Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Mendalami karakter ?


__ADS_3

...237πŸ’›...


Raehan terlihat duduk di kursi tunggu di depan ruang IGD.


Sedang kan di dalam ruangan Kazuya sedang di obati oleh perawat.


Raehan menatap gitar yang sudah rusak di sisi nya.


Gitar yang lebih mirip ronsokan. Bahkan Raehan bisa melihat beberapa senar yang di sambung.


Bagaimana bisa Kazuya menyimpan benda jelek seperti ini.?


Pikir Raehan yang masih bingung dengan identitas Kazuya.


Pasal nya saat diri nya bertemu dengan Kazuya di mall waktu itu. Pria berwajah blasteran jepang itu terlihat sangat tampan dan memesona. Bahkan Kazuya sampai masuk ke dalam list pria tampan Raehan.


Tapi kenapa sekarang saat mereka bertemu untuk ke dua kali nya.


Kazuya sangat dekil dan kotor bahkan baju nya terlihat banyak sobekan dan tambalan. Berbeda seratus tujuh puluh derajat.


"Apa Kazuya orang kaya yang bangkrut dan jadi gembel ya?" Tanya Raehan pada diri nya sendiri. Sembari tangan nya mengelus dagu nya.


Klek..


Suara pintu terbuka langsung membuyar kan lamunan Raehan.


Di mana terlihat Kazuya keluar dari ruang IGD dengan luka yang sudah di perban.


Raehan tersenyum manis, membuat Kazuya ikut tertular senyum Raehan.


Semua luka nya rasa nya kini tidak terlalu sakit, karna perawat sudah mengobati luka- luka nya.


"Bagaimana sudah selesai?" Tanya Raehan pada Kazuya yang kini berdiri di hadapan nya.


"Iya luka ku terasa lebih baik.. Terimakasih sudah membawa ku ke IGD..." Timpal Kazuya berterimakasih dengan tulus.


"Sama- sama aku memang sudah baik sejak lahir..." Guyon Raehan berdiri lalu mengambil gitar Kazuya dan membawa nya.


"Berikan pada ku...!" Kazuya merentang kan tangan nya di mana siku nya di perban.


"Tidak papa biar aku bawa kan.. Lagi pula tangan mu terluka ..Ayo...!" Ajak Raehan.


Kazuya sebenar nya tidak enak hati pada Raehan.


Gadis mungil yang hanya setinggi dada nya itu benar- benar sangat baik.


Bahkan biaya IGD pun di tanggung oleh Raehan.


Kruk....


Krukukkkk....


Langkah kaki Raehan berhenti saat mendengar suara cacing yang sedang berteriak minta jatah.

__ADS_1


Raehan menatap Kazuya yang langsung memaling kan wajah nya.


"Dasar perut tidak tahu tata krama kenapa harus bunyi sekarang...!" Umpat Kazuya kesal karna malu suara perut nya di dengar oleh Raehan.


"Kamu lapar Kazuya.?" Tanya Raehan.


"Tidak.. Aku tidak lapar..." Sanggah Kazuya berbohong. Padahal jujur perut nya sangat panas. Ia tidak makan sejak kemarin malam.


"Bohong kamu... Perut mu bunyi tahu..."


"Tidak kok... Aku enggak bohong..."


"Cih kamu benar- benar bohong... Bibir kamu mungkin bisa bohong tapi perut kamu ngak akan bisa ngelak..."


Krukk...


Krukuk...


Kazuya memejam kan ke dua mata nya, saat perut laknat nya yang tidak tahu tempat kembali berbunyi.


"Nah kan benar.. Kamu lapar... Ya udah kita sarapan dulu deh.. Lagi pula aku juga belum sarapan..." Beo Raehan lagi kini yang sudah yakin jika pria di hadapan nya sedang menjaga imeg.


"Rae.. Bener ngak usah.. mending kamu berangkat sekolah aja.. Pasti nanti kamu telat... Aku biar cari makan sendiri aja..." Tolak Kazuya menekuk wajah nya dalam.


Sungguh ia benar- benar tidak merasa enak hati jika lagi- lagi Raehan membelikan nya makanan.


