Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Hotel


__ADS_3

...263πŸ’›...


Gold Milver Hotel.


Terlihat Mobil mewah limision memasuki pelataran hotel.


Lalu berhenti tepat di depan pintu utama.


seorang pengawal pribadi turun dari mobil dengan mengguna kan jas berwarna putih di mana di hidung nya bertengger kaca mata hitam.


Pengawal itu berlari memutar lalu membuka pintu mobil tersebut. Di mana dari dalam mobil terlihat sepatu pantofel mewah menginjak aspal.


Seorang pria paruh baya keluar dari mobil tersebut sembari menarik kerah jas nya.


Wajah nya yang terlihat berumur namun tetap menampil kan kharisma yang ia miliki.


Dia adalah tuan Ledgar , Tuan Ledgar segera berjalan ke arah mobil yang ada di belakang mobil nya.


Tuan Ledgar membuka pintu mobil dan tampak lah seorang gadis yang begitu cantik memakai gaun indah bertabur berlian dan pertama.


Wajah nya tersenyum lebar saat melihat siapa yang tengah mengulur kan tangan untuk membantu diri nya keluar dari dalam mobil.


Lessia menaruh tangan nya di atas telapak tangan sang ayah.


Senyum terus mengembang di wajah nya. Hari ini adalah yang sudah lama ia tunggu- tunggu.


Tuan Ledgar menatap lekat pada putri nya yang terlihat seperti putri kastil yang cantik.


Hiasan mata yang begitu indah, memancar kan sorot mata yang begitu memikat.


Polesan blush on di ke dua pipi Lessia membuat wajah gadis itu semakin terlihat segar dan memesona.


Lalu kalung indah yang sedang bertengger dengan indah di leher nya.


Memancar kan aura keanggunan tiada tiara.


Tuan Ledgar begitu menyanyangi putri nya. Apa pun permintaan Lessia akan segera ia wujud kan.


"Kamu terlihat persis seperti ibu mu Lessia... Kamu begitu cantik..." Puji Tuan Ledgar lalu mencium kening putri nya lembut.


"Terimakasih pa..." Ucap Lessia menyungging kan senyum terbaik untuk orang yang paling ia sayangi di bumi ini.


"Ayo kita masuk...!" Tuan ledgar menawar kan lengan nya pada Lessia.


Di mana Lessia langsung melingkar kan tangan nya pada lengan sang ayah.


Ke dua nya berjalan dengan perlahan, sementara di belakang mereka terdapat tiga orang pengawal yang mengekor.


Memasti kan jika majikan nya mereka sampai dengan selamat hingga ke tujuan.


Lessia kembali tersenyum lebar saat melihat dekorasi ruangan hotel yang begitu mewah dan elegant.


Persis seperti apa yang di ingin kan nya. Hari ini di tempat ini ia akan melihat kehancuran gadis yang paling ia benci dalam hidup nya.

__ADS_1


Gadis yang berani menatap wajah nya, bahkan melukai wajah nya yang cantik.


Hari ini rasa sakit yang sudah ia pendam akan terbalas kan.


Ia ingin Raehan tahu jika apa yang ia ingin kan akan tercapai.


"Aku ingin kamu melihat jika kekuasaan bisa menunduk kan segala nya.. Kali ini karna kekuasaan Agara akan menjadi milik ku Raehan... Agara hanya milik ku..." Batin Lessia dengan menatap tajam ke arah depan.


Lessia masuk ke dalam kamar tunggu. Acara belum di mulai.


Tinggal tiga menit lagi maka gedung akan di buka, dan semua tamu bisa masuk dan menikmati acara.


Lessia berjalan ke arah jendela besar, di mana dari sana ia bisa melihat gerbang utama hotel.


Senyum Lessia langsung terbit saat melihat mobil Mr. Vinsion memasuki pelataran hotel.


"Apa Agara ada di dalam?" Gumam Lessia yang merasa cemas.


Jika Agara tidak bersedia datang dan tetap kekeh menolak pertunangan ini.


Maka ia akan pasti kan semua hubungan kerja sama ayah nya dengan Mr. Vinsion akan berakhir.


