Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Hati Raehan hancur


__ADS_3

...257πŸ’›...


Glek...


Dion dan Kazuya menelan saliva nya dengan paksa. Saat melihat tubuh penculik itu melemas.


Ke dua nya saling melempar kan tatapan ngeri.


Trang....


Raehan menjatuh kan besi dari tangan nya. Hingga menimbul kan perpaduan antara lantai dan benturan besi.


Raehan membalik kan tubuh nya, menatap pada Kazuya dan Dion yang masih mematung menatap nya dengan tatapan tak percaya.


Terutama Dion yang selama ini mengenal Raehan.


Tapi sedikit pun ia tidak menyangka jika Raehan memiliki sisi yang cukup mengeri kan yang sangat berbeda dengan Raehan yang manis yang selalu di kenal nya.


Tatapan nyalang dan marah Raehan meredup. Ketika tatapan nya menubruk tatapan meminta penjelasan dari Dion.


Raehan berjalan mendekat ke arah Dion di mana ia cukup khawatir melihat kondisi Dion yang benar- benar buruk.


Raehan berdiri tepat di hadapan Dion di mana tatapan mereka beradu.


Sekali lagi Dion menyelamat kan diri nya dan terlibat dalam masalah nya.


Pria yang sangat menyebal kan ini selalu ada di sisi nya.


Selalu siap membantu nya meski dia harus terluka.


Tatapan Raehan semakin menyendu sedih. Tangan nya terangkat menyentuh wajah tampan Dion yang sudah ternoda oleh noda lebam.


"Terima kasih dan maaf...." Cicit Raehan.


Dion menggeleng dengan cepat, lalu menarik tubuh Raehan masuk ke dalam pelukan nya.


"Hiks... Hiks..." Isak Dion pecah saat kepala nya ia tenggelam kan dalam ceruk leher Raehan.


Untuk sesaat di saat Raehan di siksa sampai di masuk kan ke dalam toran. Rasa nya ia di bunuh berkali- kali.


Terlalu sakit untuk di jelas kan dan terlalu mengeri kan untuk di bayang kan.


Raehan membalas pelukan Dion tak kalah erat nya.


Raehan benar - benar berterimakasih pada pria yang selalu membantu nya meski mereka selalu bertengkar saat bertemu.


"Tadi aku benar- benar takut.. Apa kamu tidak apa- apa?" Dion mengurai pelukan nya dan menelisik setiap inci bagian tubuh Raehan di mana tubuh Raehan basah kuyup dari ujung kepala hingga kaki. Di mana sudut bibir nya robek dan pipi nya lebam karna di tampar.


"Aku tidak apa- apa.. Jangan khawatir tapi kenapa bisa kakak ada di sini.?" Tanya Raehan yang memang penasaran dengan alasan kenapa Dion bisa di culik bersama diri nya dan Kazuya.


"Kita akan menjelas kan nya nanti.. Tapi sekarang kita harus segera keluar dan pergi dari tempat ini... Teman- teman penculik itu masih ada... Kita tidak boleh membuang waktu..." Sela Kazuya yang berjalan mendekat ke arah Raehan dan Dion dengan menyeret kaki nya.


"Kazuya..." Lirih Raehan terlihat iba. Hari ini Kazuya sudah mendapat pukulan berulang kali.


Pasti tubuh nya sudah sangat sakit bahkan pria berwajah blasteran jepang itu sampai memuntah kan darah.


"Dia benar Rae... Mereka tidak hanya bertiga tapi ada banyak... Kita harus segera keluar sebelum yang lain nya kemari..." Dion menyetujui apa yang di kata kan oleh Kazuya.


"Baik lah.. Tapi tunggu ponsel nya..."

__ADS_1


Raehan mengedar kan pandangan nya menyapu lantai untuk mencari keberadaan benda pipih itu.


Dion mengeluar kan ponsel yang di cari Raehan dari dalam saku celana nya.


