
...287💛...
Di rumah besar dengan nuansa klasik serba putih, tepatnya di ruang keluarga terlihat Lessia sedang menunduk sambil menangis dengan sesenggukan.
Tepat di depannya, berdiri Tuan Ledgar sembari mengusap kepalanya yang terasa pening dan pusing.
"Hiks,, hiks,, Pa maafkan Lessi!" seru Lessia dengan tangisnya.
"Kamu sudah sangat menyakiti papa Lessi, apa yang tidak papa berikan untukmu. Kamu ingin ketenaran, papa berikan. Kamu ingin menjadi seorang tuan putri, papa berikan. Tapi, papa tidak menyangka putri yang papa anggap adalah putri terbaik di dunia, malah merampas hak dan cinta orang lain. Bahkan terlibat dalam persengkongkolan mempermainkan nyawa seorang gadis. Apa papamu ini, pernah mengajarimu?" tekan Tuan Ledgar dengan perasaan terluka.
Ia baru saja mengetahui, apa yang semua di lakukan putrinya. Mulai dari tingkah putrinya di sekolah yang selalu membulli dan mengganggu murid lainnya, khususnya murid yang bernama Raehan. Siswi yang berasal dari keluarga sederhana yang hanya ingin menggapai cita-citanya dengan bersekolah di Milver High School. Lalu saat Lessia mengerjai Raehan dengan menempelkan permen karet di rambut gadis itu, hingga membuat gadis itu harus memotong rambutnya. Dan sekarang yang lebih parahnya lagi, putrinya bersekongkol untuk menculik Raehan dengan calon besannya.
Karna di butakan oleh kasih sayang, dirinya tidak melihat kesalahan yang sudah di perbuat putrinya. Namun, di saat semua hal itu terungkap semuanya sudah terlambat. Demi membuat gadis malang itu menderita, Lessia tega merampas cinta gadis malang itu. Putrinya benar-benar sangat kejam.
Dirinya mulai merasa semua yang terjadi tidak benar, usai perdebatan dirinya dengan Agara. Ia menyelidiki semua tentang Agara. Karna tidak ingin putrinya jatuh ke tangan pria yang salah. Namun, saat menyelidiki tentang tunangan putrinya. Dirinya malah menemukan sisi lain putrinya yang sangat membuatnya terluka.
"Pa, maafkan Lessi. Lessi sama sekali tidak tahu jika Paman Vinsion melakukan itu pada Raehan. Lessi tidak pernah ikut campur dalam kasus penculikan itu Pa. Sungguh Lessi tidak tahu," renggek Lessia menjelaskan semuanya pada sang ayah. Tapi benar, jika dirinya sama sekali tidak tahu akan penculikan Raehan. Ia hanya sepakat dengan Mr. Vinsion bahwa pertunangannya harus terjadi.
"Papa, benar-benar kecewa padamu Lessi. Entah apa kesalahan papa di masa lalu, sehingga putri kecil papa bisa melakukan hal sekejam ini." Tuan Ledgar menekuk wajahnya dalam, ia benar-benar sedih dan sangat kecewa.
Tangisan Lessia semakin pecah, melihat wajah sedih sang ayah. Dengan cepat Lessia menghambur memeluk tubuh Tuan Ledgar. Ia hanya punya ayahnya di dunia ini, tapi dirinya malah membuat hati malaikat tak bersayap yang begitu menyanyanginya terluka.
Lessia menggelengkan kepalanya dengan cepat, mengatakan jika semua hal itu sama sekali tidak benar.
"Papa maafkan Lessi, Lessi janji akan berubah dan tidak akan mengulangi hal yang sama. Lessia hanya ingin membuktikan pada Raehan jika Lessia tidak lemah. Jika Lessi lebih baik darinya pa."
__ADS_1
"Tapi bukan seperti itu caranya Lessi, kamu permainkan nyawa orang lain. Sekarang katakan, apa yang sudah Raehan perbuat sampai dirimu mengganggu dan terus membullinya?" Tuan Ledgar menatap lekat pada wajah putrinya yang sudah sembab dengan air mata.
Lessia terdiam, mengingat kembali apa yang pernah Raehan lakukan padanya, sehingga ia bisa membenci gadis itu. Tapi, jika di telisik Raehan tidak pernah membuat masalah dengannya. Dirinya yang selalu mengganggu gadis itu dan selalu kalah berhadapan dengan Raehan. Karna rasa tidak terima dan iri hati, membuat dirinya terus mengganggu dan menjatuhkan Raehan.
