Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
gadis aneh yang pernah ku temui


__ADS_3

...198โฃ...


Suara panggilan untuk seluruh peserta seleksi akhir nya terdengar, di mana sang Mc meminta seluruh peserta seleksi untuk menuju aula seleksi.


Raehan melangkah kan kaki nya semakin cepat, saat mendengar panggilan seleksi yang akan segera di mulai.


Karna ulah Felix ia harus meninggal kan aula.


Belum lagi dengan pertengkaran Dion dan Agara yang sudah seperti anak kecil yang sedang memperebut kan mainan nya.


Tapi Raehan menyingkir kan hal itu, karna sekarang saat nya ia fokus untuk mengikuti seleksi tahap ke dua ini.


Di mana mental nya kembali di uji, di hadap kan dengan orang- orang penting yang pasti nya akan sedikit membuat diri nya gugup.


Raehan memasuki Aula di mana kini hampir seluruh kursi sudah terisi penuh.


Raehan mengedar kan pandangan nya, mencari dua kucing jantan yang sedang bertengkar.


Namun ketika netra nya tidak menemukan Agara dan Dion , Raehan menghela nafas nya lega.


Seperti nya ke dua pria itu sudah tidak bertengkar lagi.


Kepergian nya seperti nya memang menjadi kunci pertengkaran antara ke dua nya berakhir.


Apa yang di lakukan Felix memang tidak sepenuh nya salah.


Karna Felix menarik nya pergi , membuat pertengkaran Agara dan Dion reda.


Seharus nya diri nya tidak sekeras itu pada Felix.


Ia sedikit merasa bersalah, batin Raehan menghembus kan nafas nya perlahan.


Raehan berjalan dan duduk di kursi peserta, di mana semua peserta sibuk dengan catatan mereka masing- masing.


Raehan melirik ke arah kanan dan kiri, bahkan ia melihat Lessia juga fokus dengan catatan di tangan nya.


Raehan melebar kan ke dua netra nya saat melirik seorang siswa di samping nya dengan rambut kuning serta kaca mata bulat yang bertengger di hidung mancung nya, sedang membuka catatan nya yang terdiri dari tiga lebar.


Apa visi misi nya tidak terlalu banyak?. Pekik Raehan meringgis melihat catatan siswa di samping nya yang sudah seperti bacaan koran.


"Ada apa?" Tanya siswa di samping Raehan yang merasa gadis pendek di samping nya terus menatap diri nya dengan tatapan aneh.


"Kau tidak salah dengan Visi misi mu itu ? bukan kah itu terlalu banyak dan panjang...?" Tanya Raehan dengan sedikit kaku, karna tidak enak jika pertanyaan nya akan membuat siswa tersebut tersinggung.


"Heh... Apa ini aneh? Ini bukan seleksi sembarangan... Ini adalah seleksi osis,, seleksi penting di sekolah besar ini... Jadi tidak mungkin jika harus membuat visi dan misi hanya sedikit... Lagi pula aku juga memiliki banyak impian untuk sekolah ini..." Jelas Siswa tersebut sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


Raehan hanga mengangguk, mendengar jawaban siswa tersebut.


"Bukan kah kamu Raehan, yang mendapat nilai sempurna dalam seleksi pertama kemarin..." Celetuk siswa itu lagi.


Raehan tersipu malu mendengar diri nya yang ternyata semakin terkenal karna hasil seleksi.


"Hehe.. Iya itu bukan apa- apa.. Seleksi kemarin hanya menuntut untuk mengata kan kejujuran jadi semua nya juga bisa... Ngomong- ngomong nama kamu siapa?" Tanya Raehan.


"Aku Zack.. Dari kelas XIB..." Jawab Zack dengan tersenyum tipis.


"Semoga hari ini adalah hari mu.. Aku sedikit merasa gugup...!" Seru Raehan memberi kan semangat untuk teman baru nya Zack.


Di mana Zack menatap Raehan aneh.


Bukan kah mereka adalah saingan. Tapi Raehan malah memberikan kalimat semangat untuk nya.


Gadis menarik, batin Zack yang terus memperhati kan Raehan.


