
...90...
Seorang gadis lusuh terus berlari dengan kencang, suasana lingkungan elit membuat nya mengumpat karna tidak bisa mendapat kan tempat persembunyian yang aman.
Meski sudah lolos karna mengecoh beberapa orang, tapi seperti nya orang kaya itu benar- benar tidak ada habis nya saat mengejar diri nya.
"Cih.. Mereka terus mengejar.. Orang kaya ini benar- benar pelit. Aku hanya mengambil sedikit tapi mereka terus mengejar ku seperti anjing kelaparan." Rutuk gadis tersebut sambil terus berlari.
Meski tenaga nya terasa habis, tapi ia juga tidak ingin berhenti dan mati di tangan tiga orang pria yang sedang mengejar nya.
"Gadis sialan berhenti kau...!!"
"Dasar pencuri....!!"
"Berhenti jika tidak ku patah kan kaki mu...!!"
Teriak tiga pria yang sedang mengejar gadis tersebut dengan umpatan dan juga ancaman.
Tentu saja gadis tersebut tidak bodoh untuk mendengar kan teriakan itu.
Berhenti sama saja dengan mati.
Persis di ujung jalan, terlihat perempatan dengan jalan buntu yang tertutup pagar.
Ayunan kaki lusuh gadis itu sedikit memelan saat otak nya berpikir jalan mana yang harus ia ambil.
Ini adalah pertama kali nya diri nya mencuri di kawasan ini. Itu arti nya dia tidak terlalu tahu rute medan saat ini.
Sebuah tangan tiba- tiba menyambar tubuh gadis itu, menarik nya masuk dalam lorong sempit dan gelap..
"Sial tamat riwayat ku...!" Umpat nya dalam hati saat merasakan tarikan pada tubuh nya.
"Diam lah Jiya.." Bisik seorang pemuda dengan penampilan yang sama dengan gadis yang bernama Jiya tersebut.
Baju compang camping, serta beberapa kotoran yang menempel di baju serta tubuh nya. Membuat diri nya terlihat seperti gembel atau tukang sampah.
Jiya menghela nafas lega, saat melihat pria yang menarik tubuh nya adalah orang yang ia kenal.
Tiga pria yang mengejar Jiya, terus berlari ke arah depan dan berkelok ke kanan.
Tiga pria tersebut tidak melihat jika gadis yang mereka kejar, tengah bersembunyi tepat di samping lorong jalan yang mereka lewati.
Kondisi yang gelap dan minim cahaya, membuat tubuh gadis dan pemuda itu tidak terlihat sama sekali.
"Kazuya... Hhhh" Lirih Jiya mengatur nafas nya yang masih tersenggal.
Pemuda di hadapan Jiya bernama Kazuya, pria muda yang hanya dua tahun lebuh tua dari Jiya.
Mata nya bulat dengan bola mata hitam pekat yang benar- benar menunjuk kan jika dia adalah pemuda blasteran.
Kazuya pria 19 tahun adalah hasil perpaduan bibit unggul antara negri jepang dan kota ini.
Wajah nya yang lusuh, sedikit menutupi ketampanan murni dari wajah nya.
__ADS_1
Entah nasib apa yang sedang melekat pada diri nya hingga berakhir menjadi seorang gembel.
"Sudah aku katakan bukan, jangan mencuri di kawasan ini. Untung saja aku datang tepat waktu jika tidak kau sudah menjadi tinggal nama.." Ujar Kazuya marah.
Jiya hanya memutar bola mata nya malas, dengan omelan Kazuya yang persis seperti suara anjing yang menggonggong. Sangat menyebal kan.
Jiya mengulas senyum nya sebelum kembali menyahuti ucapan Kazuya.
Nafas Kazuya terasa tercekat , melihat senyum manis Jiya yang berhasil membuat jantung nya berdegup dengan kencang.
"Baik lah kamu benar, tapi lihat lah apa yang aku dapat kan..." Jiya mengangkat tangan nya, menunjukkan sebuah dompet mewah sambil menggoyang kan nya.