"Kau diam Lessi? Karna gadis itu tidak bersalah. Kamu hanya menuruti ego dan hasratmu. Dia mencintai Agara, lalu kau ingin merebut cintanya. Kamu ingin merebut semua yang dia miliki. Apa papa pernah mengajari mu untuk serakah? Papa berikan semua kebutuhanmu, apa yang kamu lihat dari gadis sederhana itu? sehingga kamu ingin mengambil apa yang dia miliki." Tuan Ledgar menghembuskan nafasnya berat, terlihat jelas ke frustasian di wajahnya yang sudah mulai keriput.
"Maaf mengganggu pembicaraan kalian!" seru suara yang begitu sangat familiar bagi Tuan Ledgar dan juga Lessia.
Ke duanya langsung menoleh ke arah sumber suara, dimana kini Agara sedang berdiri dengan wajah dingin dan datarnya.
Agara melangkah dengan pasti, dan berhenti tepat di depan meja kaca yang menjadi sekat antara dirinya dengan Tuan Ledagar dan Lessia.
Takk!!
"Sejak dulu, aku sudah mengatakan jika aku tidak pernah mau bertunangan denganmu Lessia. Kamu sudah tahu itu, tapi kamu tetap memaksakan hal itu. Tapi aku tidak bisa menjalani hubungan palsu ini, aku bertunangan denganmu di bawah tekanan papaku. Karna dia sudah berani menyakiti Raehan. Tapi sekarang aku tidak akan lagi menuruti perkataan papaku. Karna aku yakin, cintaku dan Raehan tidak selemah yang aku pikirkan. Jadi Om, aku tidak bisa melanjutkan pertunangan ini. Permisi," ujar Agara lalu segera melangkah pergi, tanpa menoleh kembali.
Tangis Lessia semakin pecah. Semuanya sudah hancur dan berantakan. Ia baru bertunangan empat hari, dan tunangannya malah memutuskan pertunangan ini.
Tuan Ledgar bangkit dari duduknya, menutup bibirnya. Dimana kepalanya semakin pusing.
"Kamu akan pindah ke London!!" Satu kalimat final meluncur begitu saja dari mulut Tuan Ledgar.
"Tapi pa--"
"Kamu tidak bisa menolak lagi Lessi. Kamu akan berangkat malam ini," sosor Tuan Ledgar dengan cepat, sebelum Lessia membantah.
__ADS_1
Tuan Ledgar bergegas menuju ke lantai atas, ia membutuhkan waktu sendiri untuk menenangkan diri. Perbuatan Lessia sungguh membuat dirinya frustasi.
Sementara Lessia, hanya bisa menangis dengan sesenggukan menerima keputusan ayahnya, yang tidak akan bisa ia bantah.
Jujur, ia tidak ingin pergi ke London, tapi jika ia menolak pasti ayahnya akan semakin terluka dan kecewa.
"Mr. Vinsion, sialan. Dia menyebut namaku, padahal aku sama sekali tidak pernah terlibat dalam rencana busuknya. Dia benar-benar licik, aku sangat menyesal telah membuat kesepakatan dengannya," umpat Lessia dengan ke dua tangannya mengepal dengan erat, bahkan buku-buku tangannya sampai memutih dengan sempurna.
"Nona muda, semua barang-barang anda sudah siap. Penerbangan anda tinggal dua jam lagi. Mari Nona!" seru seorang pria dengan jas rapi yang membalut tubuhnya, menggeret dua koper pada ke dua tangannya.
"Secepat ini! Ck .... " batin Lessia, bangkit lalu mengikuti langkah pria di depannya yang akan mengantarnya sampai ke London.
Lessia mengamati setiap inci ia melangkah meninggalkan ruangan tersebut. Merekam jejak rumah, yang pastinya akan sangat dirinya rindukan nanti.
Lessia menatap ke arah lantai atas, terlihat Tuan Ledgar sang ayah menatapnya dengan datar. Ayahnya begitu kecewa, bahkan untuk melepas kepergiannya, Tuan Ledgar tidak mengantar dirinya. Memang sedih, tapi Lessia tidak punya pilihan lain.
...----------------...
...****************...
🥲🥲🥲🥲 Kasihan banget si Lessia... Mau pergi ke London. Nah kan udah ketahuan malah langsung di hukum sama papa menteri. Di tendang ke luar negri lagi. Ingat Ya Lessia ntar pulang bawa oleh-oleh jangan bawa iri sama dengki.
Othor nunggu oleh-olehnya lo🤣🤣🤣
Oke gengs... Jangan lupa like, koment, gift anda vote ya.. Love you❤️
__ADS_1