Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Raehan Angelina aku menyukai mu !


__ADS_3

...126 โฃ...


"Wawwww... Ternyata kamu bijak juga ya Fir..." Seru Miya dengan nada meledek, yang berhasil mencair kan suasana yang canggung dan sepi. Bahkan untuk sesaat ia merasa sedang berada di tengah- tengah pengadilan.


"Lah, emang aku dari dulu bijak ya.. Ngak kek kamu bodoh..." Balas Fir di ikuti dengan tawa yang nyaring.


Mulut Miya langsung mengerucut ke depan, karna kesal mendengar mulut pedas sahabat laknat di samping nya.


Untung saja ia masih sabar, dan tidak ingin bertengkar. Coba kalau tidak sudah habis perut Fir di hiasi dengan bulatan- bulatan berwarna ungu karna cubitan kepiting nya.


Fir menghenti kan tawa nya, ulu hati nya sedikit terasa panas.


Ingin rasa nya saat ini ia memutar arah dan menuju rumah Dion.


Ia ingin sekali menghajar kadal buntung itu hingga wajah nya lebur bahkan berubah menjadi abu.


Siapa yang tidak kesal dan marah, saat melihat sahabat mu bersedih karna orang lain.


Fir tidak semurah hati itu, untuk tidak marah. Ia hanya menyembunyi kan kemarahan nya pada dua gadis di samping nya yang kini sudah bisa berintraksi seperti biasa lagi.


Khusus nya Raehan yang kini sudah kembali tersenyum dan membaur bersama Miya.


Ia tidak ingin ke dua sahabat nya tahu, jika sebenar nya ia sangat marah dan muak dengan sikap semena- mena Dion.


"Dion tunggu aku besok... Aku ngak akan ngelepasin kamu..." Batin Dion dengan wajah tersenyum, sementara tangan nya mengepal erat bahkan buku- buku tangan nya memutih dengan sempurna. Namun hal itu tidak di perhatikan oleh Miya maupun Raehan.


"Nanti Rae, kamu ambil apa pun yang kamu mau jangan ragu- ragu oke?" Saran Miya dengan wajah antusias saat membayang kan diri nya akan memeras kantong tebal Fir.


"Baik lah... Bagaimana kalau kita lomba Mi.. Siapa yang paling banyak belanjaan nya serta harga belanjaan nya. Maka dia adalah pemenang nya..." Balas Raehan tak kalah antusias.


Ayo lah, siapa yang tidak akan antusias jika di traktir tanpa batas. Mungkin jika orang tersebut bersikap biasa- biasa aja dia adalah orang terbodoh di muka bumi ini.


Eh, tapi tadi diri nya malah sedih karna mengingat ucapan Dion. Bukan kah dia termasuk dalam golongan orang bodoh?.


Ahhh, kenapa diri nya memikir kan hal konyol seperti itu. Malam ini diri nya harus menikmati shoping bersama Miya di mana Fir akan menjadi alat pembayar.


"Baik lah.. Mari lakukan..." Balas Miya mantap dan bersemangat.


...----------------...


Brak....


Suara pintu di banting dengan keras, Agara merebah kan diri nya dengan keras di atas ranjang over size milik nya.


Ia menenggelam kan wajah nya, pada bantal super empuk yang selalu menjadi teman tidur nya. Di mana kini posisi tubuh nya terlungkup di atas ranjang.


Kemarin malam ia tidak bisa tidur, dan malam ini ia tidak tahu nasib nya bagaimana.


Ternyata percuma diri nya pergi menemui skiater sialan di rumah sakit terkutuk itu.


Ia tidak mendapat kan apa- apa kecuali nasihat yang tidak berguna.

__ADS_1


Utarakan perasaan bapak..


Jauhi gadis itu...


Utara kan perasaan bapak..


Jauhi gadis itu...


Perkataan skiater itu terus terngiang- ngiang di kepala nya, sudah seperti kicauan burung yang terus terbang berputar- putar di atas kepala nya.