Ia merasa benar- benar merepot kan gadis kecil baik hati di hadapan nya.


"Ck... Kamu ini bandel banget sih Kazuya... Aku mau sekarang kita sarapan.. Lagi pula tes akhir di sekolah di laksana kan pukul sepuluh jadi aku tidak akan telat... Kamu engak usah merasa sungkan.. Lagi pula aku juga lapar..." Decak Raehan sedikit kesal karna Kazuya yang terus menolak ajakan nya.


Kazuya hanya diam di tempat. Ia sama sekali tidak merespon ucapan Raehan.


Ia benar- benar bingung, ia benar - benar merasa tidak enak dengan Raehan.


Melihat Kazuya yang hanya diam, Raehan menarik pergelangan tangan Kazuya dan menyeret tubuh pria yang lebih tinggi dari nya menuju sebuah otlet makanan yang tak jauh dari IGD.


"Ayo kita makan di situ aja...!"


Kazuya tersentak kaget, ke dua kaki nya terpaksa melangkah karna tarikan tangan Raehan.


Ia belum usai mencerna ajakan Raehan, tapi gadis kecil itu langsung menggeret tubuh nya.


Raehan meminta Kazuya untuk duduk di meja pojok , di mana diri nya langsung duduk di hadapan Kazuya. Hanya ada meja kecil yang menjadi sekat di antara mereka.


Kazuya menelisik tempat diri nya berada sekarang.


Ia benar- benar tidak bisa menolak ajakan Raehan.


"Mbak sini...!" Panggil Raehan memanggil seorang pelayan perempuan.


"Iya dek mau pesen apa?" Sang pelayan menyodor kan menu makanan pada Raehan. Sementara tatapan nya terfokus pada Kazuya yang terlihat seperti gembel.


Terlihat dengan jelas cara pelayan perempuan itu menatap jijik pada Kazuya.

__ADS_1


Kazuya yang menyadari tatapan pelayan itu hanya bisa menahan sesak di dada.


Kemana pun ia melangkah dan berada pasti semua orang menatap nya penuh dengan jijik , seakan diri nya adalah kotoran yang bau.


Menyadari akan hal itu Raehan membuka suara nya.


"Hei mbak udah puas mandangi ketampanan temen saya..!" Raehan menekan suara nya.


"Ahhh maaf dek..." Seloroh sang pelayang yang langsung membuang pandangan nya pada Raehan.


"Kazuya kamu mau pesen apa?" Raehan menyodor kan menu makanan itu pada Kazuya.


"Samain aja kayak kamu.." Jawab Kazuya dengan menunduk kan kepala nya. Ia benar- benar tidak pantas di tempat ini. Seakan semua tatapan orang- orang sedang mencambuk tubuh nya.


"Ya udah mbak.. Dua porsi nasi goreng sama jus buah apel ya..." Pesan Raehan di mana sang pelayan wanita langsung mengangguk dan pergi.


"Udah kamu jangan tersinggung sama pelayan itu.." Cicit Raehan yang membuat Kazuya mengangkat wajah nya.


Ternyata Raehan bisa menebak apa yang di rasa kan. Raehan benar- benar gadis yang sangat peka.


"Aku hanya merasa tidak pantas di tempat ini..." Timpal Kazuya dengan tersenyum kecut.


"Ahhh kamu lebay banget... Kita kan sama- sama manusia.. Jadi kita pantes ada di tempat ini... Tapi aku juga heran sih sama kamu Kazuya..." Kening Raehan berkerut. Seperti nya ia harus bertanya langsung pada Kazuya. Dari pada diri nya terus menebak- nebak tidak jelas.


"Heran kenapa?" Kazuya mulai tidak merasa canggung lagi. Saat Raehan mengajak nya mengobrol.


"Kamu lagi cosplay ya jadi pengamen...? Atau kamu anak orang kaya yang sedang mendalami karakter pengamen jalanan.?"


Kazuya terdiam mendengar pertanyaan Raehan.


Wajar jika Raehan berpikiran begitu, karna saat pertemuan pertama mereka, penampilan diri nya sangat berbeda.


"Aku memang seorang pengamen..." Jawab Kazuya mantap tanpa rasa malu sedikit pun.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2