"Ada apa?" Tanya Raehan yang sedikit risih dengan cara Zack menatap nya.


Seperti pria berkaca mata itu sedang melihat seorang hantu.


"Kamu gadis aneh yang pertama aku temui..."


"Hah?"


Aneh?


Bagian mana dari diri nya yang aneh?


"Aneh?" Selosor Raehan bingung menuntut jawaban dari Zack.


"Iya... Di sini kita bersaing untuk mendapat kan kursi empat pasangan paslon.. Tapi kau malah memberi ku semangat... Bukan kah itu aneh.. Coba perhati kan sekeliling mu, semua nya sibuk dengan diri sendiri.. Tidak ada yang memperdulikan orang lain.. Semua nya menganggap semua siswa atau pun siswi yang berhasil lolos adalah saingan mereka... Jadi bahkan untuk saling menyapa mereka enggan..." Jelas Zack yang langsung melempar pandangan nya pada buku tulis yang di bawa Raehan.


Di mana Zack bisa menebak jika di dalam buku itu pasti ada visi misi yang Raehan buat.


Tapi ia juga sedikit bingung, Raehan sangat berbeda dengan peserta seleksi yang lain nya. Di mana gadis itu bahkan tidak terlihat sibuk untuk menghapal kan teks visi misi yang akan di sampai kan.


Bukan kah hal itu sangat aneh?.


"Ternyata persaingan untuk menjadi yang terbaik sangat sengit ya... Tapi aku tidak terlalu memikir kan itu... Aku hanya ikut untuk tidak mengecewa kan seseorang.. Selebih nya aku sama sekali tidak berminat untuk menjadi pasangan paslon.. Aku berharap jika pada seleksi ini aku tidak lulus saja..." Jawab Raehan jujur, bahkan berhasil membuat otak Zack mentok seketika.


"Hallo... Selamat pagi semua....!!!" Sapa Mc yang langsung menghenti kan seluruh aktivitas semua orang yang ada di aula.


Membuat semua fokus kini tertuju pada seorang guru khusus dari ekstrakulikuler bahasa yang di tugas kan menjadi MC pembawa acara pada seleksi tahap ke dua kali ini.

__ADS_1


" Selamat pagi..." Sorak semua orang sebagai jawaban sapaan dari Mc termasuk juga Raehan.


Raehan melempar pandangan nya pada kursi di hadapan podium di mana seluruh kursi tersebut sudah di penuhi oleh dewan guru termasuk kepala sekolah.


Lalu di samping nya ada beberapa kursi di mana kursi paling terdepan, terlihat Dion sudah duduk dengan gaya kepimpinan.


Lalu di samping nya berjejer seluruh ketua CO, termasuk Felix dan Agara yang kini tatapan ke dua nya tertuju pada MC yang sedang menyampai kan penyambutan pembuka.


Sungguh kursi depan di area anggota osis di penuhi oleh pria- pria tampan, membuat hati Raehan meronta - ronta.


Tidak ingin melewat kan pemandangan bagus yang begitu memanjakan mata.


Raehan langsung mengambil foto deretan kursi depan anggota osis, sebagai koleksi foto pria tampan di ponsel nya.


Lalu Raehan melirik ke arah pintu di mana di sana berjejer kursi cukup banyak, namun tetap terbatas.


Bibir Raehan langsung melebar saat melihat Fir dan Miya berada di kursi dekat pintu, di mana itu arti nya kursi- kursi itu di sedia kan untuk penonton.


Miya mengepal kan tangan nya di udara, memberi suport pada Raehan untuk tetap semangat. Sedang kan Fir memberi kan dua jempol pada Raehan, untuk mengata kan Raehan pasti bisa.


Raehan mengangguk semangat, sebagai jawaban dari suport yang di beri kan Fir dan Miya.


Semua nya akan berjalan dengan lancar, ia pasti bisa menampil kan hal yang terbaik, meski diri nya sedikit minder melihat semua visi misi peserta seleksi yang sangat panjang, seperti artikel.


Pantas saja Dion mengata kan diri nya gila dan bodoh, karna diri nya hanya membuat visi misi dua kalimat simpel.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2