"Karna kamu telah menyelamat kan ku, aku akan memberikan bagian mu Kazuya... Kali ini aku mendapat kan mangsa besar, dan dompet ini akan menjadi awal dari rencana ku..." Lanjut Jiya dengan nada antusias.
"Terserah pada mu, tapi rencana mu sangat berbahaya dengan terjun ke dalam kandang singa..."
"Ck... Orang kaya sombong itu harus menjadi sumber kehidupan ku Kazuya. Aku sudah muak dengan kehidupan tidak bermutu ini..."
"Tapi berjanji lah kamu jangan melewati batas mu..."
"Ayo pergi, jangan khawatir aku akan memberi kan bagian mu.. Jangan terus menceramahi ku, Toh nanti jika rencana ku berhasil kau juga yang akan mendapat cipratan keuntungan juga..." Jiya langsung melenggos berjalan keluar dari lorong dengan santai, di ikutin oleh Kazuya yang menatap nya dengan khawatir.
Apa pun yang sedang di pikir kan gadis di depan nya. Benar - benar rencana yang gila.
Tapi diri nya juga tidak bisa menghalangi niat gadis tersebut, karna pasti nya Jiya tidak akan mendengar kan diri nya.
Sebagai seorang pria yang menyukai gadis tersebut, ia hanya bisa melindungi gadis yang ia cintai untuk lari dari masalah.
...----------------...
Tetesan sisa- sisa air, mengalir menyusuri lekuk tubuh indah dan putih milik nya.
Usai mandi, ia merasa sedikit segar.
Agara berjalan ke arah meja nakas, meraih ponsel nya lalu menekan sebuah kontak.
Tut...
Tut..
Tut...
"Hallo Kak Aga, wah tumben sekali menelpon ku. Aku tahu kak Aga pasti merindukan ku kan.. ?" Ujar suara imut, tapi mengesalkan dari ujung telpon.
Siapa lagi yang di telpon Agara jika bukan Raehan.
Agara tersenyum miring, astaga gadis sial nya benar- benar sangat percaya diri. Tapi yang lebih gila nya lagi ia menyukai itu.
"Dasar bodoh, aku tidak akan menelpon mu jika tidak membutuh kan mu..." Sarkas Agara dengan nada memanfaat kan. Sementara bibir nya tersenyum lebar.
Untung saja ini hanya sebuah telpon, jika tidak mana mungkin ia memiliki keberanian untuk memasang wajah ini di depan Raehan.
"Ouhhh sosweet.. Jadi seperti nya kak Aga sudah ketergantungan dengan ku.. Kau tahu ini arti nya apa?"
__ADS_1
"Apa?"
"Itu arti nya kak Aga sudah mulai menyukai ku..."
Deg..
Jantung Agara langsung terhenti memompa, saat gendang telinga nya mendengar ucapan Raehan.
Astaga, kesehatan jantung nya sangat terganggu dengan ucapan- ucapan gadis sial itu.
Kenapa bisa tuhan menciptakan gadis dengan kepercayaan diri tanpa batas. Pekik Agara dengan senyum yang masih mengembang.
"Ck.. Berhenti bermimpi, jika tidak kau akan kecewa nanti..." Saran Agara memasang suara tidak suka.
"Mimpi adalah awal untuk meraih tujuan.. Jadi bermimpilah setinggi mungkin..." Balas Raehan dengan cepat.
Brakk...
Agara tersentak kaget saat mendengar suara pintu apartemen nya, yang terbuka keras.
Kerutan di kening nya bertambah, dengan pertanyaan- pertanyaan yang bermunculan di kepalanya.
"Siapa yang berani masuk ke apartemen ku..?" Batin Agara.
"Haloo kak Aga masih di sana kan?" Tanya Raehan dari seberang.
Agara tidak mengubris pertanyaan Raehan, tangan nya langsung memutus panggilan telpon.
Agara beranjak dari kasur nya dengan cepat, lalu keluar dari kamar nya.
"Kalian..." Ujar Agara memasang wajah kesal dengan aura membunuh.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???