kala saya mendengar anggota osis mengeluh untuk menghadapi siswa atau pun siswi seperti itu. Di mana siswa dan siswi tersebut bahkan tidak takut pada anggota osis.. Bagimana kau akan menyikapi murid seperti itu sedang kau ingin merangkul semua orang untuk mencapai impian Milver High School maju menuju gerbang gemilang.? Dan saya tidak membutuh kan hanya sebatas teori karna kami semua membutuh bukti dan aksi. "


Wajah sang guru terlihat begitu merendah kan. Seolah ia yakin jika Raehan tidak akan bisa memberikan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan nya.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2