Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Bekas


__ADS_3

...112โฃ...


Kiara langsung menggebrak meja kantin yang sedang di duduki Lessia.


Lessia yang sejak tadi tampak sibuk dengan ponsel nya seketika mengeluarkan taring kemarahan karna ke kurang ajaran anak buah nya , yang membuat jantung nya hampir keluar.


"Sorry Queen Lessia, aku tidak sengaja..." Seru Kiara cepat sebelum mendapat semprotan ancaman dari Lessia.


"Saat di hadapan ku kamu harus bersikap hormat, Aku tidak suka memiliki kacung bar- bar. Sangat menyakiti mata ku.." Timpal Lessia yang kembali duduk, menyilang kan satu kaki nya ke atas kaki yang lain nya.


Kiara mengepal kan tangan nya, dia sudah sangat muak dengan sikap Bossy Lessia.


Belum lagi penghinaan yang selalu ia dapat kan saat bertemu dengan gadis kaya ini.


Jika saja takdir memilih jalan di mana diri nya jauh lebih kaya dan terkenal, pasti ia tidak akan mau menjilat pada Lessia.


"Kenapa wajah mu seperti itu? Mau melawan? Ingat posisi mu..." Seru Lessia dengan bibir mengejek.


"Tidak Queen aku kemari untuk memberi tahu mu sesuatu... Kamu pasti tidak akan percaya ini..."


"Katakan !!!"


"Aku akan mengatakan nya jika Queen memberikan barang bermerek untuk untuk ku..."


Lessia memutar bola mata nya malas, ia sangat jijik dengan gadis seperti Kiara.


Mata duitan, haus dengan barak bermerek mahal, dan juga serakah.


Selama menjadi bawahan nya, setiap hari Kiara selalu meminta berbagai macam benda.


Meminta di ajak ke toko bermerek, bahkan sampai mengambil barang- barang nya yang hanya satu di dunia alias limited.


Tapi untung diri nya kaya, jadi diri nya tidak terlalu memikir kan hal itu.


Toh, dia juga memerlukan gadis ini dan ke dua kacung nya untuk menjadi pesuruh yang akan selalu menurut dengan bayaran barang bermerek yang tak seberapa harga nya bagi Lessia.


Lessia merogoh kantong saku nya, mengeluarkan lipstik dengan brand nomer satu di dunia. Lalu menyerah kan nya pada Kiara.


Ke dua mata Kiara langsung berbinar, melihat lipstik dengan harga fantantis di sodor kan pada nya.


"Apa ini masih segel nya?" Tanya polos Kiara yang langsung membuat Lessia mencebik.


"Tentu saja tidak, itu bekas ku..."


"Jika begitu aku tidak mau menerima barang bekas..."


"Tidak apa lagi pula, meski bekas sekali pun kamu tidak akan bisa membeli lipstik merek ini walau menjual tubuh mu..." Lessia menyeringgai.

__ADS_1


Kiara langsung meraih lipstik tersebut , menyimpan nya dengan baik di saku seragam nya.


Tidak apa lah hanya mendapat bekas, toh lagi pula ini adalah lipstik impian nya.


Lagi pula informasi yang akan di sampai kan bukan lah informasi yang besar. Jadi menurut nya ini sesuai dengan apa yang akan diri nya katakan.


"Queen tahu ternyata si boncel itu ikut mendaftar menjadi calon anggota osis..."


Wajah Lessia langsung pias, mendengar apa yang di katakan Kiara.


Setelah mendapat banyak simpati dan memiliki cukup banyak penggemar, bahkan sampai menandingi diri nya. Seperti nya sekarang gadia pendek itu ingin melebar kan sayap nya untuk semakin meraup ketenaran.


Ini tidak bisa di biar kan...


Lessia langsung bangkit dari duduk nya, di ikuti oleh Kiara yang menunggu apa yang akan di lakukan Lessia.


"Kalau seperti itu aku juga harus mendaftar sekarang..." Seru Lessia mantap.


"Tapi pendaftaran nya sudah tutup kemarin..." Sanggah Kiara dengan cepat.


"Aku tidak peduli... Jangan terlalu meremeh kan ku Kiara.. Jangan kan masuk organisasi tidak penting itu, bahkan aku bisa masuk dalam organisasi negara jika aku mau..." Sombong Lessia yang langsung pergi.


