
...125 โฃ...
"Rae.. Kalau ngak kenapa- kenapa .... Kenapa murung terus sih sejak tadi siang.. Seharus nya saat ini kamu bahagia dan gembira karna sudah berhasil membalas si Lessia gadis ular itu... Anggap saja kita sedang merayakan keberhasilan mu membuat Lessia sebagai bahan tertawaaan.. Ha...Ha..." Seru Fir berusaha menghibur.
Raehan mengalih kan pandangan nya pada ke dua sahabat nya yang sudah di posisi on untuk mendengar isi kepala serta hati nya.
Beruntung sekali diri nya, bisa memiliki dua sahabat yang begitu bisa mengerti dan memahami diri nya.
Mereka yang selalu ada untuk mendengar kan keluh kesah nya, bahkan kisah- kisah konyol nya pun sekali pun.
Orang terdekat di kota asing ini, yang siap membantu bahkan menjadi prajurit pelindung untuk diri nya.
Persahabatan mereka mengalir begitu saja, di iringin kisah- kisah yang tak seseru pertualangan boboiboy. Namun selalu mengukir tawa bahagia. Bahkan engsel- engsel pipi dan rahang mereka selalu terasa ingin lepas karna saking sering nya mereka tertawa.
"Lah.. Rae kok makin melow sih? pake acara pengen nangis segala...?" Tukas Miya cepat, saat melihat ke dua mata bulat sahabat nya mulai berair.
Raehan tersadar dari lamunan nya, Sergapan yang cukup cepat dari Miya membuat nya terkekeh konyol.
Raehan mengusap sudut mata nya dengan ke dua tangan nya. Seperti nya malam ini ia tidak di izin kan bersedih oleh dua makhluk di samping nya.
"Hmmm Ngak kok... Sejak tadi aku hanya kepikiran sama perkataan kak Dion tadi siang..." Jelas Raehan dengan memaksa kan senyum nya.
Menyebut nama Dion serta mengingat apa yang di kata kan oleh pria tersebut, sudah membuat pikiran Raehan merasa penat dan berat.
Apa diri nya bisa menjalani apa yang di ingin kan Dion?.
Itu lah pertanyaan - pertanyaan yang terus mengganggu diri nya.
"Emang kamu ketemu sama Dia Rae.. Udah kamu hajar kan tuh anak kadal sampe bonyok...? Hah.. Kenapa kamu ngak ngasi tahu aku pas ketemu dia aku juga kan ingin olahraga bogem sama dia..?" Sahut Fir dengan menggebu- ngebu bahkan deru nafas nya terdengar seperti banteng yang siap menanduk musuh nya. Sementara tangan nya sudah mengepal membentuk satu kepalan yang cukup besar dan berisi.
Miya yang melihat sahabat pria nya yang sok banyak tingkah, hanya memutar bola mata malas.
"Aku udah ngomel- ngomel sama dia, bahkan udah pukul- pukul ya... meski pukulan ku ngak sekuat kamu.. Tapi.?"
__ADS_1
"Tapi apa Rae?" Sosor Miya dengan cepat, sebelum perkataan Raehan di balas oleh Fir.
Ayo lah di sini diri nya tidak ingin menjadi pendengar, ia juga ingin menjadi pembicara yang memberi kan suport sistem untuk sahabat nya ini. Ia tidak ingin Fir memberi kan masukan- masukan yang jelek dan negatif.
Fir yang sudah siap mengeluar kan suara indah nya, kembali ia telan hingga ke dasar perut.
"Dia meminta ku untuk mengikuti alur seleksi osis dengan baik... Dia tidak menerima jika aku memaksa untuk tidak ikut.." Sendu Raehan dengan wajah yang semakin di tekuk ke dalam.
"Apa- apaan tuh si kadal buntung pake acara maksa- maksa kamu kayak gitu, emang perlu di kasi pelajaran tuh orang...!!" Ucap Fir yang kini sudah terbakar kemarahan, bahkan Miya sedikit merasa kepanasan di samping Fir.
"Fir.. Jangan ngomel - ngomel terus... Rae kan belum kelar cerita nya, udah asal nyosor terus. Kamu ini bukan nya kasi solusi atau nenangin malah jadi kompor... Aku sumpahin ya kamu biar cepet ketemu sama pawang nya..." Seru Miya dengan tangan menutup telinga nya karna tingkah lebay Fir yang marah- marah sambil berteriak.
"Mi.. Kamu itu gimana sih, ini kamu ngak lihat aku lagi bela Raehan..--"
"Bela apa nya? malah kamu makin bikin Raehan tambah puyeng dengan sikap marah- marah kamu..." Potong Miya dengan cepat.
"Terus Rae kamu bilang apa sama kak Dion?" Tanya Miya lagi dengan cepat, sebelum Fir kembali membuka mulut emak- emak nya.
"Awal nya aku tolak, aku udah buat kak Dion untuk ngerti. Kalau aku ngak mau ikut.. Tapi lagi- lagi aku harus patuh sama dia karna sebuah kesepakatan..." Raehan menjeda kalimat nya.
"Aku yakin kamu bisa..." Celetuk Fir dengan cepat dan mantap, membuat pandangan Miya dan Raehan jatuh pada nya .
Merasa dua gadis di samping nya mengingin kan hal yang lebih, Fir kembali membuka suara.
"Iya.. Kamu pasti bisa.. Menurut ku seleksi nya tidak terlalu berat, apa lagi kamu memiliki segala nya Rae. Otak encer, kharisma menjadi seorang pemimpin, dan juga kamu pandai berbicara. Aku rasa hal itu yang membuat kadal buntung itu memasukkan nama mu dalam list daftar calon osis. Karna dia tahu kamu pantas..."
"Mungkin kamu berpikir seperti itu Fir, tapi bagaimana dengan tanggung jawab nya?. Menjadi seorang pemimpin bukan lah perkara yang mudah?. Kamu harus siap menanggung tanggung jawab yang besar. Dan aku merasa aku tidak bisa menanggung tanggung jawab itu." Sela Raehan yang tidak setuju dengan perkataan Fir.
"Aku tahu menjadi pemimpin tidak lah mudah, tapi seharus nya kamu percaya pada diri mu. Aku saat ini ingin tertawa Rae, melihat kecemasan mu pada tempat yang belum jelas atau blur. Kamu bersedih dan galau hanya untuk memikir kan tanggung jawab seorang pemimpin. Kata kan pada ku apa setelah Dion mengatakan hal itu kamu sudah langsung menjadi ketua osis?" Fir menatap lekat pada dua manik bola mata Raehan. Aura keseriusan menjelma dari dalam tubuh nya.
"Tidak.." Lirih Raehan.
"Lalu apa yang kamu cemas kan,? Mungkin kamu berhasil lolos melewati seleksi itu, tapi belum tentu kamu yang di pilih menjadi ketua osis oleh para murid... "
__ADS_1
Benar apa yang di kata kan oleh Fir, kenapa diri nya begitu konyol dengan memikir kan hal- hal yang belum terjadi.
Membuang - buang energi nya untuk memikir kan hal- hal yang bahkan belum tentu ia hadapi nanti.
Lantas apa yang ia cemas kan?.
Hati Raehan sedikit tenang, setelah mendengar ucapan Fir.
Ia hanya perlu mengikuti seleksi itu, lalu apa pun hasil nya nanti itu adalah sebuah kejutan.
"Wawwww... Ternyata kamu bijak juga ya Fir..." Seru Miya dengan nada meledek, yang berhasil mencair kan suasana yang canggung dan sepi. Bahkan untuk sesaat ia merasa sedang berada di tengah- tengah pengadilan.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???