Namun wajah cantik khawatir Lessia berubah senang dan sumringah.


Saat melihat sosok yang di ingin kan keluar dari salah satu mobil.


Sosok yang memakai jas warna putih yang begitu senada dengan gaun yang ia kenakan.


Jas itu terlihat begitu pas dan semakin memancar kan aura ketampanan nya.


Namun wajah dingin dan tatapan kosong Agara juga tertangkap oleh netra Lessia.


Tatapan tanpa aura kehidupan. Seolah yang ia lihat hanya ada raga tanpa jiwa.


Tapi Lessia tidak peduli akan hal itu. Selagi Agara datang dan menerima pertunangan ini. Maka apa yang ia ingin kan akan tetap terjadi.


Tuan Ledgar yang sedang menyapa beberapa rekan bisnis nya yang hadir melihat ke arah pintu utama, di mana calon tunangan putri nya serta calon besan nya akhir nya datang.


"Selamat datang Mr. Vinsion...!" Sambut Tuan Ledgar dengan merentang kan tangan nya.


Mendapat sambutan yang begitu hangat, Mr. Vinsion segera merentang kan tangan nya dan memeluk calon besan masa depan nya itu.


"Luar biasa... Seorang Pengusaha kecil bisa berbesanan dengan seorang mentri.." Ucap rekan bisnis Tuan Ledgar yang sedikit tidak suka dengan Mr. Vinsion.


Mr. Vinsion melempar senyum ramah pada rekan calon besan nya yang sama sekali tidak memiliki sikap sopan kepada nya.


"Menjadi sebuah keberuntungan bisa menjalin hubungan dengan Tuan Ledgar... " Timpal Mr. Vinsion dengan gaya angkuh nya.


"Terimakasih atas pujian nya Mr. Vinsion. Aku pikir aku akan lebih dulu melihat mu di sini.. Tapi ternyata aku yang harus menyambut diri mu..." Sela Tuan Ledgar menyindir Mr. Vinsion yang datang terlambat.


Mr. Vinsion mengatur mimik wajah nya agar terlihat biasa.


Meski di dalam hati nya sudah ada api amarah karna mendengar ucapan sindiran halus yang sedang melukai ego dan harga diri nya.

__ADS_1


Ini semua karna drama percintaan cinta monyet itu, sehingga ia datang terlambat.


Dan pada akhir nya kini ia mendapat sindiran dari Tuan Ledgar.


Untung Tuan Ledgar adalah orang penting sehingga ia masih bersikap hormat.


"Nak Aga kau terlihat sangat tampan dengan jas itu..." Puji Tuan Ledgar pada Agara yang sejak tadi diam dengan wajah flat nya.


"Terimakasih..." Balas Agara dengan singkat. Ia sama sekali tidak peduli dengan semua hal ini.


Ia melakukan semua ini untuk menyelamat kan Raehan.


Di kepala nya hanya ada pikiran tentang Raehan yang bertanya- tanya kondisi kelasih hati nya itu.


Tuan Ledgar tersenyum kecut, melihat sikap dingin Agara.


"Agara jika kamu ingin menemui Lessia.. Dia ada di kamar itu..." Tuan Ledgar menunjuk ke arah sebuah kamar yang ada di lantai dua.


Melihat sikap Agara yang cuek membuat Mr. Vinsion menyikut lengan Agara dan memberi isyarat untuk Agara pergi menemui Lessia.


Tanpa menjawab atau pun basa- basi. Agara segera melangkah kan kaki nya menuju ke lantai atas, meninggal kan orang- orang yang sedang saling menjilat dan mengagumi pesta mewah yang bagi nya seperti tempat hukuman massal.


Agara menghenti kan langkah nya tepat di depan kamar yang di tunjuk kan oleh Tuan Ledgar.


Ia tidak berminat untuk masuk dan bertemu dengan Lessia.


Ia hanya ingin menghindari keramaian , di mana kepala nya semakin pening karna pikiran nya hanya tertuju pada satu titik yaitu Raehan.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.

__ADS_1


__ADS_2