
...258π...
Dion merentang kan tangan nya di depan Raehan.
"Biar aku yang menghadapi mereka Rae..." Seru Dion dengan nada begitu melindungi.
Ia tidak ingin Raehan terluka meski ia harus menghadapi sepuluh penculik sekaligus yang pasti nya kekalahan bisa ia lihat.
Raehan tersenyum miring.
"Aku tidak selemah yang kak Dion pikir kan... Dua jasad penculik itu menurut ku sudah cukup menjadi bukti jika aku tidak selemah itu... Kita harus segera keluar dari tempat ini... Jika kak Dion hanya melawan sendiri.. Maka kita tidak akan pernah keluar dari tempat ini." Balas Raehan mantap dan penuh keyakinan.
Meski jujur hati nya sedikit gentar karna untuk pertama kali nya ia harus melawan penjahat sebanyak ini.
Ia hanya pernah melawan penjahat dan yang paling banyak adalah tiga orang.
Tapi menyerah dan menunggu perintah Mr. Vinsion untuk membebas kan diri nya adalah hal yang sia- sia.
Itu arti nya Agara dan Lessia akan bertunangan dan diri nya tidak bisa hanya tinggal diam.
Ia berharap Agara mengurung kan keputusan nya dan menolak pertunangan itu.
"Apa menurut mu kita akan menang Rae.. Aku rasa tidak mereka sangat banyak..." Hela Dion yang mulai merasa terintimidasi dengan jumlah penculik itu.
"Kita harus yakin... Mungkin jumlah kita berbanding jauh.. Tapi di sini kita harus mengguna kan strategi yang tepat. Kau lihat penculik dengan tubuh kurus dan juga pendek.. Itu adalah target utama mu.. Karna mereka yang paling lemah. Lalu kamu bisa mematah kan tulang pinggang penculik yang bertubuh tegap itu maka aku pasti kan dia tidak akan bisa bangkit lagi.. Dan yang terkuat ada di tengah.. Jangan serang tubuh nya usahakan serang bagian intim atau kepala nya.. Jika perlu pecah kan kepala nya.. Sisa nya biar aku yang urus..." Jelas Raehan yang mampu membuat Dion menganga kagum.
Tak di pungkiri jika Raehan begitu bisa membaca pertahanan musuh.
Sungguh luar biasa.
"Sementara kamu Kazuya... Tugas mu adalah bersembunyi di balik tiang itu..." Seru Raehan pada Kazuya.
Kazuya melongo tidak percaya, kenapa diri nya tidak di libat kan dalam pertarungan.?
Apa diri nya terlihat selemah itu?
Tapi memang iya diri nya memang lemah.
Tapi ia tidak terima, ia ingin ikut bertarung seperti Dion.
Terasa sangat tidak adil jika Raehan hanya menyuruh nya untuk bersembunyi.
"Kenapa aku kebagian untuk sembunyi.. Tidak aku tidak mau menjadi pengecut... Aku ingin berkelahi bersama kalian... Aku tidak selemah itu..." Sarkas Kazuya menolak perintah Raehan.
"Kazuya mengerti lah.. Mereka menarget kan diri mu dengan kondisi kaki mu yang terluka parah... Aku juga tidak bermaksud untuk menganggap mu lemah.. Tapi kamu harus mengambil kunci yang ada di pinggang penculik itu..." Raehan menunjuk penculik dengan tubuh gempal dan paling gemuk dengan sorot mata nya. Di mana di pinggang penculik itu terselip sebuah kunci.
Raehan yakin penculik itu mengunci setiap jalan keluar jadi mereka harus mengambil kunci itu.
"Tapi.. Bagaimana...?"
"Kamu ini bertanya terus... Ikuti apa yang di kata kan Raehan dan bersembunyi di balik tiang itu..." Tegas Dion yang mulai kesal dengan Kazuya yang selalu bertanya di situasi yang genting seperti ini.
__ADS_1
"Baik lah..." Jawab Kazuya mengangguk.