"Apa aku lakukan saja perkataan skiater bodoh itu?" Agara menyugar rambut nya kasar, sungguh pikiran nya saat ini sangat penat. Belum lagi ia juga merasa letih karna terus di bayangi wajah Raehan yang selalu berputar bak kaset yang tidak bisa di henti kan.


"Apa aku harus mengutara kan perasaan ku.? Tidak tidak tidak... Tidak akan pernah.. Perasaan seperti apa yang harus aku kata kan pada nya?"


Agara beranjak mendekat ke arah cermin besar yang tak jauh dari nya.


Memperhati kan pantulan diri nya dengan seksama, menarik nafas panjang lalu menghembus kan nya denga perlahan.


"Gadis sial gara- gara wajah mu aku tidak bisa tidur dan hampir gila..." Seloroh Agara asal, lalu menggeleng kan kepala nya cepat.


Apa seperti itu yang harus ia lakukan, untuk mengutarakan perasaa nya pada gadis sial itu.?


Tapi apa setelah itu bayangan nya akan pergi dan tidak akan datang lagi untuk menghantui nya.?


"Tidak.. Tidak... Aku tidak bisa memanggil nya gadis sial jika ingin mengungkap kan perasaan ku. Mari coba lagi..." Gumam Agara kembali memaksa kan diri nya.


Agara menelan saliva nya paksa, menatap pantulan diri nya dengan lekat, membulat kan tekad untuk memberanikan diri nya mengungkap kan semua yang di rasa kan nya pada Raehan.


Tapi apa keputusan nya ini tepat?. Apa ia seberani itu untuk mengatakan semua nya.


Apa diri nya bukan pengecut yang akan tetap menatap gadis itu dengan arogant dan mendominasi.?


Lalu apa gadis sial itu akan mengerti?


Atau gadis sial itu akan melucuti harga diri nya dengan ledekan dan menjadi kan nya bahan tertawaan.?


Agara menggeleng kan kepala nya cepat, pertanyaan serta opini- opini tersebut semakin membuat kepala nya pusing dan hampir ingin pecah.


Ia kembali memfokus kan pikiran dan tatapan nya pada cermin yang memantul kan bayangan nya.


"Raehan Angelina... Aku menyukai mu...!"


Deg...


Deg...


Deg..


Jantung Agara semakin terpompa dengan keras, berdetak semakin tidak beraturan bahkan rasa nya hampir ingin meledak.


Tenggoran Agara tiba- tiba terasa kering, bagaimana bisa ia mengatakan kalimat seperti itu.

__ADS_1


Meski tidak langsung, meski mengatakan hal itu pada bayangan nya.


Kenapa rasa nya begitu nyata, bahkan tubuh nya terasa lemas saat ini.


Agara menyentuh bagian dada kiri nya, pantulan degupan jantung nya bisa ia rasakan dengan begitu jelas.


Degupan yang semakin bertalu, seolah- olah rasa nya ada sesuatu yang meledak dan menggelitik setiap inci dada nya.


Sensasi yang begitu berbeda dan tidak pernah diri nya rasakan selama ini.


Siluet- siluet bayangan gadis berbanda dengan senyum lebar kembali berkelebat dalam memori Agara.


Canda, tawa, suara khas dengan prilaku yang begitu terlihat manis semakin membuat tubuh Agara menegang bak di setrum aliran listrik.


Sentuhan tanpa sengaja, dan memori terakhir saat diri nya dan Raehan terjatuh di atas sofa yang kembali berhembus menyegar kan ingatan Agara. Kini membuat pipi Agara memerah bak tomat matang sempurna.


Tanpa sadar bibir Agara mengulas senyum tipis, saat ingatan nya kembali menelisik memori bersama gadis pendek itu. Rasa nya memori nya begitu hangat dan nyata.


Entah mengapa, kini hati nya merasa merindu kan gadis sial itu.


Drrrttt...


Drrttt.


Drrrttt..


Getaran ponsel yang berada di atas nakas, langsung menghancur kan memorial Agara.


Membuat lamunan nya terhempas begitu saja.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2