
...79...
Sebuah ruangan yang tidak terlalu besar namun tidak terlalu kecil, yang terletak di ujung lorong.
Beberapa siswa yang kini menjabat sebagai osis tengah sibuk menyiap kan photoshoot yang akan di laksanakan beberapa menit lagi.
Beberapa ada yang mondar - mandir bahkan sampai berlari dengan tergesa- gesa.
Sementara di dalam ruangan, set background sudah siap.
Tinggal menunggu pasangan model usai bersiap- siap.
Di bilik ruangan yang hanya di tutupi oleh tirai, tiga wajah sedang saling berhadapan dengan sebuah cermin besar seukuran orang dewasa.
"Jangan menggunakan make up murahan itu, aku membawa make up sendiri..." Ujar Lessia dengan sombong, sembari menyerah kah satu set make yang di bawa nya.
Sementara anggota osis yang bertugas sebagai tukang makeup hanya bisa mencebik kan bibir nya.
Gadis di depan nya benar- benar sangat sombong. Ternyata ketenaran membuat orang menjadi sombong dan menyebal kan. Pikir nya, sembari menyisir rambut Lessia yang terasa lembut di tangan nya.
Sedang kan satu gadis lain nya melongo kagum melihat make- up mewah milik Lessia.
"Wahhhh... Make up mahal..." Seru Kiara penuh dengan kekaguman.
Meski diri nya dari keluarga yang cukup kaya, tapi diri nya belum sanggup membeli Make- up brand ternama dari negri paris itu.
Dan hari ini dia melihat nya, Make- up nya benar- benar bagus, belum lagi wadah nya yang sangat elegant.
Kiara mengulur kan tangan nya menyentuh Make up yang sudah seperti emas di mata nya.
Namun ,
Plak...
"Aduhhh...." Ringgis Kiara menarik tangan nya kembali saat tangan nya di pukul keras oleh Lessia.
"Jangan sentuh make up ku.. Bisa- bisa make up ku terkontaminasi oleh kuman miskin yang ada di tangan mu..." Sarkas Lessia mengolok.
Diri nya paling anti dengan bau kemiskinan yang bagi nya lebih kotor dari pada kotoran peliharaan nya.
Kiara hanya bisa mengerucut kan bibir nya, sembari mengelus punggung tangan nya yang me- merah.
"Dan kau..." Tunjuk Lessia pada osis yang sedang menata rambut nya.
"Iya.."
"Bersih kan tangan mu dengan ini..." Lessia langsung melempar handsanitizer ke arah nya.
__ADS_1
"Ohh Ya kak Lessia... Bisakah aku memiliki satu seperti make up mu?.." Celetuk Kiara sembari berlutut di samping Lessia dengan mata berbinar.
Lessia memandang malas ke arah Kiara.
"Dasar penjilat... Tapi setidak nya dia berguna untuk ku..." Batin Lessia dengan seringgai di bibir nya.
"Aku akan memberikan satu set make up seperti ini untuk mu.. Tapi kamu harus berhasil menjalan kan rencana yang ku buat..." Lessia tersenyum licik, membuat Kiara bergidik ngeri.
Tidak hanya sombong, model bak dewi ini juga memiliki banyak trik licik.
Wajah cantik nya benar- benar menutupi kelicikan nya, pekik Kiara dalam hati.
Tapi terserah lah, itu tidak ada pengaruh nya untuk diri nya.
Setidak nya model seperti Lessia bisa menjadi bank nya untuk memperoleh barang - barang mewah.
"Baik lah.. Katakan kak Lessia ingin aku melakukan apa?" Tanya Kiara dengan antusias.
Lessia mendekat kan wajah nya, ke telingan Kiara. Membisik kan sesuatu untuk di laksanakan gadis serakah seperti Kiara.
...----------------...
Sementara di bilik lain, Agara tengah duduk sembari menatap diri nya dalam pantulan cermin.
Sedang kan di belakang nya, Raehan terlihat fokus menyisir rambut indah Agara.
Tadi diri nya meminta gadis sial itu untuk menjadi penata rias nya.
Dan dengan keluguan nya Gadis sial itu setuju dengan permintaan nya.
"Bagaimana, kakak sekarang terlihat sangat tampan..." Puji Raehan tepat di samping telinga Agara, dengan tatapan mengarah pada pantulan mereka di depan cermin.
Agara sedikit kaget, saat hembusan nafas halus Raehan menyapu ujung telinga nya.
Wajah Agara terlihat langsung memerah, mendengar pujian dari gadis di samping nya. Yang sedang mensejajarkan kan wajah nya tepat di samping wajah nya.
Jarak mereka begitu dekat, satu tolehan saja, maka Agara bisa mencium pipi empuk itu.
Agara segera menghembus kan nafas nya, saat lagi- lagi pikiran nya menjelajah, membayang kan sesuatu yang melewati batas.
"Singkir kan wajah mu..." Ujar Agara datar.
Raehan langsung mencebik kan bibir nya, bisa tidak Agara membiar kan diri nya dekat- dekat dengan Agara.
"Kenapa?? Baper ya...." Ledek Raehan dengan menunjukkan wajah tengil nya.
"Tidak, aku hanya tidak ingin kamu semakin suka pada ku.. Ingat kita hanya berteman..." Balas Agara dengan merapikan kerah baju nya.
__ADS_1
"Iya tidak perlu mengulangi nya terus... Kak Aga sudah mengatakan nya 10 kali sejak pagi..." Dengus Raehan.
"Aku hanya ingin kamu tidak melewati batasan mu..."
"Oh ya, aku lupa menanyakan satu hal.."
"Katakan?"
"Kak Sofia menyukai mu..."
Agara langsung berbalik menatap Raehan lekat.
"Bagaimana kamu bisa mengenal Sofia?" Ujar Agara dengan nada menyelidik.
"Itu tidak penting... Aku rasa karna dia cintaku tidak terbalas... Hhh wajar sih.. Dia jauh lebih cantik dari ku, tinggi dan juga dia juga menyukai kak Aga..."
Rahang Agara langsung mengerat, saat mendengar ucapan Raehan yang seperti nya dari hati gadis itu.
Entah mengapa hati nya terluka mendengar ucapan Raehan.
Tanpa menjawab, Agara langsung melesat pergi meninggal kan Raehan yang menatap nya bingung.
"Ehhh kok malah pergi... " Seru Raehan.
"Dasar gadis sial, membuat ku kesal saja dengan ke insecure - ran diri nya... Jika di banding kan dengan Sofia tentu saja diri mu jauh lebih menarik dari pada Sofia... Hhhh kenapa tidak menyadari hal itu... Apa perlu aku mengatakan semua nya...? Tidak,,, tidak aku tidak ingin dia menganggap perasaan nya terbalas... " Batin Agara yang terus melenggos menuju tempat Photoshoot.
...----------------...
...****************...
...----------------...
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙
__ADS_1