Saat berhasil mengalah kan penculik, ia mengambil ponsel itu dan menyimpan nya.


Ponsel yang sama yang di guna kan penculik itu untuk melakukan panggilan vidio dengan Agara.


Tapi sungguh Dion benar- benar marah pada Agara.


Meski pria bermata merah itu tahu jika nyawa Raehan dalam bahaya tapi tetap saja dia hanya diam dan menangis tidak berguna.


Benar- benar tidak berguna.


Raehan dengan cepat meraih ponsel tersebut dari Dion.


Ia ingin mengetahui keadaan Agara sekarang. Ia benar- benar khawatir apa lagi kekasih nya itu bersama dengan pria paling brengsek di dunia ini.


Dion menelan pil pahit melihat raut yang begitu khawatir di wajah Raehan untuk Agara.


Hal itu mampu menusuk hati nya dan membuat nya merasa sakit.


Raehan menekan salah satu nomer kontak yang ia yakini jika itu adalah nomer yang sama yang di guna kan untuk melakukan panggilan vidio tadi.


Tut...


Tut...


Tut...


Suara nada sambung terdengar, hingga suara bass sedikit serak yang begitu familiar menyapa gendang telinga Raehan.


Blarrr...


Prak...


Ponsel yang sempat berada di telinga Raehan kini terjatuh begitu saja dan hancur ke lantai.


Di mana tubuh Raehan rasa nya langsung di sambar oleh petir dengan jutaan volt listrik.


Apa benar yang ia dengar?


Itu arti nya Agara mengkhianati diri nya dengan bersedia bertunangan dengan Lessia.


Bukan kah Agara sudah memberi kan janji nya pada nya?


Lalu kenapa sekarang Agara bersedia bertunangan dengan Lessia.


Rasa nya hati nya di remas dengan sangat kuat, di mana rasa sesak menghantam dada Raehan.


Seperti ada batu yang sangat besar yang sedang menindih dada nya.


Tanpa di sadari dua buliran bening jatuh begitu saja dari ke dua mata Raehan.


"Hhhhh..." Raehan menghembus kan nafas nya.


"Ada apa Rae...?" Tanya Dion dengan panik melihat Raehan yang tiba- tiba menangis syok.


Sebenar nya apa yang di dengar oleh Raehan.?

__ADS_1


Raehan hanya diam tidak menjawab pertanyan Dion.


Rasa nya bibir kelu untuk sekedar mengata kan hal yang membuat hati nya hancur berkeping- keping.


"Kita harus segera keluar dari sini....!"


Tap...


Tap...


Brak...


Raehaan, Dion, dan Kazuya tersentak kaget saat mendengar suara dobrakan dan derapan suara langkah kaki.


Ketiga nya langsung memaling kan wajah mereka ke arah pintu ruangan.


Di mana sekitar sepuluh orang dengan pakaian serba hitam sudah berdiri dengan memasang kuda- kuda siap menyerang.


"Sial...." Umpat Dion kesal.


Sementara Raehan semakin frustasi. Ia harus segera keluar dari tempat ini dan segera menemui Agara.


Menghenti kan pertunangan itu dan mengata kan pada Agara jika ia sudah kembali.


Ia tidak memiliki waktu untuk melawan penjahat di mana waktu yang ia miliki semakin menyempit.


Kazuya berdecak kesal. Kondisi nya sudah hampir mati tapi kenapa penculik itu datang lagi. Bahkan kini jumlah mereka jauh lebih banyak.


Ia juga kesal pada diri nya sendiri. Karna diri nya lah yang paling lemah di sini. Bahkan melindungi nyawa nya sendiri ia tidak bisa.


Ia harus mengakui kekalahan telak jika di banding kan dengan Raehan yang hanya lah seorang gadis bertubuh kecil.


Namun Kazuya kagum dengan cara Raehan mengalah kan musuh, tidak hanya mengandal kan otot melain kan sebuah strategi yang cerdik.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.

__ADS_1


__ADS_2