"Dengar Kazuya.. Saat perhatian para penculik itu mulai teralih kan karna aku dan kak Dion saat itu guna kan untuk bersembunyi.. Jangan sampai satu pun dari penculik itu melihat mu..." Pesan Raehan sekali lagi. Yang langsung di angguki oleh Kazuya.
Memang benar Raehan sengaja membuat Kazuya bersembunyi. Karna Ia tidak mau Kazuya terluka lagi.
Tubuh Kazuya sudah terlihat sangat lemah ia tidak ingin salah satu dari mereka harus meregang nyawa di tempat ini.
Dion dan Raehan melempar kan pandangan mereka satu sama lain nya dan mengangguk memberi aba- aba untuk maju.
Ke dua nya maju dengan tatapan tajam dan waspada.
"Menyerah lah bocah.. Kalian tidak akan bisa melawan atau pun kabur dari tempat ini...!" Teriak penculik dengan tubuh gempal dan gemuk yang terkekeh merendah kan.
"Jangan asal bicara... Bukan kah kalian selalu datang dengan bergerombol dan hanya bisa mengkeroyok..." Sarkas Dion dengan ucapan yang tak kalah merendah kan.
Raut wajah penculik itu seketika berubah pias.
"Bagaimana jika kita coba dari mu dulu?.. Aku rasa kamu yang paling kuat di sini..." Tantang Raehan pada penculik itu.
Penculik bertubuh gempal dan gemuk itu mengeram kesal.
Di mana reputasi nya sebagai penculik di kuliti oleh gadis mungil yang terlihat cantik meski tubuh nya tidak terlalu berisi.
Penculik itu tersenyum dengan penuh minat pada Raehan.
Sementara Dion yang melihat tatapan menjijik kan penculik itu pada Raehan mengeram marah.
Penculik bertubuh gempal dan gemuk itu mulai mendekat ke arah Raehan.
Dion yang sudah ingin membogem mentah pria itu langsung berhenti saat melihat tatapan tajam Raehan.
Seolah mengintruksi kan untuk tidak memukul pria itu.
Dion mendesah sebal. Tapi ia tetap menurut ia ingi lihat apa yang akan di lakukan Raehan.
Raehan memasang kuda- kuda di mana pendengaran dan tubuh nya di pasang dengan mode refleks on.
"Lumayan cantik..." Puji penculik itu sembari tangan nya terulur untuk menyentuh bagian dada Raehan.
"Bajingan..." Umpat Raehan yang langsung meremas jari tengah penculik itu dan menekuk nya dengan keras hingga terdengar suara patahan tulang.
Krak..
"Sakit gadis ******... Aahhhh...!!!" Teriak penculik itu.
Kesempatan yang muncul tidak di sia- sia kan oleh Raehan.
Dengan cepat Raehan melayang kan tinju bebas nya tepat di atas ubun- ubun penculik itu.
Penculik yang bahkan tidak memiliki kesempatan untuk melakukan pertahanan merasa kan puncak kepala nya yang pecah dan pening.
__ADS_1
Tatapan nya seketika menjadi buram.
Bugh...
Tubuh penculik itu langsung terhempas dan membentur tiang di mana Raehan memerintah kan Kazuya untuk bersembunyi.
Melihat kawan mereka sudah berhasil di lumpuh kan para penculik itu segera menyerang Dion dan Raehan bersamaan.
Seperti yang di arah kan Raehan. Dion menyerang penculik yang bertubuh kurus dan pendek.
Dan memang benar apa yang di kata kan Raehan terbukti.
Setelah beberapa saat mereka saling mengadu pukulan. Dion berhasil menumbang kan ke dua penculik itu.
"Dia bukam sekedar gadis kecil yang polos dan lugu... Ku akui dia pandai berkelahi...." Gumam Dion yang sesekali melirik ke arah Raehan yang tengah di kepung oleh tiga penculik bertubuh tegap.
Dion mencari sasaran nya, yaitu penculik terkuat yang sedang mengepung Raehan.
Namun langkah Dion terhenti saat sebuah bogem mentah mendarat di pipi nya.
Bughh...
"Ssshhhh....!!" Ringgis Dion di mana wajah nya berpaling ke samping.
"Keparat.. Ck.." Decak nya marah.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
.
__ADS_1