Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Tidak bersyukur


__ADS_3

...212πŸ’›...


Deru motor, dan juga hempasan angin yang cukup kencang menerpa dua sejoli yang tengah merasakan api asmara.


Agara sejak tadi terus mengulum senyum di bibir nya, Bahkan mungkin sejak pagi bibir nya terus tersenyum.


Namun tidak untuk Raehan yang hanya memasang wajah datar, karna sedang memikir kan sesuatu yang sangat mengganggu pikiran nya.


Apa lagi jika bukan masalah pertunangan Agara.


Ia ingin tidak mempercayai hal itu dan menganggap nya omong kosong, namun bagaimana jika pertunangan itu benar- benar terjadi.?


Itu arti nya kekasih nya akan menjadi tunangan Lessia.


Membayang kan nya saja sungguh membuat kepala nya menjadi mumet dan pening.


Menyadari wajah datar Raehan, Agara mengerjit kan dahi nya bingung.


"Rae...!" Panggil Agara , namun Raehan tetap diam, seolah tidak mendengar panggilan Agara.


"Raehan...!" Panggil Agara lagi kini dengan nada yang sedikit tinggi.


Namun Raehan tetap hanyut dalam pikiran nya sendiri , dan tidak mendengar kan panggilan Agara.


"Rae... Heiii...!" Pekik Agara hampir berteriak kini dengan mengelus wajah mungil Raehan dengan tangan kiri nya.


"I.. Iya..." Jawab Raehan terbata- bata, ia cukup terhenyak dengan sentuhan Agara yang berhasil menghancur kan lamunan nya.


"Apa yang sedang kau pikir kan?" Tanya Agara dengan nada serius.


"Tidak... Aku tidak memikir kan apa pun.." Sanggah Raehan dengan mengulum senyum yang terlihat di paksa kan.


"Jangan bohong, ceritakan hal apa yang mengganggu mu?" Desak Agara yang masih yakin jika Raehan tengah memikir kan sesuatu.


Sehingga membuat gadis cerewet itu menjadi pendiam seperti batu.


"Tidak... Aku tidak memikir kan apa pun.. Aku hanya menikmati angin kencang ini.. Sungguh sangat menyegar kan..." Kilah Raehan dengan merentang kan ke dua tangan nya, menampil kan sandiwara jika ia memang sedang menikmati angin yang berhembus.


"Kau sangat tidak pandai berbohong Rae..." Batin Agara dengan menggeleng - geleng kan kepala nya.


Melihat tingkah Raehan yang berusaha mengelak untuk menjawab pertanyaan nya.


Tingkah nya mungkin bisa menipu, namun Agara tidak akan tertipu dengan senyum tanpa arti yang di tampil kan Raehan.


Agara menepikan motor nya di sebuah kafe mini di pinggir jalan. Yang membuat Raehan mengerjit bingung karna motor Agara berhenti melaju.


"Kok berhenti...?" Tanya Raehan dengan mengedar kan pandangan nya.


"Ayo turun....!" Titah Agara mutlak tanpa penolakan.

__ADS_1


Raehan turun dari motor Agara, dan Agara langsung menggandeng tangan mungil Raehan untuk duduk di meja kafe. Di mana Agara memilih posisi sudut, agar sedikit menjauh dari keramaian.


"Pelayan..!" Panggil Agara dengan mengangkat satu tangan nya di udara, di mana seorang pelayan kafe pria langsung menghampiri mereka.


"Mau pesan apa Tuan?" Tanya sang pelayan kafe sambil menyungging kan senyum ramah nya kepada Raehan dan Agara.


Namun wajah Agara berubah pias , saat melihat sang pelayan yang tersenyum pada Raehan, dan Raehan malah membalas senyuman sang pelayan pria.


"Hei kau...!" Gertak Agara dengan menatap sang pelayan dengan tatapan menyayat.


"Iya tuan..." Jawab Sang pelayan pria dengan wajah sedikit tertekuk , karna takut telah melakukan sebuah kesalahan.


Sementara Raehan menaut kan ke dua alis nya bingung, melihat sikap sinis Agara pada sang pelayan yang begitu ramah.


"Dengar.. Jangan berani melempar senyuman lagi ke arah kekasih ku.. Jika tidak pekerjaan mu yang akan menjadi taruhan..." Sarkas Agara dengan ancaman yang tidak main- main.


