
...158โฃ...
"Trauma..." Batin Raehan yang ternyata sejak tadi menguping pembicaraan antara Agara dan Sofia.
Raehan menyembunyikan diri nya di balik pohon, saat Sofia melewati tempat persembunyian nya.
Ia sengaja datang ke tampat ini, karna ia tahu Agara pasti ada di tempat ini.
Tapi ia sedikit terkejut saat melihat ke dua orang ini, sehingga langkah nya terhenti untuk menghampiri Agara.
Jiwa kepo nya meronta- ronta untuk mengetahui dan mendengar kan apa yang sedang di bicarakan Sofia dan Agara.
Awal nya diri nya sedikit tidak suka, dan cemburu melihat Sofia yang mencoba mendekati Agara kembali.
Tentu saja diri nya tidak terima, ia merasa terancam karna kehadiran Sofia yang notabene nya adalah gadis baik dan cantik.
Bagaimana jika Agara malah jatuh hati pada Sofia, itu sama saja dengan perjuangan nya yang akan berakhir dengan patah hati.
Belum usai perebutan dan persaingan diri nya dengan Lessia, Sofia malah hadir dengan perhatian dan kepedulian nya.
Namun pikiran negatif dan rasa takut itu, segera tertepis kan. Saat kuping nya mendengar pembicaraan ke dua orang itu.
Untung saja tubuh nya kecil, jadi tidak sulit untuk menemukan tempat yang aman untuk bersembunyi.
Tapi diri nya juga cukup kaget, karna tahu jika Agara memiliki trauma di masa kecil yang sampai kini pria pujaan itu masih terjebak dalam masa lalu nya.
Diri nya memang tidak tahu pasti, tapi yang berhasil diri nya simpul kan. Jika trauma Agara di masa kecil nya itu berkaitan dengan ke dua orang tua nya, dan membuat Agara bersikap dingin dan menjadi sosok introvert.
Ia tidak tahu kejadian atau pun insident apa yang terjadi pada masa lalu Agara.
Namun ia yakin, semua kejadian itu sangat menyakiti dan melukai Agara kecil waktu itu, hingga kini Agara masih terjebak dalam bayang- bayang masa lalu.
Raehan tidak mengira jika Agara menempuh jalan hidup yang sangat keras, dengan beban bertahan untuk hidup menumpuk di pundak nya.
Siapa yang tak akan mengira, di balik wajah tampan mempesona yang di miliki nya terdapat luka yang masih menganga dengan lebar.
Ke dua sorot mata Raehan meredup, memancar kan kesedihan. Seolah- olah ia merasa kan berat nya perjalanan hidup Agara.
Bahkan saat ini ia tidak bisa melangkah karna kepala nya masih mencerna perbincangan yang baru saja ia dengar. Sementara ke dua netra Raehan menatap sayu pada punggung Agara yang terlihat sedikit bergetar.
"Apa dia menangis?. Pasti sangat berat hidup nya selama ini..." Lirih Raehan dengan raut wajah yang semakin sedih.
Puk..
__ADS_1
Namun belum usai kesedihan Raehan, tiba- tiba sesuatu yang cukup besar jatuh di bahu nya.
"Wuaaaaa..... Laba- laba...!!!" Teriak Raehan histeris saat seekor laba- laba jumbo tengah menatap nya tepat di atas bahu nya.
Dengan gerakan akrobatik, Raehan menggelinjang dengan tubuh yang meliuk- liuk ke sana kemari untuk membuat laba- laba itu terjatuh dari tubuh nya.
Demi apa pun, ia bisa menghadapi seekor macan tapi tidak dengan laba- laba yang sangat menggelikan bagi nya.
"Pergi... Pergi dari baju ku... Momsy... Popsy...!!" Teriak Raehan yang kini tidak sadar jika ia sudah keluar dari tempat persembunyian nya.
Agara yang sedang duduk dengan kesedihan yang membalut diri nya, tiba- tiba langsung terlonjak kaget bukan kepalang.