Kiara mengikuti setiap langkah Lessia yang mengarah pada ruang osis.


"Apa ada yang bisa di bantu Lessia... Aku tidak menyangka kamu datang kemari?" Tanya salah satu anggota osis yang berada dalam ruangan.


"Maaf aku ke sini sebenar nya ingin mendaftar sebagai anggota osis tapi sayang nya seperti nya pendaftaran sudah di tutup.." Ujar Lessia dengan sendu, di barengi dengan mimik muka yang sedih.


Hal itu membuat anggota osis menjadi iba, wajah cantik Lessia benar- benar menyayat relung hati mereka semua nya saat berubah menjadi sedih.


Sedang kan Kiara mengangkat satu alis nya, benar- benar pemain peran yang sangat luwes dan apik. Pikir Kiara yang melihat bagaimana akting Lessia menjadi gadis lugu yang sedang bersedih.


"Seharus nya jika kamu ingin mendaftar, mendaftar lah tepat waktu..." Selosor tegas suara gadis yang sedang fokus dengan layar laptop nya di ujung ruangan.


Saat masuk Lessia dan Kiara tidak memperhatikan gadis itu.


Kiara langsung terhenyak saat layar laptop di tutup, dan menampilkan wajah dingin Jessi yang menatap ke arah nya dan Lessia.


Sendi- sendi Kiara bahkan terasa membeku melihat mata tajam namun terkesan dingin.


Diri nya masih mengingat dengan jelas apa yang sudah di lakukan Jessi pada nya saat terlambat masuk ke sekolah.


Mungkin dia adalah seorang gadis. Tapi sebenar nya ia layak nya monster yang tak berhati.


Lessia melempar pandangan nya ke arah Jessia. Tatapan mereka beradu beberapa detik, lalu Lessia kembali memasang wajah memelas.


"Sebenar nya aku ingin mendaftar sejak kemarin, tapi aku benar- benar ketinggalan informasi..." Ucap Lessia memberikan alasan.

__ADS_1


"Seharus nya kamu tahu tentang informasi ini.. Jangankan murid di sekolah Milver bahkan murid luar pun tahu jadwal pendaftaran osis.. Jika kamu sekolah di sini hanya untuk memamerkan diri mu.. Maka sekolah ini bukan sekolah yang tepat untuk mu..." Ujar Jessi dengan tajam.


Lessia menggigit bibir bawah nya, ucapan Jessia benar- benar sangat tajam.


Di hadapan gadis itu ia merasa di tatap tidak berguna.


"Berani sekali dia mengatai ku seperti itu. Dia pikir dengan kaca mata besar nya itu dia terlihat lebih baik dari ku... Cih menyebal kan.. Seperti nya dia satu spesies dengan si boncel.." Rutuk Lessia yang bisa mengumpat dalam hati.


"Jessi jaga ucapan mu... Maaf kan kelancangan Jessia Lessia..." Sanggah sinis salah satu orang yang menggemari Lessia.


Jessi mencebikkan bibir nya, melihat kekuatan penggemar mulai beraksi.


"Tapi maaf Lessia kouta pendaftaran sudah terpenuhi..." Seru yang lain dengan wajah sedih.


"Apa itu arti nya aku tidak bida mengikuti organisasi ini.? Padahal aku sangat mengingin kan nya..." Ujar Lessia polos dengan ke dua mata berkaca - kaca.


Lessia mendekat ke arah anggota osis pria yang tadi mengatakan jika kouta pendaftaran sudah penuh.


Tangan nya di kalung kan di lengan pria tersebut, membuat pria tersebut menegang seketika.


"Bisakah aku masuk mendaftar, meski menjadi yang terakhir..." Bujuk Lessia dengan menyalakan mode memelas dan sedih, yang siapa pun melihat nya pasti akan iba.


"Cih, makhluk penggoda..." Decih Jessi yang langsung keluar ruangan karna sangat muak dengan drama yang di ciptakan Lessia.


Sementara Lessia menanggapi nya acuh, saat ini yang lebih penting membujuk pria di samping nya untuk mencapai tujuan nya. Karna ia tidak ingin kalah dari Raehan.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2