Membuat Raehan menganga dengan perkataan Agara, yang ingin memecat seorang pelayan karna berani melempar senyuman pada nya.


Bukan kah Agara terlalu posesif pada nya?.


Begitu pula dengan sang pelayan, yang tidak percaya dengan apa yang di kata kan sang pelanggan.


Namun ia tetap patuh, dan tak ingin berdebat karna hal sepele, atau tidak pekerjaan nya bisa melayang karna alasan ia memberi senyuman pada salah satu kekasih sang pelanggan.


"Maaf kan saya Tuan.. Sekali lagi maaf kan saya...." Cicit sang pelayan dengan ketakutan, sembari membungkuk kan badan nya berulang kali untuk meminta maaf.


"Baik lah kali ini aku maaf kan... Jangan ulangi lagi, karna jika kau terus tersenyum mata kekasih ku bisa jelalatan...."


Mata nya jelalatan?


Ia tidak menyangka jika Agara berani mengatai nya seperti itu.


Wajah Raehan berubah masam, dengan tatapan tajam yang di layang kan pada Agara yang hanya memasang wajah biasa.


"Dengar.. Bawakan dua cup ice cream yang paling spesial di kafe ini...!" Titah Agara pada sang pelayan kafe yang langsung mengangguk dan segera pergi dari hadapan Agara.


"Kak Aga.. Mata ku jelalatan? maksud nya apa?" Cecar Raehan dengan pertanyaan bertubi - tubi sementara dari kedua telinga nya terlihat keluar asap karna marah.


Agara menipis kan bibir nya, hingga gigi nya terlihat.


Lihat lah wajah Raehan yang memerah karna kesal, sungguh sangat menggemas kan.


"Itu memang benar bukan? jika mata mu selalu jelalatan saat melihat pria tampan..." Seloroh Agara tanpa sensor yang membuat Raehan mendelik memaling kan wajah nya.


Ternyata Agara sudah tahu modus diri nya , yang selalu menatap pria tampan.


Pelayan pria tadi juga cukup tampan, sehingga mata nya sedikit memperhatikan senyum menawan yang meluluh kan hati.


Ia merasa seperti seorang pencuri kecil yang ketahuan mencuri makanan.

__ADS_1


"Hmmm Tapi kan mubazir jika tidak di lihat mumpung gratis.." Sungut Raehan dengan memanyun kan bibir nya ke depan, membuat opini untuk membela diri nya sendiri.


"Apa seorang pelayan seperti itu lebih tampan dari pacar mu ini? Kau gadis yang tidak bersyukur... Di berikan sebongkah berlian tapi melirik pada sebongkah arang..." Sinis Agara yang sebenar nya merasa cemburu, melihat Raehan menatap dan tersenyum pada pria lain.


Lagi pula pacar mana yang tidak akan cemburu, melihat pacar nya tersenyum dengan manis pada orang lain.


"Iya.. Iya... Tapi---"


"Ssssttttt... Tidak ada bantahan lagi.. " Sosor Agara memotong perkataan Raehan, yang pasti nya akan membantah ucapan nya.


Raehan semakin memanyun kan bibir nya ke depan dengan memutar bola mata nya malas.


Dua buah cup ice cream sudah tersaji di hadapan Raehan dan Agara.


Di mana pelayan yang mengantar kini berganti menjadi seorang perempuan, yang bisa membuat Agara menghembus kan nafas nya lega.


Karna ia tidak perlu lagi merasakan rasa cemburu karna melihat kekasih nya jelalatan dengan pria lain.


Sementara Raehan terlihat begitu antusias dengan ice cream di depan nya.


Benar- benar terlihat sangat lezat.


Bahkan air liur nya mengencer karna tergugah untuk menikmati ice cream di hadapan nya yang pasti nya akan terasa sangat dingin di lidah nya.


"Selamat makan gadis sial...!" Seru Agara dengan tawa di bibir nya, melihat tatapan memangsa Raehan pada ice cream di depan nya.


Ia sengaja membawa Raehan ke kafe ini, karna ia ingin memperbaiki mood Raehan dengan mengajak nya makan ice cream, karna sungguh ia tidak suka melihat gurat kesedihan ada di wajah gadis nya.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2