
...66...
Raehan memain kan tangan nya dengan lincah, menggoyang kan wajan dan spatula yang terlihat begitu ringan di tangan nya.
"Pagi yang cerah dengan nasi goreng lezat ala korea..." Puji Raehan sambil menghirup aroma masakan yang langsung menggelitik lapar di hidung nya.
Kini Raehan sudah siap dengan seragam sekolah Milver High School.
Masa skors nya sudah selesai. Sungguh dua hari ia lewati dengan kebosanan tetap diam di atas ranjang karna pura- pura sakit.
Lalu satu hari nya dia lalui dengan kejutan- kejutan yang bisa saja membuat nya serangan jantung.
Tapi kini diri nya bisa bernafas lega, karna semua masalah sudah bisa terkendali dan selesai.
Mulai masalah skors nya yang sudah berakhir, lalu masalah ke dua orang tua nya karna panen juga sudah selesai.
Dan juga masalah hubungan nya dengan Agara, yang kini berstatus sebagai teman.
Tapi hal itu adalah sebuah kemajuan yang pesat bagi Raehan.
Pasal nya, seorang Agara Vanderzee adalah pria tak tersentuh oleh siapa pun.
Itu arti nya diri nya lah satu- satu nya teman yang sah bagi Agara.
Ahh sungguh menyenang kan, bisa berteman dengan pria tampan seperti Agara.
Mulai dari teman berakhir di pelaminan. Pikir Raehan dengan tawa kecil di bibir nya, memikir kan suasana pernikahan diri nya dan Agara yang entah terjadi atau tidak di masa depan.
Raehan menghentikan kegiatan nya memasukkan nasi goreng yang di buat nya ke dalam dua kotak makan yang berebeda.
Sebuah ide cemerlang melintas begitu saja di dalam kepala nya.
Ia langsung menyatu kan nasi goreng dalam satu kotak makan. Lalu memasukkan nya ke dalam ransel.
Ide cemerlang yang diri nya pikir kan saat ini adalah sarapan bersama dengan Agara.
Kemarin saat pria itu datang ke rumah nya, dia meminta untuk tidak di kirimi lagi sarapan sebagai persyaratan pertemanan mereka.
Tapi bukan seorang Raehan jika kalah dengan satu cara. Jika Agara menolak sarapan yang diri nya berikan. Ia masih punya banyak cara lagi untuk membuat Agara menerima sarapan yang diri nya berikan.
Raehan langsung melesat memakai sepatu nya, dan segera menaiki vespa kesayangan nya, lalu melesat berbaur bersama kendaraan yang lain.
...----------------...
Dion merapikan beberapa buku pelajaran yang akan ia bawa, lalu memasuk kan ke dalam ransel mahal berwarna hitam.
Tangan nya berhenti, ketika melihat dua buah boneka couple yang di letak kan dengan rapi di almari kamar nya.
Ingatan nya langsung menerawang, mengingat beberapa moment saat membeli barang tersebut.
Seberkas siluet wajah imut, yang sedang tertawa pada nya di barengi dengan wajah ketus dari gadis berbandana itu merasuki pikiran nya.
Sudah beberapa hari ini diri nya belum bisa melihat wajah gadis itu. Siapa lagi jika bukan Raehan.
Sesosok gadis yang kini menempati tempat spesial di hati Dion.
Gadis yang berhasil masuk dalam kisah cinta seorang Dion tanpa diri nya sadari.
Gadis yang penuh dengan kepolosan dan kecerian yang berhasil membuat hati Dion terikat dengan nya.
__ADS_1
"Sudah beberapa hari kita tidak bertemu.. Bahkan aku belum sempat meminta maaf pada nya... Hhh apa dia merindu kan ku juga? Karna sibuk mengurus urusan ku membuat ku membuang - buang waktu tanpa melihat senyum nenek gayung nya ..." Gumam Dion dengan sendu.
Tangan nya terulur mengambil sepasang boneka couple tersebut. Di mana diri nya membeli barang itu dengan tujuan memberikan nya pada Raehan si rubah betina nya.
Dion memasukkan semua barang- barang yang ia akan bawa ke sekolah, termasuk boneka couple tersebut.
...----------------...
Raehan menghirup udara dalam- dalam. Meraup oksigen pagi yang terasa sejuk di hidung nya sebanyak- banyak nya.
Tepat pukul tujuh lebih beberapa menit, kini kaki nya sudah menapak dengan kuat di depan gerbang sekolah elit tersebut.
"Aku kembali Milver.. Aku tahu kau sangat merindukan ku bukan..." Pekik Raehan dengan semangat menggebu- gebu.
Ia segera berjalan dengan cepat memasuki sekolah yang sudah sedikit ramai dengan para siswa yang datang.
Kaki nya terus melangkah cepat, sembari pandangan nya mengedar ke setiap arah mencari sosok kawan baru nya yang super tampan itu. Siapa lagi kalau bukan Agara.
Kini tujuan Raehan menuju kelas XIIA di mana kelas sang pujaan hati berada.