Mendengar teriakan histeris, mengalah kan suara sirena peluit kereta api, yang bahkan mampu membuat gendang telinga nya bergetar.
Rasanya jantung nya langsung lepas dari gantungan nya, dan berhenti untuk berdetak karna saking kaget nya dengan suara teriakan tiba- tiba di tengah tempat yang sepi.
Agara segera menoleh ke belakang dan berlari dengan panik.
"Wuaaaaa... Singkir kan dia... Laba- laba nya mengejek ku..." Ringgis Raehan dengan melompat - lompat.
Sungguh saat ini ia sangat geli, ia tidak tahu kenapa ia sangat takut dengan hewan berkaki delapan itu.
"Momsyyy Aku akan mati... Huaaaaaaa..."
Sementara Raehan masih saja menggeliat dengan gerakan- gerakan konyol, tentu saja dengan teriakan lebay nya.
"Tenang lah... Aku sudah menyingkir kan laba- laba nya..." Pekik Agara yang juga ikut panik karna ulah Raehan.
Tubuh Raehan berhenti berjoget ria, saat mendengar suara indah bak malaikat penolong yang mengatakan jika laba- laba jelek itu sudah di singkir kan.
Dengan wajah takut, Raehan memeriksa tubuh nya, meneliti jika laba- laba jelek itu masih menempel di tubuh nya.
Seperti nya setelah pulang dari sekolah, ia harus ke toko bunga untuk membeli kembang tujuh rupa yang akan di gunakan untuk mandi.
"Mengeri kan..." Cicit Raehan dengan tubuh meremang.
Sementara Agara terdiam membatu di tempat, setelah kondisi mulai kondusif dan ia menyadari jika kini di hadapan nya tengah berdiri gadis yang menjadi alasan nya ke tempat ini.
Ia menatap lekat raut menggelikan Raehan di mana gadis itu masih terlihat sedikit shock dengan wajah sedikit pucat.
"Mengapa dia ada di sini? apa dia sengaja datang kemari untuk menemui ku? Melihat nya membuat ku semakin dilema. Antara meraih nya atau menjauhi diri nya..." Batin Agara yang kembali hanyut dengan pikiran nya.
"Huhhhh astaga ternyata laba- laba jelek itu sudah pergi..." Raehan menghela nafas nya lega, namun raut wajah nya kembali mengerut karna ternyata sekarang ia sudah berdiri di hadapan Agara.
__ADS_1
Gara- gara laba- laba jelek itu, ia harus keluar dari persembunyian nya dan harus berhadapan dengan Agara.
Tapi tunggu dulu, ia memang memang ke sini untuk menemui Agara bukan?.
Hanya saja tadi ada iklan obrolan yang tidak sengaja ia dengar. Pikir Raehan yang langsung menipis kan bibir nya, membentuk senyum termanis yang selalu ia tunjukkan pada Agara.
Raehan mengerjap beberapa, dengan kepala nya yang di miring kan ke kanan dan kiri karna bingung melihat Agara di depan nya yang tengah melongo tanpa berkedip.
"Kak Aga!!" Panggil Raehan lembut. Namun seperti nya tidak mampu membuyar kan pikiran Agara yang mungkin kini sudah mencapai negeri china.
"Kak Aga...!" Panggil Raehan dengan suara yang lebih tinggi, dengan tangan kanan nya menggoyang kan bahu Agara.
"Hah...?" Agara lagi- lagi kaget dengan goyangan di tubuh nya. Yang berhasil membuyar kan lamunan nya.
Agara mengedip kan mata nya beberapa kali, sebelum wajah itu kembali berubah datar tanpa ekspresi.
"Kak Aga baik- baik saja..?" Tanya Raehan dengan nada terdengar sedikit khawatir.
"Kenapa kamu ada di sini?" Agara membalas pertanyaan Raehan dengan sebuah pertanyaan lain nya.
"Tentu saja mencari mu.. Untuk apa lagi..."
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???