
...221π...
Akhir nya setelah beberapa menit menikmati jalanan kota di atas motor, Agara dan Raehan sampai di area parkiran apartemen Agara.
Sebelum pergi jalan- jalan. Agara meminta untuk ke apartemen nya dahulu.
Untuk membersih kan diri dan mengganti seragam sekolah nya.
Raehan sudah meminta Agara untuk mandi di kontrakan nya, namun Agara menolak dengan keras.
Alasan nya ia ingin menjaga Raehan agar tidak ada ke khilafan yang terjadi karna godaan setan si mahkluk terkutuk.
Agara juga tahu diri, jika mandi di rumah seorang gadis apa lagi masuk ke dalam kamar seorang gadis tanpa izin dari orang tua nya bukan lah hal yang baik.
Mungkin memang ia minim pengetahuan tentang akhlak tapi ia juga bukan tipe orang yang bisa melewati batas.
Raehan mengedar kan pandangan nya, meneliti suasana di sekitar nya yang begitu tenang namun lebih terkesan sepi.
Kini ia berada di dalam gedung dengan banyak lantai dan juga kamar.
Raehan turun dari motor, dengan spontan Agara membuka helm untuk kekasih nya.
Memasang dan membuka helm, kini adalah kebiasaan dan kewajiban untuk Agara. dan dia senang melakukan hal itu.
Agara juga melepas helm nya dan menyugar rambut nya.
Rambut nya yang sedikit acak- acakan tidak membuat wajah tampan nya berkurang.
Agara turun dari motor nya, lalu mengandeng tangan Raehan dan mengajak Raehan untuk naik ke lantai atas, karna di sana lah letak apartemen nya.
Apartemen yang ia beli hasil dari keringat nya sendiri, tentu juga dengan penuh susah payah dan drama kehidupan.
Lift di hadapan mereka langsung terbuka, di mana Agara menarik Raehan untuk masuk ke dalam kotak kubus besi tersebut.
Raehan sedikit terhenyak, dan sedikit gugup saat masuk ke dalam benda kubus ini.
Pasal nya ia baru pertama kali menaiki lift, ia hanya bisa melihat benda besi ini di televisi saja.
Yah, diri nya akui jika ia adalah sosok kampungan, yang kini terkagum pada benda besi yang sedang bergerak ke atas.
Tapi ia tidak senorak itu , untuk menunjuk kan ekpresi kagum nya dengan cara berteriak histeris, seperti di sinetron televisi.
"Apartemen kak Aga lantai berapa?" Tanya Raehan memecah keheningan di antara diri nya dan Agara. Apa lagi sekarang mereka hanya berdua di dalam lift. Sangat canggung jika yang terdengar hanya hembusan nafas mereka.
"Ada di lantai sembilan..." Jawab Agara dengan menunjuk angka yang tertera di bagian pintu lift.
__ADS_1
Raehan menggangguk mengerti, terlihat bodoh tapi wajar ia tidak tahu cara kerja benda kubus ini.
"Aku akan mandi dengan cepat, agar kamu tidak lama menunggu.." Agara memasuk kan satu tangan nya ke kantong celana. Lalu menunduk kan tatapan nya pada Raehan yang hanya setinggi dada nya.
"Tidak masalah... Aku bisa menunggu.." Jawab Raehan tersenyum.
Ting...
Dentingan pintu lift terdengar, arti nya jika mereka sudah sampai.
Pintu lift terbuka dengan sendiri nya, di mana Agara menarik tangan Raehan untuk keluar.
"Naik ke lantai yang tinggi dengan benda kotak itu benar- benar tidak ada rasa nya.. Seperti portal nyata..." Batin Raehan yang masih kagum dengan benda kubus besi bernama lift itu.
Astaga jiwa norak nya, bersorak- sorak di mana rasa penasaran untuk mengetahui kinerja benda itu semakin mengusik kepala nya.
Tapi tidak apa, ia bisa mencari nya nanti di halaman internet.
Langkah ke dua nya berhenti tepat di depan sebuah pintu, di mana Agara langsung membuka pintu.
Agara menarik Raehan untuk masuk, di mana netra Raehan menangkap suasana kamar manly.
Apartemen yang cukup luas, bahkan lebih luas dari kontrakan nya.
Perabotan tertata dengan begitu rapi, dengan warna cat tembok abu yang mendominasi.
Sedang kan Raehan hanya bisa pasrah dengan tarikan Agara.
"Duduk lah di sofa dan tunggu aku dengan manis.. Aku janji tidak akan lama.." Ujar Agara dengan mengacak rambut Raehan.
"Tapi tidak salah jika aku menunggu di sini?" Tanya Raehan yang tidak enak menunggu Agara di dalam kamar seperti ini.
Bagaimana jika ia melihat sesuatu yang memanjakan mata, atau membuat kesucian mata nya hilang.
Raehan mengerjap kan ke dua kelopak mata nya dengan cepat, saat pikiran nya lagi- lagi menerawang jauh bahkan hampir menembus batas terlarang.
Oh, astaga kenapa kepala nya senang sekali traveling ke sana- ke mari saat berada dekat dengan Agara.
"Tentu saja tidak masalah.. Suatu saat kamar ini akan menjadi milik mu juga.." Jawab Agara dengan berjongkok di hadapan Raehan.
"Milik ku?" Raehan bingung dengan ucapan Agara.
"Iya.. Aku ingin hanya kamu satu- satu nya gadis dalam hidup ku.. " Agara menatap Raehan dengan begitu dalam , diri nya bertekad dan berjanji untuk apa yang baru saja ia kata kan.
Raehan terdiam mendengar ucapan Agara, yang terdengar begitu mantap dan tulus.
__ADS_1
Bahkan ia menerawang jauh ke dalam ke dua bola mata merah milik Agara.
Ia pun berharap yang sama, berharap semua yang di kata kan Agara memang benar ada nya.
"Apa kak Aga akan terus menggoda ku.. Maka kita tidak akan jadi pergi...!" Beo Raehan dengan wajah polos nya.
"Baik lah sayang...!" Agara mencubit gemas pipi Raehan lalu segera melenggang berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Raehan yang kini sendiri pun, menelisik dengan teliti setiap sudut kamar Agara.
Kamar yang cukup mewah, yang pasti nya Raehan yakin Agara selama ini hidup tercukupi, bahkan mungkin terbilang jauh di atas kata mapan.
Bahkan jika di banding kan dengan ekonomi keluarga nya dahulu, mungkin sangat jauh dari semua yang di miliki Agara. Bahkan dulu diri nya pernah tinggal di kontrakan kecil yang jauh dari kata layak.
Raehan sangat kagum dengan Agara, melihat semua yang berhasil di raih kekasih nya meski umur nya masih sangat muda.
Hanya saja satu hal yang kurang dalam hidup Agara, yaitu masa kecil yang kelam.
"Masa kecil..!" Batin Raehan dengan memikir kan sesuatu.
"Mungkin aku tidak bisa memutar waktu untuk memperbaiki masa kecil kak Aga.. Tapi bukan berarti aku tidak bisa menulis kisah masa kecil yang jauh lebih baik dan melekat dalam buku kehidupan kak Aga... Mungkin memang terlambat. Namun setidak nya aku ingin kak Aga bisa merasa kan bahagia dan seru nya masa kecil..." Gumam Raehan dengan ide cemerlang yang muncul di kepala nya.
Jika menyangkut masalah otak, ia tidak memungkiri jika diri nya cukup cerdas.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???