Namun dengan cepat , langkah nya terhenti dengan cepat. Saat netra nya menangkap tiga orang gadis sedang merundung seorang gadis yang terlihat tak berdaya.
Bugh...
Satu tendangan mendarat tepat di perut gadis yang menjadi korban pembulian.
Gadis cantik dengan tubuh tinggi bak model itu tanpa segan menendang perut gadis di depan nya.
Menyaksikan perundungan tersebut, hati Raehan terasa nyilu melihat nya.
Ia tidak terima ada perlakuan memalukan seperti itu di depan nya.
Raehan sangat mengerti bagaimana rasa nya di bully dan di hina. Bahkan sampai sekarang hal itu masih terjadi pada diri nya.
Tapi beda nya sekarang ia lebih kebal. Tahan banting dan tahan akan penghinaan.
Tapi seperti nya gadis yang sedang menjadi korban perundungan tidak seperti diri nya.
Gadis itu hanya bisa menangis tanpa mencoba melawan.
Raehan melangkah dengan cepat mendekat ke arah empat gadis di depan nya.
Namun beberapa langkah kemudian dia kembali terhenti.
Tiba- tiba keraguan menyeruak ke dalam diri nya.
"Aku tidak ingin di skors lagi dengan terlibat masalah lagi... Lebih baik aku pergi saja..." Batin Raehan memutus kan tidak ingin ikut campur dalam masalah orang lain.
Diri nya tidak mau lagi , mendapat hukuman skors seperti saat diri nya terlibat dalam insident Mika.
Niat nya hanya ingin membantu, tapi malah mendapat kan hukuman Skors dari dewan keamanan karna menyinggung ego sang dewan guru.
Meski begitu, diri nya juga dilema sekarang. Ia tidak tega membiar kan hal kejam seperti itu terjadi. Tapi di sisi lain ia tidak mau mendapat kan hukuman Skors lagi bila menyinggung masalah orang kaya.
Karna sejati nya Raehan mengerti akan hukum di sekolah ini. Di mana yang lebih kaya akan selalu menang dari orang dengan kekayaan di bawah nya.
Raehan menghela nafas nya, melangkah menjauh dari empat gadis di depan nya.
Ia berharap gadis yang menjadi korban tersebut baik- baik saja.
__ADS_1
Sementara itu, Lessia tersenyum senang. Melihat Sofia menangis dan meringgis pilu, sembari memegangi perut nya yang terasa sakit karna di tendang oleh model tersebut.
Sofia hanya berniat bertanya pada Lessia tentang kebenaran pertunangan nya dengan Agara.
Tapi Lessia langsung marah mendengar Sofia yang mempertanyakan hal tersebut.
Antek- antek Kiara kini beralih menjadi antek- antek nya. Yang selalu menurut dengan semua perintah nya. Termasuk Kiara gadis yang haus akan kepopuleran.
Dengan menjanjikan kepopuleran pada Kiara, Lessia berhasil membuat gadis itu menjadi budak di bawah kaki nya.
"Aku pikir kamu sudah mendapat kan jawaban nya... Agara adalah tunangan ku. Jadi berhenti untuk berharap atau mengejar nya.. Jika tidak aku pastikan hari - hari mu di sekolah ini tidak akan nyaman..." Ancam Lessia dengan menatap Sofia nyalang.
"Betul..." Sambut ke dua antek- antek nya serempak, menunjukkan ekspresi siap menelan Sofia.
"Hiks... Hiks... Aku tidak percaya jika Agara memilih gadis kasar seperti mu menjadi tunangan nya... Apa ini cara mu untuk mendongkrak popularitas supaya semakin di kenal ?. Cih tidak ku sangka seorang model yang terlihat begitu anggun dan lembut seperti mu ternyata tak ubah nya seorang gadis preman..." Timpal Sofia dengan tangis yang belum reda.
Ia meludahi Lessia dengan berani. Tidak peduli pukulan apa lagi yang akan dia dapat kan. Tapi kini ia tidak bisa membiar kan gadis di depan nya itu menindas nya. Jika ia membiar kan nya, maka gadis itu akan bersikap semena- mena dan menjadi kan nya sebagai bulan- bulanan nya yang akan terus di siksa.
Wajah Lessia menatap semakin nyalang pada Sofia. Kini kemarahan nya benar- benar mencapai ubun - ubun.
Berani sekali gadis seperti Sofia meludahi seorang gadis sempurna seperti nya.
Seperti nya Sofia memang harus di beri pelajaran. Pikir Lessia yang sudah kalang kabut.
Dengan cepat tangan Lessia melayang ke udara, dan siap di darat kan ke pipi mulus Sofia dengan keras.
Sofia memejam kan mata nya erat, saat melihat tangan Lessia siap menampar wajah nya.
Namun sedetik kemudian, tangan Lessia mengantung di udara.
Dengan sebuah tangan yang menjegal dan memegang erat pergelangan tangan Lessia.
Menggagal kan tamparan yang pasti nya akan terasa sangat sakit saat menyentuh wajah Sofia.
Lessia terbelalak kaget, saat tangan nya di tahan oleh seseorang.
"Berani sekali kau..." Geram Lessia.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???